<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214</id><updated>2024-09-05T14:26:17.198-07:00</updated><category term="Artikel"/><category term="Berita"/><category term="Profil"/><category term="Pupuk Super Tani"/><category term="Bombana"/><category term="Buton"/><category term="Buton Utara"/><category term="Kendari"/><category term="Konawe"/><category term="Konawe Selatan"/><title type='text'>CV TEHNIK ENERGI SELEBES</title><subtitle type='html'>CV TEHNIK ENERGI SELEBES  </subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-2935708857589051463</id><published>2013-09-11T00:15:00.001-07:00</published><updated>2013-09-11T00:17:46.121-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Buton Utara"/><title type='text'>Profil Kabupaten Buton Utara</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisQKehyphenhyphenfuyTv7Zt87b_vw4S2M7l2Ie_fY5PiyBrdsXjXrIKPBasvocf2E5QNWHVox-jtIEdGeUaUz7b_Wrb-JS3M7H4eCtXcRD3DLVE4IqDjDiLO8AEFy4jms4sVGeSe2t2JCZ0XbNb2ne/s1600/Buton+Utara.png&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kabupaten Buton Utara&lt;/b&gt; adalah sebuah &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabupaten&quot;&gt;kabupaten&lt;/a&gt; di provinsi &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sulawesi Tenggara&quot;&gt;Sulawesi Tenggara&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Indonesia&quot;&gt;Indonesia&lt;/a&gt;. Ibukotanya adalah &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Buranga, Bonegunu, Buton Utara&quot;&gt;Buranga&lt;/a&gt;. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2007 pada tanggal &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;2 Januari&quot;&gt;2 Januari&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;2007&quot;&gt;2007&lt;/a&gt;.
 Buton Utara merupakan kawasan yang kaya sumberdaya alam. Buton Utara 
memiliki banyak potensi bahan tambang (aspal, minyak bumi, emas dan 
konon uranium), hasil hutan (jati, damar dan rotan), hasil laut serta 
kawasan perkebunan yang subur.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kabupaten Buton Utara adalah 1 dari 16 usulan pemekaran kabupaten/kota yang disetujui oleh &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Dewan Perwakilan Rakyat&quot;&gt;Dewan Perwakilan Rakyat&lt;/a&gt; pada tanggal &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;8 Desember&quot;&gt;8 Desember&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;2006&quot;&gt;2006&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Sejarah Singkat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut sejarah, Kulisusu/Kolencusu/Kalingsusu merupakan salah satu dari
 empat benteng pertahanan Barata Patapalena (cadik penjaga keseimbangan 
perahu negara) di masa Kesultanan Buton. Barata Kulisusu bersama-sama 
dengan Barata Muna, Barata Tiworo dan Barata Kaledupa merupakan 
pintu-pintu pertama pertahanan sebelum musuh masuk ke dalam wilayah 
pusat kekuasaan di Bau-Bau. Oleh karena itu itu mereka memiliki peran 
yang cukup penting dalam menjaga keselamatan negara. Mereka juga diberi 
hak otonom untuk mengatur sendiri daerahnya termasuk memiliki tentara 
sendiri namun dengan batasan-batasan pengaturan yang sudah digariskan 
oleh pemerintahan pusat yang ada di &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Baubau (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Baubau&lt;/a&gt;.
 LIPU TINADEAKONO SARA, bahwa berdasarkan sejarah Buton Utara adalah 
negeri yang didirikan dan dibangun oleh SARA. Dengan diundangkannya 
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2007 Tanggal 2 Januari 2007 Tentang 
Pembentukan Kabupaten Buton Utara Di &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Provinsi Sulawesi Tenggara&quot;&gt;Provinsi Sulawesi Tenggara&lt;/a&gt; yang merupakan pemekaran dari &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabupaten Muna&quot;&gt;Kabupaten Muna&lt;/a&gt;, maka pembagian wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Buton Utara meliputi 6 kecamatan, yaitu &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kecamatan Bonegunu (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Kecamatan Bonegunu&lt;/a&gt;, &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kambowa (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Kambowa&lt;/a&gt;, &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Wakorumba (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Wakorumba&lt;/a&gt;, &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kulisusu (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Kulisusu&lt;/a&gt;, &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kulisusu Barat (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Kulisusu Barat&lt;/a&gt; dan &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kecamatan Kulisusu Utara (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Kecamatan Kulisusu Utara&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Geografi &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kabupaten Buton Utara dengan luas wilayah 1.923,03 km² (belum 
termasuk wilayah perairan), terletrak di jazirah Sulawesi Tenggara 
meliputi bagian Utara Pulau Buton dan gugusan pulau-pulau di sekitarnya;
 secara adminiistratif terdiri dari 6 kecamatan dan 59 
desa/kelurahan/UPT. Ditinjau dari letak geografisnya Kabupaten Buton 
Utara terletak pada 4,6 LS – 5,15 LS serta membujur dari Barat ke Timur 
antara 122,59 BT – 123,15 BT, dengan batas-batas sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Wawonii&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Banda&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebelah Selatan berbatasan dengan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabupaten Buton&quot;&gt;Kabupaten Buton&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebelah Barat berbatasan dengan selat Buton dan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabupaten Muna&quot;&gt;Kabupaten Muna&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Topografi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kabupaten Buton Utara merupakan dataran rendah dan sebahagian berbukit 
dengan keadaan tanah yang sangat subur terutama yang terletak pada 
pesisir pantai sangat cocok untuk pertanian baik tanaman pangan maupun 
tanaman perkebunan. Kabupaten Buton Utara bagian utara terdiri dari 
barisan pegunungan dan sedikit melengkung ke arah utara dan mendatar ke 
arah selatan dengan ketinggian rata-rata antara 300 – 800 meter di atas 
permukaan laut, sedangkan bagian timur sepanjang arah pegunungan 
merupakan daerah berbukit-bukit dan mendatar ke arah pantai timur dengan
 luas bervariasti. Dataran rendah yang cukup luas yaitu Cekungan Lambale
 &amp;lt; 29.000 ha sejajar dengan Sungai Lambale dan Sungai Langkumbe. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Luas Wilayah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kabupaten Buton Utara yang terdiri dari 2 matra darat dan matra laut.
 Luas wilayah daratan seluas 1.923,03 km² dan luas perairan sekitar 
2.500 km². Pembagian luas wilayah daratan menurut kecamatan 
masing-masing:&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Bonegunu: 491,44 km² (25,56%)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Kambowa&amp;nbsp;: 303,44 km² (15,78%)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Wakorumba&amp;nbsp;: 245,26 km² (12,75%)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Kulisusu&amp;nbsp;: 172,78 km² (8,98%)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Kulisusu Barat&amp;nbsp;: 370,47 km² (19,26%)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Kulisusu Utara&amp;nbsp;: 339,64 km² (17,66%)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pemerintahan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Wilayah Administrasi &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Pemerintahan Daerah&quot;&gt;Pemerintahan Daerah&lt;/a&gt; &lt;b class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Buton Utara&lt;/b&gt; terdiri dari enam &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kecamatan&quot;&gt;kecamatan&lt;/a&gt;, yakni:&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Bonegunu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Kambowa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Kulisusu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Kulisusu Barat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Kulisusu Utara&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Wakorumba&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/2935708857589051463/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/09/profil-kabupaten-buton-utara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/2935708857589051463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/2935708857589051463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/09/profil-kabupaten-buton-utara.html' title='Profil Kabupaten Buton Utara'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisQKehyphenhyphenfuyTv7Zt87b_vw4S2M7l2Ie_fY5PiyBrdsXjXrIKPBasvocf2E5QNWHVox-jtIEdGeUaUz7b_Wrb-JS3M7H4eCtXcRD3DLVE4IqDjDiLO8AEFy4jms4sVGeSe2t2JCZ0XbNb2ne/s72-c/Buton+Utara.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-316178054489563022</id><published>2013-09-11T00:06:00.000-07:00</published><updated>2013-09-11T00:06:02.654-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Buton"/><title type='text'>Profil Kabupaten Buton</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2kXSsRc0oLknVjWhkMyoCRpnYQpTp04Q1nsShiUPgNPUM-wKMyG6vjx3qNmw1kmAyZG0BRHjwst6qZM97UFOJtlOxtE2i2Ees7SDfFLm-UZ0eF9cM-Lk9NOyVhLjN7dA_GS23_tgYB4T5/s1600/Buton.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2kXSsRc0oLknVjWhkMyoCRpnYQpTp04Q1nsShiUPgNPUM-wKMyG6vjx3qNmw1kmAyZG0BRHjwst6qZM97UFOJtlOxtE2i2Ees7SDfFLm-UZ0eF9cM-Lk9NOyVhLjN7dA_GS23_tgYB4T5/s1600/Buton.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kabupaten Buton&lt;/b&gt; adalah salah satu &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Daerah Tingkat II&quot;&gt;Daerah Tingkat II&lt;/a&gt; di &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Provinsi&quot;&gt;provinsi&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sulawesi Tenggara&quot;&gt;Sulawesi Tenggara&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Indonesia&quot;&gt;Indonesia&lt;/a&gt;. &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ibu kota&quot;&gt;Ibu kota&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabupaten&quot;&gt;kabupaten&lt;/a&gt; ini terletak di &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Pasar Wajo, Buton&quot;&gt;Pasar Wajo&lt;/a&gt;. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.488.71 km² (sebelum pemekaran 6.463 km²) dan pada tahun &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;2004&quot;&gt;2004&lt;/a&gt; berpenduduk sebanyak 265.724 jiwa (sebelum pemekaran 533.931 jiwa). Kabupaten Buton terkenal sebagai penghasil &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Aspal&quot;&gt;aspal&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Sejarah pembagian Kabupaten Buton&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada awalnya &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabupaten&quot;&gt;Kabupaten&lt;/a&gt; Buton dengan ibukota &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Bau-Bau&quot;&gt;Bau-Bau&lt;/a&gt; memiliki wilayah pemerintahan adalah bekas &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kerajaan&quot;&gt;kerajaan&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Buton&quot;&gt;Buton&lt;/a&gt; atau &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kesultanan Buton&quot;&gt;Kesultanan Buton&lt;/a&gt;, yaitu meliputi sebagian wilayah pulau &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Buton&quot;&gt;Buton&lt;/a&gt;, sebagian wilayah pulau &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Muna&quot;&gt;Muna&lt;/a&gt;, sedikit bagian pulau &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sulawesi&quot;&gt;Sulawesi&lt;/a&gt; serta pulau-pulau yang ada di bagian selatan pulau &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Buton&quot;&gt;Buton&lt;/a&gt;. Sekarang dengan adanya pemekaran daerah, wilayah itu terbagi menjadi beberapa wilayah kabupaten, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Buton&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kota Bau-Bau&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabupaten Wakatobi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabupaten Bombana&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabupaten Buton Selatan (dalam proses pengajuan pemekaran)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabupaten Buton Tengah (dalam proses pengajuan pemekaran)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari keempat &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabupaten&quot;&gt;kabupaten&lt;/a&gt;/&lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kota&quot;&gt;kota&lt;/a&gt; tersebut, yang berada pada pulau &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Buton&quot;&gt;Buton&lt;/a&gt; adalah &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kota Bau-Bau&quot;&gt;Kota Bau-Bau&lt;/a&gt; dan sebagian &lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Buton&lt;/strong&gt;. &lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Buton&lt;/strong&gt; terletak di pulau &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Buton&quot;&gt;Buton&lt;/a&gt;, sebagian Pulau &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Muna&quot;&gt;Muna&lt;/a&gt;, dan sebagian Pulau &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabaena (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Kabaena&lt;/a&gt;, sedangkan sebagian wilayah pulau &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Buton&quot;&gt;Buton&lt;/a&gt; adalah wilayah kabupaten &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Muna&quot;&gt;Muna&lt;/a&gt;. Untuk Kabupaten &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Wakatobi&quot;&gt;Wakatobi&lt;/a&gt; adalah merupakan pulau yang berada pada bagian selatan pulau &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Buton&quot;&gt;Buton&lt;/a&gt;, sedangkan kabupaten &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Bombana&quot;&gt;Bombana&lt;/a&gt; terletak di daratan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sulawesi&quot;&gt;Sulawesi&lt;/a&gt; dan sebagian pulau &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabaena (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Kabaena&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Luas dan Batas Wilayah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Buton&lt;/span&gt; memiliki &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Wilayah&quot;&gt;wilayah&lt;/a&gt; daratan seluas ± 2.488,71 km² atau 248.871 ha dan wilayah perairan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Laut&quot;&gt;laut&lt;/a&gt; diperkirakan seluas ± 21.054 km², berbatasan dengan:&lt;/div&gt;
&lt;table class=&quot;wikitable&quot; style=&quot;margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;Utara&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Kabupaten Buton Utara&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;Selatan&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Laut Flores&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;Barat&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Kabupaten Bombana&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;Timur&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Kabupaten Wakatobi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;Topografi dan Iklim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Buton&lt;/span&gt; memiliki sungai–sungai, yaitu: Sungai Sampolawa di &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sampolawa, Buton&quot;&gt;Kecamatan Sampolawa&lt;/a&gt;, Sungai Winto dan Tondo di &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Pasar Wajo, Buton&quot;&gt;Kecamata Pasar Wajo&lt;/a&gt;, Sungai Malaoge, Tokulo dan Sungai Wolowa di &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Lasalimu, Buton&quot;&gt;Kecamatan Lasalimu&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Permukaan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Tanah&quot;&gt;tanah&lt;/a&gt;
 pegunungan yang relatif rendah ada juga yang bisa digunakan untuk usaha
 yang sebagian besar berada pada ketinggian 100–500 m diatas permukaan 
laut, kemiringan tanahnya mencapai 40º.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari sudut oceanagrafi memiliki perairan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Laut&quot;&gt;laut&lt;/a&gt; yang masih luas, yaitu diperkirakan sekitar 21.054.69 km² setelah berpisah dengan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabupaten Wakatobi&quot;&gt;Kabupaten Wakatobi&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabupaten Bombana&quot;&gt;Kabupaten Bombana&lt;/a&gt;. Wilayah perairan tersebut sangat potensial untuk pengembangan usaha &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Perikanan&quot;&gt;perikanan&lt;/a&gt; dan pengembangan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Wisata&quot;&gt;wisata&lt;/a&gt; bahari, karena disamping hasil &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ikan&quot;&gt;ikan&lt;/a&gt; dan hasil laut lainnya, juga memiliki panorama laut yang sangat indah yang tidak kalah dengan daerah lain di &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Indonesia&quot;&gt;Indonesia&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keadaan iklim di Wilayah &lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Buton&lt;/strong&gt; hampir tidak berbeda dengan iklim yang ada di &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kota Bau-Bau&quot;&gt;Kota Bau-Bau&lt;/a&gt;, pengukuran iklim yang ada hanya di Stasion Meteorologi Kls III Betoambari.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Musim hujan terjadi di antara bulan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Desember&quot;&gt;Desember&lt;/a&gt; sampai dengan bulan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;April&quot;&gt;April&lt;/a&gt;. Pada saat tersebut, &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Angin&quot;&gt;angin&lt;/a&gt; &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Barat&quot;&gt;barat&lt;/a&gt; betiup dari Benua &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Asia&quot;&gt;Asia&lt;/a&gt; serta &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Lautan Pasifik&quot;&gt;Lautan Pasifik&lt;/a&gt; banyak mengandung uap air. Musim &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kemarau&quot;&gt;kemarau&lt;/a&gt; terjadi antara bulan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Juli&quot;&gt;Juli&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;September&quot;&gt;September&lt;/a&gt;, pada bulan-bulan tersebut &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Angin&quot;&gt;angin&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Timur&quot;&gt;timur&lt;/a&gt; yang bertiup dari Benua &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Australia&quot;&gt;Australia&lt;/a&gt; sifatnya kering dan kurang mengandung uap air. Khusus pada bulan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;April&quot;&gt;April&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Mei&quot;&gt;Mei&lt;/a&gt;
 di Daerah Kabupaten Buton arah angin tidak menentu, demikian pula 
dengan curah hujan, sehingga pada bulan-bulan ini dikenal sebagai musim 
pancaroba.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pemerintahan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
Wilayah Administrasi &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Pemerintahan Daerah&quot;&gt;Pemerintahan Daerah&lt;/a&gt; &lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Buton&lt;/strong&gt; keadaan tahun &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;2007&quot;&gt;2007&lt;/a&gt;, terdiri dari 21 &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kecamatan&quot;&gt;kecamatan&lt;/a&gt;, terdiri dari:&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Pasarwajo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Wabula&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Wolowa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Siotapina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Lasalimu Selatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Lasalimu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Kapontori&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Batauga&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Sampolawa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Lapandewa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Kadatua&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Siompu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Siompu Barat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Batu Atas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Lakudo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Gu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Sangiawambulu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Mawasangka&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Mawasangka Tengah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Mawasangka Timur&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Talaga Raya&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/316178054489563022/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/09/profil-kabupaten-buton.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/316178054489563022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/316178054489563022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/09/profil-kabupaten-buton.html' title='Profil Kabupaten Buton'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2kXSsRc0oLknVjWhkMyoCRpnYQpTp04Q1nsShiUPgNPUM-wKMyG6vjx3qNmw1kmAyZG0BRHjwst6qZM97UFOJtlOxtE2i2Ees7SDfFLm-UZ0eF9cM-Lk9NOyVhLjN7dA_GS23_tgYB4T5/s72-c/Buton.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-7181262775699042532</id><published>2013-09-10T23:57:00.001-07:00</published><updated>2013-09-10T23:57:11.068-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kendari"/><title type='text'>Profil Kabupaten Kendari</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9Nd8PZiyxlK5smnyRiP0MC3x1b7GB4Xy2XdTzy5JXT8hACVY1xEkzWkfMnpt-yImPfbPJgC3AQMFhTwwCc8nBqDIv5wwfkjkQOPG8bNh9nxMn_-fGYWKinouy4iKTKusRzBohr88ujYmq/s1600/kendari.png&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kendari&lt;/b&gt; adalah ibu kota &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Daftar provinsi Indonesia&quot;&gt;Provinsi&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sulawesi Tenggara&quot;&gt;Sulawesi Tenggara&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Indonesia&quot;&gt;Indonesia&lt;/a&gt;. Kendari diresmikan sebagai &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kotamadya&quot;&gt;kotamadya&lt;/a&gt; (kini &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kota&quot;&gt;kota&lt;/a&gt;) dengan UU RI No. 6 Tahun 1995 tanggal &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;27 September&quot;&gt;27 September&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;1995&quot;&gt;1995&lt;/a&gt;. Kota ini memiliki luas 296,00 km² (29.600 Ha) dan berpenduduk 200.474 jiwa&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sejarah Singkat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penemu, penulis dan pembuat &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Peta&quot;&gt;peta&lt;/a&gt; pertama tentang &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kendari&quot;&gt;Kendari&lt;/a&gt; adalah &lt;b&gt;Vosmaer&lt;/b&gt; (berkebangsaan Belanda) tahun &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;1831&quot;&gt;1831&lt;/a&gt;. Pada tanggal &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;9 Mei&quot;&gt;9 Mei&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;1832&quot;&gt;1832&lt;/a&gt; Vosmaer membangun istana &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Raja&quot;&gt;raja&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Suku Tolaki&quot;&gt;Suku Tolaki&lt;/a&gt; bernama TEBAU di sekitar pelabuhan Kendari dan setiap tanggal &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;9 Mei&quot;&gt;9 Mei&lt;/a&gt; pada waktu itu dan sekarang dirayakan sebagai hari jadi Kota Kendari.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada zaman kolonial &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Belanda&quot;&gt;Belanda&lt;/a&gt; Kendari adalah &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ibukota&quot;&gt;Ibukota&lt;/a&gt; Kewedanan dan Ibukota Onder Afdeling &lt;b&gt;Laiwoi&lt;/b&gt;. Kota Kendari pertama kali tumbuh sebagai &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ibukota&quot;&gt;Ibukota&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kecamatan&quot;&gt;Kecamatan&lt;/a&gt; dan selanjutnya berkembang menjadi &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ibukota&quot;&gt;Ibukota&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabupaten&quot;&gt;Kabupaten&lt;/a&gt;
 Daerah Tingkat II berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959, dengan
 perkembangannya sebagai daerah permukiman, pusat perdagangan dan 
pelabuhan laut antar pulau. Luas kota pada saat itu ± 31.400&amp;nbsp;km².&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan terbitnya &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Perpu&quot;&gt;Perpu&lt;/a&gt; Nomor 2 Tahun 1964 Jo. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964, Kota Kendari ditetapkan sebagai &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ibukota Provinsi&quot;&gt;Ibukota Provinsi&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sulawesi Tenggara&quot;&gt;Sulawesi Tenggara&lt;/a&gt; yang terdiri dari 2 (dua) wilayah &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kecamatan&quot;&gt;kecamatan&lt;/a&gt;, yakni &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kendari, Kendari&quot;&gt;Kecamatan Kendari&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Mandonga, Kendari&quot;&gt;Kecamatan Mandonga&lt;/a&gt; dengan luas Wilayah ± 75,76 Km².&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berdasarkan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Peraturan Pemerintah&quot;&gt;Peraturan Pemerintah&lt;/a&gt; Nomor 19 Tahun 1978, Kendari menjadi &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kota Administratif&quot;&gt;Kota Administratif&lt;/a&gt; yang meliputi tiga wilayah &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kecamatan&quot;&gt;kecamatan&lt;/a&gt; yakni &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kendari, Kendari&quot;&gt;Kecamatan Kendari&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Mandonga, Kendari&quot;&gt;Mandonga&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Poasia, Kendari&quot;&gt;Poasia&lt;/a&gt; dengan 26 &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kelurahan&quot;&gt;kelurahan&lt;/a&gt;
 dan luas wilayah ± 18.790 Ha. Mengingat pertumbuhan dan perkembangan 
Kota Kendari, maka dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1995 
Kota Kendari ditetapkan menjadi &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kota Madya&quot;&gt;Kota Madya&lt;/a&gt; Daerah Tingkat II Kendari, dengan luas &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Wilayah&quot;&gt;wilayah&lt;/a&gt; mengalami perubahan menjadi 296 Km².&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Luas Wilayah dan Topografi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kota Kendari memiliki luas ± 295,89&amp;nbsp;km² atau 0,70 persen dari luas daratan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Provinsi&quot;&gt;Provinsi&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sulawesi Tenggara&quot;&gt;Sulawesi Tenggara&lt;/a&gt;, merupakan dataran yang ber&lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Bukit&quot;&gt;bukit&lt;/a&gt; dan dilewati oleh &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sungai&quot;&gt;sungai&lt;/a&gt;-sungai yang bermuara ke Teluk Kendari sehingga &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Teluk&quot;&gt;teluk&lt;/a&gt; ini kaya akan hasil &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Laut&quot;&gt;lautnya&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Letak Geografi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kota Kendari terletak di jazirah Tenggara Pulau &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sulawesi&quot;&gt;Sulawesi&lt;/a&gt;.
 Wilayah daratannya sebagian besar terdapat di daratan, mengelilingi 
Teluk Kendari dan terdapat satu pulau, yaitu Pulau Bungkutoko, secara 
geografis terletak di bagian selatan garis &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Khatulistiwa&quot;&gt;khatulistiwa&lt;/a&gt;, berada di antara 3º54’30” - 4º3’11” &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Lintang Selatan&quot;&gt;Lintang Selatan&lt;/a&gt; dan 122º23’ - 122º39’ &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Bujur Timur&quot;&gt;Bujur Timur&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
Wilayah Kota Kendari berbatasan dengan:&lt;br /&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sebelah Utara: &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Soropia, Konawe&quot;&gt;Kecamatan Soropia&lt;/a&gt;, Kabupaten Konawe&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebelah Timur: &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Laut Kendari (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Laut Kendari&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebelah Selatan: &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Moramo, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Moramo&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Konda, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Konda&lt;/a&gt;, Kabupaten Konawe Selatan&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebelah Barat: &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ranomeeto, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Ranomeeto&lt;/a&gt;, Kabupaten Konawe Selatan dan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sampara, Konawe&quot;&gt;Kecamatan Sampara&lt;/a&gt;, Kabupaten Konawe&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Keadaan Iklim&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sekitar bulan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;April&quot;&gt;April&lt;/a&gt;,
 arus angin selalu tidak menentu dengan curah hujan yang tidak merata. 
Musim ini dikenal sebagai musim pancaroba atau peralihan antara musim 
hujan dan musim kemarau. Pada bulan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Mei&quot;&gt;Mei&lt;/a&gt; sampai dengan bulan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Agustus&quot;&gt;Agustus&lt;/a&gt;, angin bertiup dari arah timur berasal dari benua &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Australia&quot;&gt;Australia&lt;/a&gt; yang kurang mengandung uap air. Hal ini mengakibatkan kurangnya curah hujan di daerah ini, sehingga terjadi musim &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kemarau&quot;&gt;kemarau&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada bulan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;November&quot;&gt;November&lt;/a&gt; sampai dengan bulan &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Maret&quot;&gt;Maret&lt;/a&gt;, angin bertiup banyak mengandung uap air yang berasal dari benua &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Asia&quot;&gt;Asia&lt;/a&gt; dan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Samudera Pasifik&quot;&gt;Samudera Pasifik&lt;/a&gt;, setelah melewati beberapa lautan. Pada bulan-bulan tersebut di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya biasanya terjadi musim &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Hujan&quot;&gt;hujan&lt;/a&gt;. Menurut data yang ada memberikan indikasi bahwa di Kota Kendari tahun &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt; terjadi 205 hari hujan dengan curah hujan 2.850&amp;nbsp;mm.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Suhu Udara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut data yang diperoleh dari Pangkalan Udara Wolter Monginsidi Kendari, selama tahun &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt;
 suhu udara maksimum 32,83&amp;nbsp;°C dan minimum 19,58&amp;nbsp;°C atau dengan rata-rata
 26,20&amp;nbsp;°C. Tekanan Udara rata-rata 1.010,5 millibar dengan kelembaban 
udara rata-rata 87,67 persen. Kecepatan angin di Kota Kendari selama 
tahun 2005 pada umumnya berjalan normal, mencapai 12,75 m/detik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pemerintahan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Pemerintahan Daerah&quot;&gt;Pemerintahan Daerah&lt;/a&gt;, Kotamadya Daerah Tingkat II Kendari berubah menjadi &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kota&quot;&gt;Kota&lt;/a&gt; Kendari. Berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2003 telah dimekarkan menjadi 10 &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kecamatan&quot;&gt;kecamatan&lt;/a&gt; dengan jumlah &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kelurahan&quot;&gt;kelurahan&lt;/a&gt; setelah pemekaran pada bulan Oktober 2006 sebanyak 64 kelurahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kota Kendari dikepalai oleh seorang &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Walikota&quot;&gt;Walikota&lt;/a&gt;, dalam melaksanakan tugasnya &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Daftar Wali Kota Kendari&quot;&gt;Walikota Kendari&lt;/a&gt;
 dibantu oleh Sekretaris Wilayah Kota yang membawahi beberapa Asisten, 
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dan Inspektorat Wilayah 
Daerah serta dibantu oleh berbagai Instansi Dinas/Vertikal yang 
masing-masing mempunyai lingkup tugas yang berbeda-beda. Di setiap 
kecamatan dan kelurahan, Walikota Kendari mendudukkan masing-masing 
seorang Camat dan seorang Lurah dalam upaya untuk membantu kelancaran 
pelaksanaan pembangunan dan kemasyarakatan sampai ke bawah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Daftar Kecamatan di Kabupaten Kendari&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
Kota Kendari terdiri dari 10 &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kecamatan&quot;&gt;kecamatan&lt;/a&gt; dan 64 &lt;a href=&quot;http://draft.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kelurahan&quot;&gt;kelurahan&lt;/a&gt;, yaitu:&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Abeli, ibukotanya Abeli, terdiri dari 13 kelurahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Baruga, ibukotanya Baruga, terdiri dari 4 kelurahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Kendari, ibukotanya Kandai, terdiri dari 9 kelurahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Kendari Barat, ibukotanya Benu-Benua, terdiri dari 9 kelurahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Mandonga, ibukotanya Mandonga, terdiri dari 6 kelurahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Poasia, ibukotanya Andounohu, terdiri dari 4 kelurahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Kadia, ibukotanya Kadia, terdiri dari 5 kelurahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Wua-Wua, ibukotanya Wua-Wua, terdiri dari 4 kelurahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Kambu, ibukotanya Kambu, terdiri dari 4 kelurahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecamatan Puwatu, ibukotanya Puwatu, terdiri dari 6 kelurahan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/7181262775699042532/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/09/profil-kabupaten-kendari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/7181262775699042532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/7181262775699042532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/09/profil-kabupaten-kendari.html' title='Profil Kabupaten Kendari'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9Nd8PZiyxlK5smnyRiP0MC3x1b7GB4Xy2XdTzy5JXT8hACVY1xEkzWkfMnpt-yImPfbPJgC3AQMFhTwwCc8nBqDIv5wwfkjkQOPG8bNh9nxMn_-fGYWKinouy4iKTKusRzBohr88ujYmq/s72-c/kendari.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-8252482396214817797</id><published>2013-08-28T01:44:00.000-07:00</published><updated>2013-08-30T20:35:42.072-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pupuk Super Tani"/><title type='text'>Cara Pemakaian Pupuk Super Tani</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3eKCB-W_BPbLNh_RqwXOe86AVUqfuEaxnNUcQ4se1kMxDaztRCYu5NRlSQG-5brq4kt_W0gJDNav_oD-LT7t8O2ACZWL6Zxn9gTNn65zYmJtbFZ7ryjq8mXKY8xvmnEKPd116tZSsKc-v/s1600/Aku+cinta+super+Tani.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3eKCB-W_BPbLNh_RqwXOe86AVUqfuEaxnNUcQ4se1kMxDaztRCYu5NRlSQG-5brq4kt_W0gJDNav_oD-LT7t8O2ACZWL6Zxn9gTNn65zYmJtbFZ7ryjq8mXKY8xvmnEKPd116tZSsKc-v/s1600/Aku+cinta+super+Tani.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Cara Pemakaian : &lt;br /&gt;
1. Penggunaan Pupuk Super Tani dengan Urea&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.Dosis Pemupukan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - 25 kg pupuk Super Tani + 4 zak urea/hektar&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Dicampur secara merata&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Dosis yang telah dicampur 2kg/pohon&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.Cara Pemupukan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Sembilunya dibersihkan sekeliling pohon (piringan)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Pada lahan miring sebaiknya digali (tapak kuda)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - 2kg yang telah dicampur ditaburkab pada sekeliling pohon&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Jarak kurang lebih 1 meter secara melingkar pada pangkal pohon&lt;br /&gt;
2. Penggunaan Pupuk Super Tani dengan Cara Tunggal&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.Dosis Pemupukan Standar&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - 25kg/hektar&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - 1 kg untuk 5 pohon sawit produktif&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.Cara Pemupukan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Setelah dibersihkan (piringan)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Dengan cara ditugal&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - 5 lubang disekeliling pohon&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - 2 sendok perlubang&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;CV TEHNIK ENERGI SELEBES Distributor Pupuk Super Tani di Sulawesi Tenggara&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Contact : +6285 399 247 748 &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/8252482396214817797/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/cara-pemakaian-pupuk-super-tani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/8252482396214817797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/8252482396214817797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/cara-pemakaian-pupuk-super-tani.html' title='Cara Pemakaian Pupuk Super Tani'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3eKCB-W_BPbLNh_RqwXOe86AVUqfuEaxnNUcQ4se1kMxDaztRCYu5NRlSQG-5brq4kt_W0gJDNav_oD-LT7t8O2ACZWL6Zxn9gTNn65zYmJtbFZ7ryjq8mXKY8xvmnEKPd116tZSsKc-v/s72-c/Aku+cinta+super+Tani.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-2025003583137937116</id><published>2013-08-28T01:39:00.001-07:00</published><updated>2013-08-30T20:36:17.834-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pupuk Super Tani"/><title type='text'>Keunggulan Pupuk Anorganik</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-6oR25X7III4/UQX46AUY7BI/AAAAAAAAAg4/CM_FQ3LWUsM/s1600/hijau.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-6oR25X7III4/UQX46AUY7BI/AAAAAAAAAg4/CM_FQ3LWUsM/s1600/hijau.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pupuk
 anorganik adalah pupuk yang terbuat dengan proses fisika, kimia, atau 
biologis. pada umumnya pupuk anorganik dibuat oleh pabrik. Bahan bahan 
dalam pembuatan pupuk anorgank berbeda beda, tergantung kandungan yang 
diinginkan. Misalnya unsur hara fosfor terbuat dari batu fosfor, unsure 
hara nitrogen terbuat dari urea. Pupuk anorganik sebagian besar bersifat
 hidroskopis. Hidroskopis adalah kemampuan menyerap air diudara, 
sehingga semakin tinggi higroskopis semakin cepat&amp;nbsp; pupuk mencair.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pupuk
 anorganik sering digunakan oleh petani sejak penerapan ssstem REVOLUSI 
HIJAU pada jaman Soeharto. Akibat dari sistem tersebut, ketergantungan 
pada pupuk anorganik sampai saat ini pada petani. Pupuk anorganik 
mempunyai kelebiahan dan kekurangan yang nyata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kelebihan pupuk anorganik:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Hasil cepat terlihat pada tanaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kandungan unsure hara &amp;nbsp;jelas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mudah pengaplikasian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tidak bau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pengangkutan mudah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kekurangan pupuk anorganik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mengakibatkan residu pada tanah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Penggunaan tidak bijaksana dapat merusak tanah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Harga mahal &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bersifat higroskopis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kelebihan
 kelebihan pupuk anorganik tersebut sudah di ketahui petani di 
Indonesia, tetapi kekurangan pada penggunaan pupuk anorganik hambir 
semua petani di Indonesia belum mengetahui, karena mereka sampai saat 
ini juga masih menggunakan pupuk anorganik secara besar besaran dampak 
tanah-tanah di Indonesia rusak dan ketergantungan pupuk anorganik pada 
petani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Contoh pupuk anorganik yang terkenal di pasaran Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;1.&amp;nbsp; Pupuk Super Tani Indonesia &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Urea&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;                                                  Pupuk Urea mengandung 46% N, bersfat higroskopis tinggi, struktur granular&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;KCL&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   Pupuk KCL mengandug 50% K, bersifat higroskopis sedang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;SP-36&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pupuk ini mengandung 36% P, bersifat higroskopis rendah, berbentuk granular. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;PONSKA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   Pupuk ini mengandung NPK dengan rasi 1: 1 : 1, bersfat higroskopis tinggi, struktur granular&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
 Kandungan unsur hara pupuk anorganik lebih banyak dari pada pupuk 
organik, tetapi penggunaan pupuk ini harus dengan BIJAKSANA, apabila 
tidak akan merusak lingkungan.Daerah pertanian yang terlanjur menggunakan pupuk kimia dapat diatasi dengan menggunakan pupuk anorganik dahulu sebelum menggunakan
 jenis organik. Karena bila langsung menggunak jenis organik proses 
pertumbuhan tanaman memerlukan waktu lama. Disinilah keunggulan Pupuk 
Super Tani Indonesia dapat 
memperbaiki unsur hara tanah yang hilang akibat penggunaan pupuk jenis 
kimia. Pupuk Super Tani Indonesia adalah Solusi Terbaik bagi Petani 
Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;CV TEHNIK ENERGI SELEBES Distributor Pupuk Super Tani di Sulawesi Tenggara&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Contact : +6285 399 247 748 &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/2025003583137937116/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/keunggulan-pupuk-anorganik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/2025003583137937116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/2025003583137937116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/keunggulan-pupuk-anorganik.html' title='Keunggulan Pupuk Anorganik'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-6oR25X7III4/UQX46AUY7BI/AAAAAAAAAg4/CM_FQ3LWUsM/s72-c/hijau.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-3837760739586109559</id><published>2013-08-28T01:11:00.002-07:00</published><updated>2013-08-28T21:44:54.502-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Profil"/><title type='text'>Profil CV Tehnik Energi Selebes</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6g7zqHlGKPS_O-n8PD-keCf4wwhXz0fkH7gU-RJVe3fc-84A_4vA3LYfkUCjhoprJgG8v8x0PjgPWeambVbTHrSpbA7zVfgLO2mYdHm6VYtiK6jbKAq-H__FNg9nhVkyzHMECnxHcnFrK/s1600/logo_tes.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;148&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6g7zqHlGKPS_O-n8PD-keCf4wwhXz0fkH7gU-RJVe3fc-84A_4vA3LYfkUCjhoprJgG8v8x0PjgPWeambVbTHrSpbA7zVfgLO2mYdHm6VYtiK6jbKAq-H__FNg9nhVkyzHMECnxHcnFrK/s320/logo_tes.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;ES-PR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES-PR;&quot;&gt;CV TEHNIK ENERGI SELEBES&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;ES-PR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES-PR;&quot;&gt; adalah perusahaan yang bergerak pada bidang pengembang perumahan,
pengadaan barang &amp;amp; jasa, perkebunan dan peralatannya, perdagangan umum
serta kontraktor, dan telah berdiri sejak tahun 2012&amp;nbsp; dihadapan Notaris M. Asman Amanullah, S.H.
No. 47&amp;nbsp; tanggal 25&amp;nbsp; Juli . 2012&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-PR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES-PR;&quot;&gt;Berdirinya
perusahaan &lt;b&gt;CV TEHNIK ENERGI SELEBES&lt;/b&gt; berawal
dari bisnis pengadaan, seiring dengan perkembangannya maka dengan dibantu
tenaga-tenaga yang professional dan berpengalaman dibidangnya masing-masng,
sehingga saat ini telah membuka kesempatan untuk mengembangkan usaha dibidang
lain, pengembang perumahan, baik rumah sederhana maupun real estate di seluruh
wilayah nusantara, dan tidak menutup untuk bekerjasama atau bermitra dengan
perusahaan manapun dengan visi misi yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;ES-PR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES-PR;&quot;&gt;CV TEHNIK ENERGI SELEBES&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;ES-PR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;telah banyak
berperan serta pada pembangunan daearah khususnya dibidang pertanian,dan&amp;nbsp; perkebunan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;VISI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Terbangunnya &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;ES-PR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES-PR;&quot;&gt;CV TEHNIK ENERGI SELEBES&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;ES-PR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;adalah bentuk perwujudan dari visi kami untuk dapat&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;ikut serta&amp;nbsp; mengisi pembangunan di bidang &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;pertanian,
perkebunan dan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;pengadaan
barang dan jasa lainnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0.0001pt 26.95pt; text-indent: -26.95pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;MISI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Memberikan pelayanan serta kebutuhan
masyarakat, instansi, dan perusahaan-perusahaan terkait dengan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; kebutuhan alat-alat &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;perkebunan dan pertanian&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; untuk semua sektor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;&quot;&gt;Data Perusahaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoNormalTable&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; margin-left: .75pt; mso-table-layout-alt: fixed; width: 100%px;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: .54%;&quot; width=&quot;0%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 41.86%;&quot; width=&quot;41%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Nama
  &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Perusahaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Direktris&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 57.6%;&quot; width=&quot;57%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; &lt;b&gt;CV TEHNIK ENERGI SELEBES&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;:&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Agustan, S.E.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: .54%;&quot; width=&quot;0%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 41.86%;&quot; width=&quot;41%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;lamat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 57.6%;&quot; width=&quot;57%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;PT-BR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: PT-BR;&quot;&gt;:&amp;nbsp; -&lt;br /&gt;
  &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: .54%;&quot; width=&quot;0%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 41.86%;&quot; width=&quot;41%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Nomor Telep&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;hone &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 57.6%;&quot; width=&quot;57%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:- +6285 399 24 7748&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: .54%;&quot; width=&quot;0%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 41.86%;&quot; width=&quot;41%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Nomor &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Facsimile &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 57.6%;&quot; width=&quot;57%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: .54%;&quot; width=&quot;0%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 41.86%;&quot; width=&quot;41%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;E-Mail
  Address&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 57.6%;&quot; width=&quot;57%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: .54%;&quot; width=&quot;0%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 41.86%;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;41%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Website&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 57.6%;&quot; width=&quot;57%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; www.tehnikenergiselebes.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: .54%;&quot; width=&quot;0%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 41.86%;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;41%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Contact&amp;nbsp; Person&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 57.6%;&quot; width=&quot;57%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0.0001pt 32.25pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
Aguslan +6285 399 24 7748&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0.0001pt 32.25pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: .54%;&quot; width=&quot;0%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 41.86%;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;41%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 57.6%;&quot; width=&quot;57%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: .54%;&quot; width=&quot;0%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 41.86%;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;41%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 57.6%;&quot; width=&quot;57%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: .54%;&quot; width=&quot;0%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 41.86%;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;41%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 57.6%;&quot; width=&quot;57%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 41.86%;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;41%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0.0001pt 3.75pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Badan Hukum Perusahaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 57.6%;&quot; width=&quot;57%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; M. ASMAN AMANULLAH, S.H. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; No.47 tgl 25 Juli 2012&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border: none; mso-cell-special: placeholder; padding: 0in 0in 0in 0in;&quot; width=&quot;0%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 41.86%;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;41%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0.0001pt 3.75pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-PR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES-PR;&quot;&gt;SIUP (Surat Ijin Usaha&amp;nbsp; Perdagangan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0.0001pt 3.75pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-PR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES-PR;&quot;&gt;Masa Berlaku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0.0001pt 3.75pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-PR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES-PR;&quot;&gt;TDP (Tanda Daftar Perusahaan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0.0001pt 3.75pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Masa Berlaku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 57.6%;&quot; width=&quot;57%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;: -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; - &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; -&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border: none; mso-cell-special: placeholder; padding: 0in 0in 0in 0in;&quot; width=&quot;0%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 41.86%;&quot; width=&quot;41%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0.0001pt 3.75pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;NPWP&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 57.6%;&quot; width=&quot;57%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; No. 01.233.129.0-815.000&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; -&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border: none; mso-cell-special: placeholder; padding: 0in 0in 0in 0in;&quot; width=&quot;0%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 41.86%;&quot; width=&quot;41%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;Bidang Usaha&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 57.6%;&quot; width=&quot;57%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-PR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES-PR;&quot;&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; Perkebunan &amp;amp; Peralatan Pertanian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-PR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES-PR;&quot;&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; Perdagangan Umum &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;ES-PR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: ES-PR;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;:&amp;nbsp; Kontraktor&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;
  Supplier &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border: none; mso-cell-special: placeholder; padding: 0in 0in 0in 0in;&quot; width=&quot;0%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 41.86%;&quot; width=&quot;41%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Bank &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Account Number&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;padding: .75pt .75pt .75pt .75pt; width: 57.6%;&quot; width=&quot;57%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp; -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border: none; mso-cell-special: placeholder; padding: 0in 0in 0in 0in;&quot; width=&quot;0%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height=&quot;0&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border: none;&quot; width=&quot;7&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border: none;&quot; width=&quot;310&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border: none;&quot; width=&quot;3&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border: none;&quot; width=&quot;429&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border: none;&quot; width=&quot;3&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;MITRA BISNIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0in;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;CV RESKI SURYA PRIMA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;CV CITRA BONE MANDIRI&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/3837760739586109559/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/profil-cv-tehnik-energi-selebes.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/3837760739586109559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/3837760739586109559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/profil-cv-tehnik-energi-selebes.html' title='Profil CV Tehnik Energi Selebes'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6g7zqHlGKPS_O-n8PD-keCf4wwhXz0fkH7gU-RJVe3fc-84A_4vA3LYfkUCjhoprJgG8v8x0PjgPWeambVbTHrSpbA7zVfgLO2mYdHm6VYtiK6jbKAq-H__FNg9nhVkyzHMECnxHcnFrK/s72-c/logo_tes.png" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-3140373882547627728</id><published>2013-08-28T00:48:00.002-07:00</published><updated>2013-08-28T01:27:22.024-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Profil"/><title type='text'>Distributor Tunggal Pupuk Super Tani di Sulawesi Tenggara</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvGvDZfEPEw-BhBCD0UGofu7f-3f1G2nHPtcSB7Gh8gyAmclR6uhDMEg7j2b3iAuesA_BcUxTV81BWtCqxAJyGE_ggArVrVCBn12Jz1KRgY7RGrl6tUlaCpzT8NnFfRjSbKnHL2EIIlHYx/s1600/logo_tes.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;148&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvGvDZfEPEw-BhBCD0UGofu7f-3f1G2nHPtcSB7Gh8gyAmclR6uhDMEg7j2b3iAuesA_BcUxTV81BWtCqxAJyGE_ggArVrVCBn12Jz1KRgY7RGrl6tUlaCpzT8NnFfRjSbKnHL2EIIlHYx/s320/logo_tes.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
CV Tehnik Energi Selebes adalah distributor Tunggal Pupuk Super Tani di Sulawesi Tenggara&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3eKCB-W_BPbLNh_RqwXOe86AVUqfuEaxnNUcQ4se1kMxDaztRCYu5NRlSQG-5brq4kt_W0gJDNav_oD-LT7t8O2ACZWL6Zxn9gTNn65zYmJtbFZ7ryjq8mXKY8xvmnEKPd116tZSsKc-v/s1600/Aku+cinta+super+Tani.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3eKCB-W_BPbLNh_RqwXOe86AVUqfuEaxnNUcQ4se1kMxDaztRCYu5NRlSQG-5brq4kt_W0gJDNav_oD-LT7t8O2ACZWL6Zxn9gTNn65zYmJtbFZ7ryjq8mXKY8xvmnEKPd116tZSsKc-v/s1600/Aku+cinta+super+Tani.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/3140373882547627728/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/distributor-tunggal-pupuk-super-tani-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/3140373882547627728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/3140373882547627728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/distributor-tunggal-pupuk-super-tani-di.html' title='Distributor Tunggal Pupuk Super Tani di Sulawesi Tenggara'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvGvDZfEPEw-BhBCD0UGofu7f-3f1G2nHPtcSB7Gh8gyAmclR6uhDMEg7j2b3iAuesA_BcUxTV81BWtCqxAJyGE_ggArVrVCBn12Jz1KRgY7RGrl6tUlaCpzT8NnFfRjSbKnHL2EIIlHYx/s72-c/logo_tes.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-4885208239825906714</id><published>2013-08-28T00:36:00.003-07:00</published><updated>2013-08-28T00:36:26.251-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Konawe Selatan"/><title type='text'>Profil Kabupaten Konawe Selatan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSAMA38OZjycz81xThdjV_36NbpBqbm31SxTj0mBYUDL7lJV3nxMOSVls3OBPTJQdyP3jsdJ19GhWtcJmTz0C80ftEvJpeDwx4_oWDVYPvgS8UriwnQ9UZ-RKBCYKya5CRRNI26Wa3p8-f/s1600/konawe+selatan.png&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kabupaten Konawe Selatan&lt;/b&gt; adalah salah satu &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Daerah Tingkat II&quot;&gt;Daerah Tingkat II&lt;/a&gt; di &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Provinsi&quot;&gt;provinsi&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sulawesi Tenggara&quot;&gt;Sulawesi Tenggara&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Indonesia&quot;&gt;Indonesia&lt;/a&gt;. &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ibukota&quot;&gt;Ibukota&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabupaten&quot;&gt;kabupaten&lt;/a&gt; ini terletak di &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Andoolo, Konawe Selatan&quot;&gt;Andoolo&lt;/a&gt;. Kabupaten ini berasal dari hasil pemekaran Kabupaten &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kendari&quot;&gt;Kendari&lt;/a&gt; yang disahkan dengan UU Nomor 4 tahun 2003, tanggal &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;25 Februari&quot;&gt;25 Februari&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2003&quot;&gt;2003&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;PDRB tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2004&quot;&gt;2004&lt;/a&gt; atas dasar &lt;b&gt;harga berlaku&lt;/b&gt; mencapai Rp. 881.073.86,- juta atau naik sebesar 19,42% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp. 737.798,75,- juta. Atas dasar &lt;b&gt;harga konstan&lt;/b&gt; &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2000&quot;&gt;2000&lt;/a&gt;, PDRB tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2004&quot;&gt;2004&lt;/a&gt; adalah sebesar Rp. 632.029,93,- juta atau naik sekitar 11,25% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp. 568.115,87,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;PDRB perkapita atas dasar &lt;b&gt;harga berlaku&lt;/b&gt; meingkat dari Rp. 3.282.490,17,- pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2003&quot;&gt;2003&lt;/a&gt; menjadi Rp. 3.520.394.84,- pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2004&quot;&gt;2004&lt;/a&gt; atau meningkat sebesar 7,25%, sementara atas dasar &lt;b&gt;harga konstan&lt;/b&gt; naik dari Rp. 2.525.321.68,- pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2004&quot;&gt;2004&lt;/a&gt; menjadi Rp. 2.525.321,68,- pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2003&quot;&gt;2003&lt;/a&gt; atau menurun 0,09%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table class=&quot;infobox geography vcard&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Provinsi&quot;&gt;Provinsi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Sulawesi Tenggara&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;hiddenStructure-&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;
&lt;td&gt;&lt;b&gt;Dasar hukum&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;hiddenStructure-&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;
&lt;td&gt;&lt;b&gt;Tanggal&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;hiddenStructure[[Andoolo, Konawe Selatan|Andoolo]]&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;
&lt;td&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ibu kota&quot;&gt;Ibu kota&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Andoolo&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot;&gt;&lt;b&gt;Pemerintahan&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;hiddenStructure[[Bupati]]&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;
&lt;td&gt;&amp;nbsp;-&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Bupati&quot;&gt;Bupati&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Drs. H. Imran, M.Si.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;hiddenStructureRp. 538.654.988.000.-&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;
&lt;td&gt;&amp;nbsp;-&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Dana Alokasi Umum&quot;&gt;DAU&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Rp. 538.654.988.000.-&lt;sup&gt;(2013)&lt;/sup&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;b&gt;Luas&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;4.514,21 km&lt;small&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/small&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot;&gt;&lt;b&gt;Populasi&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&amp;nbsp;-&amp;nbsp;Total&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;231.534 jiwa &lt;sup&gt;(2005)&lt;/sup&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&amp;nbsp;-&amp;nbsp;Kepadatan&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;51,29 jiwa/km&lt;small&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/small&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot;&gt;&lt;b&gt;Demografi&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;hiddenStructure040x&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;
&lt;td&gt;&amp;nbsp;-&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Daftar kode telepon di Indonesia&quot;&gt;Kode area telepon&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;040x&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot;&gt;&lt;b&gt;Pembagian administratif&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&amp;nbsp;-&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kecamatan&quot;&gt;Kecamatan&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;11&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&amp;nbsp;-&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kelurahan&quot;&gt;Kelurahan&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;296&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;hiddenStructurehttp://konselkab.go.id/&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;
&lt;td&gt;&amp;nbsp;-&amp;nbsp;&lt;b&gt;Situs web&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;http://konselkab.go.id/&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Letak_Geografis&quot;&gt;Letak Geografis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kabupaten Konawe Selatan secara geografis terletak di bagian selatan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Khatulistiwa&quot;&gt;khatulistiwa&lt;/a&gt;, melintang dari &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Utara&quot;&gt;utara&lt;/a&gt; ke &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Selatan&quot;&gt;selatan&lt;/a&gt; antara 3.58° dan 4.31° &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Lintang Selatan&quot;&gt;Lintang Selatan&lt;/a&gt;, membujur dari &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Barat&quot;&gt;barat&lt;/a&gt; ke &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Timur&quot;&gt;timur&lt;/a&gt; antara 121°58’ dan 123°16 &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Bujur Timur&quot;&gt;Bujur Timur&lt;/a&gt;, berbatasan dengan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;table class=&quot;wikitable&quot; style=&quot;margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Utara&quot;&gt;Utara&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabupaten Konawe&quot;&gt;Kabupaten Konawe&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kota Kendari&quot;&gt;Kota Kendari&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Selatan&quot;&gt;Selatan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabupaten Muna&quot;&gt;Kabupaten Muna&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabupaten Bombana&quot;&gt;Kabupaten Bombana&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Barat&quot;&gt;Barat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabupaten Kolaka&quot;&gt;Kabupaten Kolaka&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Timur&quot;&gt;Timur&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Laut Banda&quot;&gt;Laut Banda&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Laut Maluku&quot;&gt;Laut Maluku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Luas_Wilayah&quot;&gt;Luas Wilayah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Luas wilayah Kabupaten Konawe Selatan adalah 451.421 ha atau 11.83% 
dari luas wilayah daratan Sulawesi Tenggara, sedangkan luas wilayah 
perairan (laut) lebih dari 9.268 km2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pemerintahan&quot;&gt;Pemerintahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Bupati Kabupaten Konawe Selatan saat ini adalah &lt;b&gt;Drs. H. Imran, M.Si.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Wilayah_Administrasi&quot;&gt;Wilayah Administrasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kabupaten Konawe Selatan terdiri dari 22 kecamatan dengan 286 desa 
dan 10 kelurahan. Kecamatan yang ada di Konawe Selatan adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;-moz-column-count: 2; -moz-column-gap: 10px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Andoolo, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Andoolo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Buke, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Buke&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Angata, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Angata&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kolono, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Kolono&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Konda, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Konda&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Lainea, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Lainea&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Landono, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Landono&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Laonti, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Laonti&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Moramo, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Moramo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Palangga, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Palangga&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ranomeeto, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Ranomeeto&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Tinanggea, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Tinanggea&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Lalembuu, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Lalembuu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Baito, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Baito&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Benua, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Benua&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Basala, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Basala&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Mowila, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Mowila&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ranomeeto Barat, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Ranomeeto Barat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Wolasi, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Wolasi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Laeya, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Laeya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Palangga Selatan, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Palangga Selatan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Moramo Utara, Konawe Selatan&quot;&gt;Kecamatan Moramo Utara&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pemerintahan_Desa&quot;&gt;Pemerintahan Desa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dari 296 &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Desa&quot;&gt;desa&lt;/a&gt;/&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kelurahan&quot;&gt;kelurahan&lt;/a&gt;
 yang terdapat di Konawe Selatan sejumlah 211 (71,28%) masuk klasifikasi
 desa swadaya mula dan 85 sisanya (28,72%) desa swadaya madya. Menurut 
kategori perkembangan LPM, 164 (55,41%) berkategori I, 1,84 (28,38%) 
berkategori II dan 48 (16,21%) berkategori III.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pemilihan_Umum&quot;&gt;Pemilihan Umum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Pemilu&quot;&gt;Pemilu&lt;/a&gt; tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2009&quot;&gt;2009&lt;/a&gt; Kabupaten Konawe Selatan menghasilkan wakil-wakil rakyat sebanyak 30 orang dengan komposisi sebagai berikut: fraksi &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Demokrat (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Demokrat&lt;/a&gt; memperoleh 7 kursi atau 23,33 persen, fraksi &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Golkar&quot;&gt;Golkar&lt;/a&gt;
 memperoleh 5 kursi atau 16,67 persen dan sisanya PKS serta PAN meraih 
empat kursi, sementara PKB, PPP dan Partai Hanura memperoleh dua kursi, 
selain itu PNBKI, PDI-P, PPI dan PBB masing-masing meraih satu kursi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dari 30 kursi yang disediakan, 3 kursi (10,00 persen) diantaranya 
adalah perempuan yang keseluruhannya berasal dari partai Demokrat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Penduduk_dan_Tenaga_Kerja&quot;&gt;Penduduk dan Tenaga Kerja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Jumlah_dan_Laju_Pertumbuhan&quot;&gt;Jumlah dan Laju Pertumbuhan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Berdasarkan hasil registrasi &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Penduduk&quot;&gt;penduduk&lt;/a&gt; tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt;
 penduduk berjumlah 231.534 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,71
 persen per tahun atau sedikit lebih rendah dari pertumbuhan penduduk 
dalam dasawarsa 1980-1990, yaitu sekitar 4,37 persen, juga lebih rendah 
jika dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk Sulawesi Tenggara dalam 
kurun waktu yang sama, yaitu sebesar 2,86 persen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Kepadatan_dan_Rasio_Penduduk&quot;&gt;Kepadatan dan Rasio Penduduk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Secara umum kepadatan penduduk mengalami penurunan dari 51,7 jiwa per kilometer persegi pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2004&quot;&gt;2004&lt;/a&gt; menjadi 51,3 jiwa pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dari 231.534 jiwa penduduk kabupaten Konawe Selatan, 51,44 persen atau 119.111 jiwa adalah &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Laki-laki&quot;&gt;laki-laki&lt;/a&gt; dan 48,56 persen atau 112.423 jiwa adalah &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Perempuan&quot;&gt;perempuan&lt;/a&gt;. Berarti rasio jenis kelamin (&lt;i&gt;sex ratio&lt;/i&gt;) penduduk adalah sebesar 106 yang artinya dalam setiap 206 penduduk terdapat 100 penduduk perempuan dan 106 penduduk laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Ketenagakerjaan&quot;&gt;Ketenagakerjaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Berdasarkan hasil sensus tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt;,
 penduduk yang berusia 10 tahun keatas sekitar 75,09 persen atau 173.742
 jiwa, terdiri dari angkatan kerja yang meliputi bekerja sebesar 59,85 
persen dan mencari kerja sebesar 40,15 persen atau 69.759 jiwa. Jumlah 
pencari kerja yang terdaftar pada dinas tenaga kerja dan transmigrasi 
tahun 2005 sebanyak 2.764 jiwa. Dari 2.764 jiwa pencari kerja, 1.326 
jiwa atau sekitar 47,97 persen berpendidikan SLTA, 954 jiwa atau sekitar
 34,52 persen berpendidikan sarjana ke atas, 467 jiwa atau sekitar 16,90
 persen berpendidikan DIII/sarjana muda dan untuk tingkat pendidikan 
yang lainnya masing-masing dibawah 10 persen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Sosial&quot;&gt;Sosial&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pendidikan&quot;&gt;Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tahun ajaran 2004/2005 tercatat sebanyak 74 buah &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;TK&quot;&gt;TK&lt;/a&gt;
 dengan 116 orang guru dan 2.122 orang murid. Berarti rasio guru per 
sekolah sebesar 1,6 (dalam 10 buah TK terdapat 16 orang guru), rasio 
murid per guru sebesar 18,3 (satu guru 18 orang murid).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tahun ajaran 2004/2005 tercatat sebanyak 310 buah &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;SD&quot;&gt;SD&lt;/a&gt;
 dengan 1.492 orang guru dan 35.815 orang murid. Rasio guru per sekolah 
sebesar 4,8 (sekitar dua belas orang guru per sekolah) dan rasio murid 
perguru 24,0 (rata-rata satu guru untuk 24 murid).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tingkat &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;SLTP&quot;&gt;SLTP&lt;/a&gt;
 tercatat 50 buah sekolah dengan 660 orang guru dan 10.891 orang murid. 
Rasio guru per sekolah sebesar 13,2 dan rasio murid per guru sebesar 
16,5.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tahun anggaran 2004/2005 terdapat 25 buah &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;SLTA&quot;&gt;SLTA&lt;/a&gt;
 dengan 304 orang guru dan 4.944 orang murid. Dengan demikian rasio guru
 per sekolah 12,2 (rata rata 12 guru per sekolah) dan rasio murid per 
guru 16,3 (satu guru untuk 16 murid).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Kesehatan_dan_Keluarga_Berencana&quot;&gt;Kesehatan dan Keluarga Berencana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt;, selain tersedia 17 &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Puskesmas&quot;&gt;Puskesmas&lt;/a&gt;
 yang tersebar di 11 kecamatan, agar pelayanan dapat seluruh lapisan 
msyarakat juga telah dibangun 59 Puskesmas Pembantu serta 342 Posyandu. 
Pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt; terdapat 18 orang &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Dokter&quot;&gt;dokter&lt;/a&gt; umum atau rata-rata 5 dokter untuk tiga kecamatan, 3 orang &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Dokter&quot;&gt;dokter&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Gigi&quot;&gt;gigi&lt;/a&gt; atau rata-rata 1 dokter untuk tiga hingga empat kecamatan, 66 orang &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Bidan&quot;&gt;bidan&lt;/a&gt; atau rata-rata enam orang per kecamatan dan 61 &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Perawat&quot;&gt;perawat&lt;/a&gt; atau rata-rata sebelas orang untuk dua kecamatan. Pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt;, klinik &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;KB&quot;&gt;KB&lt;/a&gt; berjumlah 29 buah untuk melayani 44.405 orang pasangan usia subur (PUS). Jumlah akseptor mencapai 29.818 pasang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Agama&quot;&gt;Agama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt;, dari 231.534 jiwa penduduk kabupaten Konawe Selatan 212.535 (91,79 persen) beragama &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Islam&quot;&gt;Islam&lt;/a&gt;, 3,377 (1,46 persen) beragama Kristen &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Protestan&quot;&gt;Protestan&lt;/a&gt;, 4.166 (1,78 persen) beragama Kristen &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Katolik&quot;&gt;Katolik&lt;/a&gt;, 11.236 (4,85 persen) beragama &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Hindu&quot;&gt;Hindu&lt;/a&gt; dan 240 (0,10 persen) agama &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Budha&quot;&gt;Budha&lt;/a&gt;. Telah dibagun 323 buah &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Masjid&quot;&gt;masjid&lt;/a&gt;, 42 buah mushollah, 28 buah langgar, 11 buah &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Gereja katolik&quot;&gt;gereja katolik&lt;/a&gt;, 34 buah &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Gereja&quot;&gt;gereja&lt;/a&gt; &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Protestan&quot;&gt;protestan&lt;/a&gt;, 23 pura dan 3 buah &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Wihara&quot;&gt;wihara&lt;/a&gt;. Jumlah jemaah &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Haji&quot;&gt;haji&lt;/a&gt; dari dalam tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt; tercatat 34 orang, terdiri dari 7 orang laki laki dan 27 orang perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Sosial_Lainnya&quot;&gt;Sosial Lainnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt;
 terdapat panti asuhan dengan kapasitas tampung 542 orang, sementara 
anak asuh yang tercatat sebanyak 246 orang. Peristiwa bencana alam yang 
terjadi selama tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt; sebanyak 56 peristiwa yang terdiri dari banjir 3 kali, kebakaran 1 kali dan angin topan 52 kali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Ekonomi&quot;&gt;Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pertanian_dan_Perkebunan&quot;&gt;Pertanian dan Perkebunan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Produksi &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Padi&quot;&gt;padi&lt;/a&gt; tercatat sebanyak 66,610 ton atau naik 19,26 persen, &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ubi kayu&quot;&gt;ubi kayu&lt;/a&gt; 12.437 ton atau naik 5,41 persen, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kacang hijau&quot;&gt;kacang hijau&lt;/a&gt; 160 ton atau naik 21,21 persen, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kacang&quot;&gt;kacang&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kedelai&quot;&gt;kedelai&lt;/a&gt;
 1.669 ton atau naik 21,03 persen dan ubi jalar 2.022 ton atau naik 
55,18 persen, jagung 3.919 ton atau turun 4,26 persen dan kacang tanah 
312 ton atau naik 6,49 persen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Produksi &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Buah-buahan&quot;&gt;buah-buahan&lt;/a&gt; pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt;, tercatat sebagai berikut: &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Mangga&quot;&gt;mangga&lt;/a&gt; sebanyak 6.158 kuintal, langsat 3.654 kuintal, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Pisang&quot;&gt;pisang&lt;/a&gt; 25.746 kuintal, &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Nenas&quot;&gt;nenas&lt;/a&gt; 1.141 kuintal, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Rambutan&quot;&gt;rambutan&lt;/a&gt; 2.648 kuintal, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Pepaya&quot;&gt;pepaya&lt;/a&gt; 1.168 kuintal, langsat 20.367 kuintal, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Durian&quot;&gt;durian&lt;/a&gt; 4.138 kuintal, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Nangka&quot;&gt;nangka&lt;/a&gt; 10.451 kuintal dan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Jambu&quot;&gt;jambu&lt;/a&gt; air 1.984 kuintal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Produksi &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kacang&quot;&gt;kacang&lt;/a&gt; panjang 5.131 kuintal, terung 2.748 kuintal, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Tomat&quot;&gt;tomat&lt;/a&gt; 2,103 kuintal, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kangkung&quot;&gt;kangkung&lt;/a&gt; 10.577 kuintal, &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Cabe&quot;&gt;cabe&lt;/a&gt; rawit 3.766 kuintal, &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ketimun&quot;&gt;ketimun&lt;/a&gt; 8.076 kuintal, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sawi&quot;&gt;sawi&lt;/a&gt; 9.135 kuintal dan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Bawang&quot;&gt;bawang&lt;/a&gt; daun 838.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Produksi jenis tanaman perkebunan terbesar adalah &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kakao&quot;&gt;kakao&lt;/a&gt; 69.987 ton, dan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Jambu&quot;&gt;jambu&lt;/a&gt; mete 5.161 ton. &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Lada&quot;&gt;Lada&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kelapa&quot;&gt;kelapa&lt;/a&gt; masing-masing 1.022 ton dan 2.590 ton. jenis tanaman lainnya mempunyai produksi dibawah 1000 ton.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Peternakan&quot;&gt;Peternakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Populasi ternak besar dan kecil seperti &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sapi&quot;&gt;sapi&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kerbau&quot;&gt;kerbau&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kuda&quot;&gt;kuda&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kambing&quot;&gt;kambing&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Domba&quot;&gt;domba&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Babi&quot;&gt;babi&lt;/a&gt; pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt; berturut-turut tercatat sebanyak 63.036 ekor, 393 ekor, 16 ekor, 5.556 ekor, 33 ekor dan 8.016 ekor. Dibanding dengan tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2004&quot;&gt;2004&lt;/a&gt; berturut-turut tercatat sebesar 54.120 ekor, 595 ekor, 13 ekor, 10,702 ekor, 0 ekor dan 7.404 ekor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Populasi unggas selama tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt; tercatat &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ayam&quot;&gt;ayam&lt;/a&gt; kampung 1.269.917 ekor, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ayam&quot;&gt;ayam&lt;/a&gt; ras 24.200 ekor, dan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Itik&quot;&gt;itik&lt;/a&gt;
 manila 56.570 ekor. Dibanding tahun sebelumnya ayam buras meningkat 
214.942 ekor (20.37 persen), ayam ras meningkat 6.700 ekor atau (38,29 
persen) dan itik manila turun 25.312 ekor (30,85 persen).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Perikanan&quot;&gt;Perikanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jumlah armada &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Perahu&quot;&gt;perahu&lt;/a&gt;/&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kapal&quot;&gt;kapal&lt;/a&gt; yang digunakan untuk penangkapan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Ikan&quot;&gt;ikan&lt;/a&gt; tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt;
 tercatat sebanyak 2.702 unit. Sebagai besar berupa perahu tidak 
bermotor 71,95 persen atau 1.944 unit, motor tempel sebesar 26,02 persen
 (703 unit) dan kapal motor sebesar 2,04 persen atau 55 unit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Produksi perikanan selama tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt;
 sebesar 19.607 ton dengan nilai 165.292,05 juta rupiah terdiri atas 
hasil budidaya 11.383,1 ton dengan nilai 45.752 juta rupiah serta hasil 
penangkapan di laut dan perairan umum sebanyak 8.224 ton dengan nilai 
24.371 juta rupiah, dibanding dengan tahun 2004 yang berjumlah 20.994 
ton dengan nilai 165.292,05 juta rupiah, terdiri atas hasil budidaya 
1.474,2 ton dengan nilai 31.707,05 juta rupiah serta hasil pengkapan di 
laut dan perairan umum sebayak 19.519,8 ton dengan nilai 133.585 juta 
rupiah.potensi perairan yang dimiliki daerah secara garis besar belum 
dikelola secara maksimal...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Industri&quot;&gt;Industri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt; jumlah usaha &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Industri&quot;&gt;industri&lt;/a&gt;
 kecil/kerajinan rumah tangga sebanyak 961 unit yang menyerap 5.966 
orang tenaga kerja, terdiri dari 814 unit industri kecil formal dengan 
5.054 orang tenaga kerja dan 147 unit industri kecil non formal dengan 
912 orang tenaga kerja. Dari 961 unit industri kecil tersebut 
menghasilkan produksi sebesar Rp. 52.916 juta, masing-masing Rp. 44.820 
juta dan Rp. 8.096 juta dari industri kecil formal dan non formal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Perdagangan&quot;&gt;Perdagangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Volume ekspor tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2004&quot;&gt;2004&lt;/a&gt; mencapai US$ 18.858.214. Sekitar 52,89% atau sebesar US$ 9.974.613 adalah hasil &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Pertanian&quot;&gt;pertanian&lt;/a&gt;, 46,90% atau US$ 8.845.567 merupakan hasil &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kayu&quot;&gt;kayu&lt;/a&gt; dan 0,20% atau US$ 38.034 merupakan hasil &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Rotan&quot;&gt;rotan&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Jepang&quot;&gt;Jepang&lt;/a&gt; merupakan negara tujuan ekspor utama yang nilainya mencapai US$ 9.694.965, kemudian diikuti oleh &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Malaysia&quot;&gt;Malaysia&lt;/a&gt; yang mencapai US$ 2.240.683, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Thailand&quot;&gt;Thailand&lt;/a&gt; US$ 2.012, &lt;i&gt;lain-lain 1&lt;/i&gt; mencapai US$ 135.632 dan &lt;i&gt;lain-lain 2&lt;/i&gt; sebesar US$ 3.122.576.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Nilai perdagangan antar pulau selama &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2002&quot;&gt;2002&lt;/a&gt; mencapai Rp. 84.279,69 juta atau naik sekitar 43,9% dari tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2001&quot;&gt;2001&lt;/a&gt; yang mencapai Rp. 58.871,4 juta sebagian besar (88,27%) merupakan komoditas &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Perkebunan&quot;&gt;perkebunan&lt;/a&gt;. Tingginya kontribusi sub sektor ini utamanya ditunjang oleh perdagangan biji &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kakao&quot;&gt;kakao&lt;/a&gt; sebesar 73,96% dari total nilai perdagangan. Kontribusi sektor industri baru sebesar 10,45% dan sub sektor kehutanan 1,27%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Transportasi_dan_Komunikasi&quot;&gt;Transportasi dan Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Panjang_Jalan&quot;&gt;Panjang Jalan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Panjang jalan tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt;
 tercatat sebesar 992,5 km yang terdiri dari jalan negara sepanjang 
111,6 km atau 11,24%, jalan provinsi 262,4 km atau 26,44% dan jalan 
kabupaten 618,5 km atau 62,32%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Menurut jenis permukaan, jalan beraspal 396,8 km atau 39,5%, jalan 
kerikil sepanjang 483,4 km atau 48,71% permukaan tanah 62,5 km atau 
6,30% dan tidak dirinci 49,8 km atau 5,02%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Angkutan_Udara&quot;&gt;Angkutan Udara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Bandar udara&quot;&gt;Bandar udara&lt;/a&gt; &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Haluoleo (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Haluoleo&lt;/a&gt;
 Kendari berada di wilayah Kabupaten Konawe Selatan. Fasilitas ini dapat
 digunakan untuk lebih meningkatkan sumber PAD. Selama tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt; jumlah &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Pesawat&quot;&gt;pesawat&lt;/a&gt;
 yang tiba dan berangkat sebanyak 1.205 kali, sedangkan penumpang yang 
tiba sebanyak 125.886 orang dan berangkat sebanyak 125.184 orang. Untuk 
lalu lintas barang/kargo yang dibongkar 1.034.809 kg dan dimuat sebanyak
 975.382 kg, bagasi yang dibongkar 1.274.319 kg dan dimuat 936.904 kg, 
sedangkan pos paket yang dibongkar sebanyak 3.092 kg dan dimuat tidak 
ada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pos_dan_Telekomunikasi&quot;&gt;Pos dan Telekomunikasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Fasilitas fisik Pos dan Giro tersebut meliputi Kantor Pos dan Giro, 
Kantor Pos Pembantu, Pos Keliling Desa, Rumah Pos dan Bis Surat. Pada 
tahun 2005 tercatat 7 kantor pos dan giro pembantu, 9 unit pos keliling 
desa, 6 rumah pos dan 11 unit bis surat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/4885208239825906714/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/profil-kabupaten-konawe-selatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/4885208239825906714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/4885208239825906714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/profil-kabupaten-konawe-selatan.html' title='Profil Kabupaten Konawe Selatan'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSAMA38OZjycz81xThdjV_36NbpBqbm31SxTj0mBYUDL7lJV3nxMOSVls3OBPTJQdyP3jsdJ19GhWtcJmTz0C80ftEvJpeDwx4_oWDVYPvgS8UriwnQ9UZ-RKBCYKya5CRRNI26Wa3p8-f/s72-c/konawe+selatan.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-5071771944929701223</id><published>2013-08-28T00:24:00.001-07:00</published><updated>2013-08-28T00:24:31.706-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bombana"/><title type='text'>Profil Kabupaten Bombana</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUITI9treJN2D6uLOjUV9gFtaYUcg43Ti_iUqGbKnyvnt6j8JBU1h1oGwOyNPJi3fpYR_XiEv8I7ReTIEiCeLvM4kZYCb9SKsZS2Q0F25DNJKvRUCvGGfCNslADwzuIFUiPrL_lPiM5wlV/s1600/bombana+peta.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUITI9treJN2D6uLOjUV9gFtaYUcg43Ti_iUqGbKnyvnt6j8JBU1h1oGwOyNPJi3fpYR_XiEv8I7ReTIEiCeLvM4kZYCb9SKsZS2Q0F25DNJKvRUCvGGfCNslADwzuIFUiPrL_lPiM5wlV/s1600/bombana+peta.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kabupaten Bombana&lt;/b&gt; adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia, dengan ibukota Rumbia, dibentuk berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003 yang merupakan hasil pemekaran Kabupaten Buton.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jumlah penduduk pada tahun 2005 sebanyak 110.029 jiwa tercatat laki-laki sebanyak 54.635 jiwa dan perempuan 55.394 jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;PDRB berdasarkan &lt;b&gt;harga berlaku&lt;/b&gt; pada tahun 2005 sebesar Rp. 516.353.940.000,- sedikit lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp. 409.844.460.000,- .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Berdasarkan &lt;b&gt;harga berlaku&lt;/b&gt;, PDRB perkapita pada tahun 2004 adalah sebesar Rp. 3.961.955,24,- pada tahun 2005 menjadi Rp. 4.860.670,99,- atau naik sebesar 22,68 persen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Sejarah_Singkat&quot;&gt;Sejarah Singkat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;BOMBANA&lt;/b&gt; dikenal sebagai wilayah yang dihuni oleh Suku &#39;Moronene&#39; sebagai penduduk asli, salah satu etnis terbesar di Sulawesi Tenggara, dimitoskan sebagai Negeri Dewi Padi (Dewi Sri).
 Konon, sang dewi pernah turun di sebuah tempat yang belakangan disebut 
Tau Bonto (saat ini lebih dikenal dengan penulisan Taubonto, ibukota 
Kecamatan Rarowatu). Dalam Bahasa Moronene, &#39;tau bonto&#39; berarti tahun 
pembusukan, karena ketika Dewi Padi itu turun di tempat tersebut, produksi
 padi ladang melimpah ruah sehingga penduduk kewalahan memanennya. 
Akibatnya, banyak padi tertinggal dan membusuk di ladang. Padahal, 
luasan ladang yang dibuka tak seberapa, hanya beberapa hektar saja untuk
 setiap keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Taubonto menjadi pusat pemerintahan di zaman kekuasaan &lt;i&gt;mokole&lt;/i&gt;, gelar raja di wilayah Moronene pada masa lalu. Di masa pemerintahan &lt;i&gt;swapraja Buton&lt;/i&gt; pascakemerdekaan, wilayah kekuasaan mokole berubah menjadi wilayah distrik dan selanjutnya sekarang menjadi kecamatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Secara historis, wilayah Moronene di daratan besar jazirah Sulawesi Tenggara mencakup sebagian Kecamatan Watubangga di Kabupaten Kolaka sekarang. Namun, yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Buton (waktu itu) hanya Kecamatan Poleang dan Kecamatan Rumbia. Saat itu telah berkembang menjadi empat kecamatan. Dua kecamatan tambahan sebagai hasil pemekaran adalah Poleang Timur dan Rarowatu. Kecamatan Rarowatu berpusat di Taubonto.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pulau Kabaena
 juga termasuk wilayah Moronene, sebab penduduk asli pulau penghasil 
gula merah itu adalah suku Moronene. Meski demikian, pemerintahan Mokole
 di Kabaena bersifat otonom, tidak ada hubungan struktural maupun 
hubungan afiliatif dengan kekuasaan Mokole di daratan besar, akan tetapi
 hubungan kekerabatan di antara mokole dan rakyat sangat erat terutama 
bahasa dan budaya yang khas. Kekuasaan mokole di Kabaena berada di bawah
 kontrol Kesultanan Buton, seperti halnya mokole lainnya di daratan besar jazirah Sulawesi Tenggara. Sultan Buton menempatkan petugas keraton di Kabaena yang bergelar &lt;i&gt;Lakina Kobaena&lt;/i&gt;.
 Karena itu secara struktural Kabaena lebih dekat dengan Buton, walaupun
 begitu secara kultural lebih dekat dengan Bombana, terkait budaya dan 
bahasa, serta ras.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Keadaan_Wilayah&quot;&gt;Keadaan Wilayah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Luas_Wilayah&quot;&gt;Luas Wilayah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kabupaten Bombana&lt;/b&gt; mempunyai wilayah daratan seluas 2.845,36 km² atau 284.536 ha dan wilayah perairan laut diperkirakan seluas 11.837,31 km².&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Letak_Geografis&quot;&gt;Letak Geografis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kabupaten Bombana&lt;/b&gt; terletak di Jazirah Tenggara Pulau Sulawesi, secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa, memanjang dari utara ke selatan di antara antara 4°30&#39; – 6°25&#39; Lintang Selatan dan membentang dari barat ke timur antara 120°82&#39; – 122°20&#39; Bujur Timur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Batas_wilayah&quot;&gt;Batas wilayah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wilayah Kabupaten Bombana berbatasan dengan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;table class=&quot;wikitable&quot; style=&quot;margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Utara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Konawe Selatan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Selatan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Laut Flores&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Barat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Teluk Bone&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Timur&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kabupaten Muna dan Kabupaten Buton&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pemerintahan&quot;&gt;Pemerintahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pemerintahan_Daerah&quot;&gt;Pemerintahan Daerah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Bombana&lt;/strong&gt; sebelumnya menjadi bagian dari wilayah pemerintahan Kabupaten Buton, namun pada tahun 2003 wilayah ini resmi berdiri menjadi sebuah daerah otonom.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kabupaten Bombana Tahun 2010 terdiri dari 22 kecamatan, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabaena, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Kabaena&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabaena Timur, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Kabaena Timur&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabaena Barat, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Kabaena Barat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabaena Utara, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Kabaena Utara&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabaena Selatan, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Kabaena Selatan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabaena Tengah, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Kabaena Tengah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Poleang, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Poleang&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Poleang Barat, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Poleang Barat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Poleang Timur, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Poleang Timur&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Poleang Tenggara, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Poleang Tenggara&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Poleang Utara, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Poleang Utara&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Poleang Selatan, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Poleang Selatan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Poleang Tengah, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Poleang Tengah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Tontonunu, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Tontonunu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Rarowatu, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Rarowatu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Rarowatu Utara, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Rarowatu Utara&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Lantari Jaya, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Lantari Jaya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Mata Usu, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Mata Usu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Rumbia, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Rumbia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Rumbia Tengah, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Rumbia Tengah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Masaloka Raya, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Masaloka Raya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Mata Oleo, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Mata Oleo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pjs. Bupati Kabupaten Bombana yang pertama adalah dr. Syafiuddin 
Dullah, mantan Wakil Direktur Rumah Sakit Daerah Sulawesi Tenggara, 
sedangkan Bupati hasil pemilihan langsung tahun 2005 adalah Dr. H. 
Atikurrahman, MS. Kemudian, berdasarkan pemilihan langsung tahun 2011, 
digantikan oleh H. Tafdil sebagai Bupati Bombana dengan Hj. Masyhura 
Illadamay sebagai Wakil Bupati periode 2011-2016.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pusat pemerintahan Bombana di Rumbia sekitar 200 meter dari Selat Kabaena. Kota ini telah dialiri listrik PLN selama 24 jam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pemerintahan_Desa&quot;&gt;Pemerintahan Desa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tahun 2005 di Kabupaten Bombana terdapat 67 Desa dan 12 Kelurahan,
 dengan klasifikasi sebanyak 28 Desa/Kelurahan atau 35,44 persen 
merupakan desa swadaya, 25 Desa/Kelurahan atau 31,65% merupakan desa 
swakarya serta 26 Desa/Kelurahan termasuk kriteria desa swasembada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Kependudukan_dan_Tenaga_Kerja&quot;&gt;Kependudukan dan Tenaga Kerja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Jumlah_dan_Laju_Pertumbuhan_Penduduk&quot;&gt;Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jumlah penduduk menurut hasil &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sensus&quot;&gt;Sensus&lt;/a&gt; Penduduk (SP) tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2000&quot;&gt;2000&lt;/a&gt; berjumlah 98.568 jiwa yang terdiri dari 48.896 jiwa laki-laki dan 49.672 jiwa perempuan. Tiga tahun kemudian tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2003&quot;&gt;2003&lt;/a&gt;
 tercatat jumlah penduduk sebanyak 105.498 jiwa, sehingga laju 
pertumbuhan penduduk per tahun selama 3 tahun sebesar 2,34% per tahun. 
Penduduk pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt; sebanyak 110.029 jiwa, tercatat jumlah penduduk laki-laki sebanyak 54.638 jiwa (49,66%) dan perempuan 55.394 jiwa (50,34%).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Persebaran_Penduduk&quot;&gt;Persebaran Penduduk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tahun 2005 terlihat bahwa 22,59% jumlah penduduk berada di &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Poleang Timur, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Poleang Timur&lt;/a&gt;, 17,94% berada di &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Poleang, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Poleang&lt;/a&gt;, 16,75% berada di &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabaena, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Kabaena&lt;/a&gt;, 12,40% penduduk berada di &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Rarowatu, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Rarowatu&lt;/a&gt; dan 7,84% berada di &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabaena Timur, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Kabaena Timur&lt;/a&gt;. Kecamatan yang paling padat penduduknya pada tahun 2005 adalah &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Poleang, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Poleang&lt;/a&gt; sebesar 55 jiwa/km2 sedangkan kecamatan yang paling jarang penduduknya adalah &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Rarowatu, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Rarowatu&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kabaena Timur, Bombana&quot;&gt;Kecamatan Kabaena Timur&lt;/a&gt; masing-masing 23 jiwa/km2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Tenaga_Kerja&quot;&gt;Tenaga Kerja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Penduduk&quot;&gt;Penduduk&lt;/a&gt;
 usia 10 tahun keatas bila ditinjau dari segi ketenagakerjaan merupakan 
penduduk usia kerja, yakni sebanyak 82.154 jiwa, terdiri dari &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Laki-laki&quot;&gt;laki-laki&lt;/a&gt; sebanyak 40.714 jiwa atau 57,46% dan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Perempuan&quot;&gt;perempuan&lt;/a&gt;
 sebanyak 41.440 jiwa atau sebesar 23,28% dari jumlah penduduk. Dari 
usia kerja tersebut terdapat angkatan kerja sebanyak 44.289 jiwa dan 
bukan angkatan kerja sebanyak 37.865 jiwa. Dari angkatan kerja sebanyak 
44,289 jiwa terdiri dari yang bekerja sebanyak 38.677 jiwa atau 87,33% 
atau 53,91% terhadap penduduk usia kerja dan penggangguran terbuka 
sebanyak 5.612 atau sebesar 12,67%. Dari 37.865 jiwa yang bukan 
merupakan angkatan kerja terdiri dari sekolah 15.128 jiwa atau 39,95%, 
mengurus rumah tangga dan lainnya sebesar 22.737 jiwa atau 60,05%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Sosial&quot;&gt;Sosial&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pendidikan&quot;&gt;Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jumlah Sekolah &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Taman Kanak-Kanak&quot;&gt;Taman Kanak-Kanak&lt;/a&gt; tahun 2003 sebanyak 26 buah, tahun 2004 naik menjadi 40 buah dan pada tahun 2005 turun menjadi 37 buah. Sementara itu jumlah &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Guru&quot;&gt;guru&lt;/a&gt;
 pada tahun 2003 sebanyak 63 orang, tahun 2004 menjadi 101 orang dan 
pada tahun 2005 menjadi 51 orang. Begitu pula dengan jumlah murid tahun 
2003 sebanyak 995 orang, naik menjadi 1061 orang pada tahun 2004 dan 
meningkat menjadi 1.174 orang pada tahun 2005. Pada tahun 2005 rasio 
antara guru terhadap sekolah rata-rata 1 orang murid terhadap sekolah 
rata-rata 32 orang dan murid terhadap guru rata-rata 23 orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untuk jenjang Pendidikan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sekolah Dasar&quot;&gt;Sekolah Dasar&lt;/a&gt;
 jumlah sekolah pada tahun 2003 sebanyak 131 buah, tahun 2004 juga 131 
buah dan pada tahun 2005 menjadi sebanyak 123 buah. Sementara itu jumlah
 &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Guru&quot;&gt;guru&lt;/a&gt; pada 
tahun 2003 sebanyak 908 orang, tahun 2004 menjadi 838 orang dan tahun 
2005 menurun menjadi 810 orang. Begitu pula jumlah murid tahun 2003 
sebanyak 18.249 orang, tahun 2004 sebanyak 17.389 orang dan tahun 2005 
sebanyak 13.949 orang. Pada tahun 2005 rasio antara guru terhadap 
sekolah rata-rata 7 orang, murid terhadap sekolah rata-rata 113 orang 
dan rasio murid terhadap guru rata-rata 17 orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada jenjang pendidikan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;SLTP&quot;&gt;SLTP&lt;/a&gt;
 jumlah sekolah pada tahun 2003 sebanyak 25 buah pada tahun 2004 menjadi
 29 buah dan pada tahun 2005 menjadi 17 buah. Akan halnya jumlah &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Guru&quot;&gt;guru&lt;/a&gt;
 pada tahun 2003 sebanyak 381 orang, tahun 2004 sebanyak 172 orang dan 
tahun 2005 menjadi hanya 158 orang. Sedangkan jumlah murid tahun 2003 
sebanyak 1. 746 orang, tahun 2004 naik menjadi 4.835 orang dan pada 
tahun 2005 menjadi 3.376 orang. Tahun 2005 rasio antara guru terhadap 
sekolah rata-rata 9 orang, murid terhadap sekolah rata-rata 199 orang 
dan rasio antara murid terhadap guru rata-rata 21 orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untuk jenjang pendidikan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;SLTA&quot;&gt;SLTA&lt;/a&gt;, jumlah sekolah tahun 2003 sebanyak 5 buah, tahun 2004 sebanyak 11 buah dan tahun 2005 menjadi 8 buah. Sementara itu jumlah &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Guru&quot;&gt;guru&lt;/a&gt;
 pada tahun 2003 sebanyak 82 orang, tahun 2004 menjadi 105 orang dan 
tahun 2005 menjadi hanya 68 orang. Begitu pula dengan jumlah murid tahun
 2003 sebanyak 1.516 orang, tahun 2004 sebanyak 2.606 orang dan tahun 
2005 menjadi 1.878 orang. Sementara itu pada tahun 2005 rasio antara 
guru terhadap sekolah rata-rata 9 orang, murid terhadap sekolah 
rata-rata 235 orang dan rasio murid terhadap guru rata-rata 28 orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Kesehatan&quot;&gt;Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Di &lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Bombana&lt;/strong&gt; pada tahun 2005 ini terdapat 1 &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Rumah sakit&quot;&gt;rumah sakit&lt;/a&gt; umum, kemudian &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Puskesmas&quot;&gt;Puskesmas&lt;/a&gt;
 perawatan sebanyak 5 unit yang tersebar pada 5 kecamatan dari 7 
kecamatan yang ada, Puskesmas Pembantu sebanyak 34 unit, Puskesmas 
Keliling Roda 4 sebanyak 7 unit, Puskesmas Keliling Boat 1 buah dan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Posyandu&quot;&gt;Posyandu&lt;/a&gt; sebanyak 180 unit. Tenaga kesehatan terdapat &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Dokter&quot;&gt;Dokter&lt;/a&gt; Umum sebanyak 4 orang, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Dokter&quot;&gt;dokter&lt;/a&gt; gigi 1 orang, SKM sebanyak 2 orang dan paramedis sebanyak 115 orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Agama&quot;&gt;Agama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt; jumlah penduduk menurut agama adalah: &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Islam&quot;&gt;Islam&lt;/a&gt; sebanyak 107.029 orang, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Katolik&quot;&gt;Katolik&lt;/a&gt; sebanyak 24 orang, &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Protestan&quot;&gt;Protestan&lt;/a&gt; sebanyak 685 orang dan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Hindu&quot;&gt;Hindu&lt;/a&gt; sebanyak 271 orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tempat ibadah menurut agama pada tahun 2005: &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Mesjid&quot;&gt;Mesjid&lt;/a&gt; sebanyak 172 buah, &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Mushallah (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Mushallah&lt;/a&gt; 28 buah, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Gereja&quot;&gt;Gereja&lt;/a&gt; 9 buah dan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Pura&quot;&gt;Pura&lt;/a&gt; sebanyak 6 buah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Lainnya&quot;&gt;Lainnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Bencana alam&quot;&gt;Bencana alam&lt;/a&gt; yang terjadi di Kabupaten Bombana mulai tahun 2000–2005 berupa bencana &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Banjir&quot;&gt;banjir&lt;/a&gt; sebanyak 3 kasus dan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kebakaran&quot;&gt;kebakaran&lt;/a&gt; sebanyak 4 kasus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Ekonomi&quot;&gt;Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pertanian_dan_Perkebunan&quot;&gt;Pertanian dan Perkebunan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt; produksi &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Padi&quot;&gt;padi&lt;/a&gt; sawah mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2004&quot;&gt;2004&lt;/a&gt;,
 yaitu dari 44.334 ton tahun 2004 meningkat menjadi 61.132 ton tahun 
2005. Naiknya produksi ini diikuti pula dengan meningkatnya luas panen 
dari 9.852 Ha pada tahun 2004 menjadi 13.585 pada tahun 2005.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Produksi &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Buah-buahan&quot;&gt;buah-buahan&lt;/a&gt; yang terbanyak adalah &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Pisang&quot;&gt;pisang&lt;/a&gt;, yaitu 1.011 Kw diikuti oleh &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Jeruk&quot;&gt;jeruk&lt;/a&gt; sebanyak 284 Kw, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Mangga&quot;&gt;mangga&lt;/a&gt; sebanyak 122 Kw, sedangkan buah-buahan yang paling sedikit produksinya adalah &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sukun&quot;&gt;sukun&lt;/a&gt; yang hanya sebanyak 6 Kw.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Produksi tanaman &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Sayur-sayuran&quot;&gt;sayur-sayuran&lt;/a&gt; pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt; tanaman yang berproduksi adalah &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kacang&quot;&gt;kacang&lt;/a&gt; panjang, &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Cabe&quot;&gt;cabe&lt;/a&gt;/lombok, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Tomat&quot;&gt;tomat&lt;/a&gt;, &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Terong&quot;&gt;terong&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Bayam&quot;&gt;bayam&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Semangka&quot;&gt;semangka&lt;/a&gt;. Produksi sayur-sayuran yang terbanyak adalah semangka sebanyak 48 Kw, menyusul terung 24 Kw dan kacang panjang sebanyak 8 Kw.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tahun &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;2005&quot;&gt;2005&lt;/a&gt; produksi perkebunan rakyat yang tertinggi adalah &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kelapa&quot;&gt;kelapa&lt;/a&gt; dalam yaitu sebanyak 14.641,98 ton, menyusul &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kakao&quot;&gt;kakao&lt;/a&gt; 10.201,54 ton, &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Jambu&quot;&gt;jambu&lt;/a&gt; mete 5.569,35 ton, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kelapa&quot;&gt;kelapa&lt;/a&gt; hibrida 2.136,63 ton, &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Aren&quot;&gt;aren&lt;/a&gt;/&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Enau&quot;&gt;enau&lt;/a&gt; 1.214 ton, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kopi&quot;&gt;kopi&lt;/a&gt; 549,7 ton sedangkan yang terendah produksinya adalah tanaman pala yang hanya mencapai satu ton.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Kehutanan&quot;&gt;Kehutanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Produksi rotan pada tahun 2005 sebesar 409.400 ton, dengan produksi terbanyak dihasilkan oleh Kecamatan Rarowatu sebesar 249.400 ton, sedangkan produksi kayu jati logs sebesar 3.250 ton, kayu jati gergajian sebesar 2.719 ton, kayu rimba logs sebanyak 590,4 ton dan kayu rimba gergajian sebesar 926 ton.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Hutan&quot;&gt;Hutan&lt;/a&gt; 
lindung di Kabupaten Bombana tahun 2005 seluas 68.971 ha atau 28,61% 
dari jumlah hutan secara keseluruhan, menyusul hutan produksi seluas 
66.200 ha (28,41%) hutan wisata/PPA seluas 44.900 ha (19,27%), hutan 
produksi yang dapat dikonversi seluas 31.000 ha (13.30%), dan hutan 
produksi terbatas seluas 21.279 ha (9,13%).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Peternakan_dan_Perikanan&quot;&gt;Peternakan dan Perikanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Populasi ternak besar yang terdiri dari sapi, kerbau, kuda
 pada tahun 2005 secara berturut-turut adalah 21.287 ekor, 1.078 ekor 
dan 1.545 ekor. Bila dibandingkan dengan tahun 2004 sapi mengalami 
peningkatan sebesar dimana tahun 2004 mencapai 21.555 ekor dan tahun 
2005 meningkat menjadi 21.827 ekor. Ternak kerbau jika dibandingkan 
dengan tahun 2004 mengalami kenaikan dari 1.075 pada tahun 2004 menjadi 
1.078 ekor pada tahun 2005. Begitu juga dengan ternak kuda, mengalami 
penurunan populasi, dimana pada tahun 2004 mencapai 1.568 ekor, tahun 
2005 hanya mencapai 1.545 ekor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Produksi perikanan
 tahun 2005 sebanyak 20.667,68 ton yang terdiri dari perikanan laut 
sebanyak 18.662,5 ton perikanan darat (tambak) sebanyak 1.845,9 ton 
secara budidaya laut sebanyak 159 ton. Wilayah yang menghasilkan 
produksi perikanan terbanyak adalah Kecamatan Rumbia sebesar 16.215,9 
ton dan yang terendah Kecamatan Rarowatu hanya mencapai 39,64 ton.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada umumnya alat penangkap ikan
 masih tradisional terdiri dari pukat kantong sebanyak 59 unit, pukat 
cincin 5 unit jaring insang 553 unit jaring angkat 76 unit pancing 
28.130 unit, perangkap 1.742 unit dan lainnya sebanyak 1.498 unit. 
Jumlah KK nelayan tahun 2005 adalah sebanyak 2.501 KK.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Industri&quot;&gt;Industri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tahun 2005 perusahaan industri yang berbadan hukum terdapat 27 unit industri kecil dengan 106 tenaga kerja yang tersebar di 7 kecamatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Penggalian golongan C ada beberapa jenis komoditi yang cukup potensial dan telah dieksplorasi, yaitu &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Batu&quot;&gt;batu&lt;/a&gt; koral, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Pasir&quot;&gt;pasir&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kapur&quot;&gt;kapur&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Pasir&quot;&gt;pasir&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; title=&quot;Kuarsa&quot;&gt;kuarsa&lt;/a&gt; dan tanah liat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada Tahun 2008 telah ditemukan jenis komoditi emas yang tersebar di 
sepanjang sungai di wilayah Kecamatan Rarowatu dan Rarowatu Utara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Perdagangan&quot;&gt;Perdagangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Komoditi-komoditi potensial yang diperdagangkan antar pulau antara 
lain adalah hasil pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, 
perikanan dan kehutanan. Total volume komoditi yang diperdagangkan untuk tahun 2005 adalah sebesar 276.413,6 ton dengan nilainya sebesar Rp. 190.844.564.000,- Komoditi kehutanan
 merupakan komoditi yang tertinggi di perdagangkan yaitu sebesar 
259.867,751 ton dengan nilai sebesar Rp. 51.880.182.000,- menyusul 
komoditi perkebunan sebesar 14.071.200 ton dengan nilai sebesar Rp. 123.831.900.000,- Sedangkan yang terendah adalah komoditi pertanian tanaman pangan yang hanya mencapai 7,30 ton dengan nilai sebesar Rp. 24.700.000,- menyusul peternakan sebesar 14,248 ton dengan nilai sebesar Rp. 60.200.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Komunikasi_dan_Transportasi&quot;&gt;Komunikasi dan Transportasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Komunikasi di Bombana mengalami sedikit hambatan, telepon kabel belum
 tersambung dan baru 2 operator telepon seluler yang beroperasi dengan 
jumlah BTS yang terbatas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Di Rumbia terdapat pelabuhan kapal cepat dan kapal biasa yang melayani rute ke Kota Bau-Bau, beroperasi hanya bila tanggal genap. Penyeberangan dari Rumbia ke Bau-Bau dapat ditempuh dalam tempo tiga jam, sementara dengan kapal biasa memakan waktu sembilan jam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Angkutan umum yang melayani rute dari pusat pemerintahan kabupaten ke Ibu Kota Provinsi, yakni Kendari berakhir pukul satu siang. Angkutan lalu lintas dari atau menuju Kota Kendari melalui jalan di tengah Taman Nasional &lt;b&gt;Rawa Aopa&lt;/b&gt; yang merupakan penangkaran Rusa yang sudah cukup langka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/5071771944929701223/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/profil-kabupaten-bombana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/5071771944929701223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/5071771944929701223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/profil-kabupaten-bombana.html' title='Profil Kabupaten Bombana'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUITI9treJN2D6uLOjUV9gFtaYUcg43Ti_iUqGbKnyvnt6j8JBU1h1oGwOyNPJi3fpYR_XiEv8I7ReTIEiCeLvM4kZYCb9SKsZS2Q0F25DNJKvRUCvGGfCNslADwzuIFUiPrL_lPiM5wlV/s72-c/bombana+peta.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-6587243615882507472</id><published>2013-08-27T01:46:00.001-07:00</published><updated>2013-08-27T01:46:39.994-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Konawe"/><title type='text'>Profil Kabupaten Konawe</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6AM4qxDDfN3xctB6QnmhpUd6wGH41HZa9wgAjTKtseg0iD6bWdQMSo_j_YViXQU2D_jnIPN9RBVQWd-OQKcPuHlw5wjIXf_0X1IqLDKYvolgu2NP_UfzREI_rXucZ0dCllFfFQxtDj6HB/s1600/peta+konawe.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6AM4qxDDfN3xctB6QnmhpUd6wGH41HZa9wgAjTKtseg0iD6bWdQMSo_j_YViXQU2D_jnIPN9RBVQWd-OQKcPuHlw5wjIXf_0X1IqLDKYvolgu2NP_UfzREI_rXucZ0dCllFfFQxtDj6HB/s1600/peta+konawe.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kabupaten Konawe&lt;/b&gt; adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Unaaha. Dulu kabupaten ini bernama Kabupaten Kendari.
 Kabupaten ini memiliki luas wilayah 16.480 km² dan berpenduduk sebanyak
 443.911 (2000). Kabupaten Konawe dikenal sebagai lumbung beras di 
provinsi Sulawesi Tenggara. Separuh produksi beras provinsi tersebut 
berasal dari Kabupaten Konawe.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Konawe tahun 2004 atas dasar &lt;b&gt;harga berlaku&lt;/b&gt;
 mencapai 1.361.067,87 juta rupiah atau naik sebesar 6,50 persen 
dibanding tahun sebelumnya sebesar 1.168.266,89 juta rupiah. Atas dasar &lt;b&gt;harga konstan 2000&lt;/b&gt;, PDRB tahun 2004 adalah sebesar 841.399,18 juta rupiah atau naik sekitar 6,69 persendari tahun sebelumnya yang mencapai 788.643,71 juta rupiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;PDRB perkapita Kabupaten Konawe atas dasar &lt;b&gt;harga berlaku&lt;/b&gt; meningkat dari Rp. 4.649.411,35,- tahun 2003 menjadi Rp. 5.405.481,73,- tahun 2004 atau meningkat sebesar 16,26 persen, sementara atas dasar &lt;b&gt;harga konstan&lt;/b&gt; naik dari Rp. 3.138.605,59,- tahun 2003 menjadi Rp. 3.341.617,29,- tahun 2004 atau meningkat 6,47 persen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Konawe&lt;/strong&gt; dibentuk berdasarkan Undang-Undang nomor 29 Tahun 1959 tentang pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi Tenggara, dengan nama Kabupaten Kendari dengan ibukota di Kendari.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika pertama diberlakukan UU No. 6 tahun 1995 tentang Pembentukan Kota Madya Kendari. Daerah Kabupaten Konawe terdiri dari 19 wilayah kecamatan dengan 334 desa/kelurahan. Pada tahun 2002 &lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Konawe&lt;/strong&gt;
 terdiri dari 23 wilayah kecamatan dengan 631 desa/kelurahan. Bagian 
selatan kabupaten ini terbentuk menjadi kabupaten Konawe Selatan yang 
meliputi 11 kecamatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2004, tanggal 28 September 2004 berubah nama menjadi &lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Konawe&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Keadaan_wilayah&quot;&gt;Keadaan wilayah&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Letak_geografis_dan_batas_wilayah&quot;&gt;Letak geografis dan batas wilayah&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Konawe&lt;/strong&gt; ibu kotanya adalah Unaaha yang berjarak sekitar 73 km dari Kota Kendari, secara geografis terletak dibagian selatan Katulistiwa, memanjang dari utara ke selatan di antara antara 3°00&#39; – 4°25&#39; Lintang Selatan dan membentang dari barat ke timur antara 121°73&#39; – 123°15&#39; Bujur Timur dengan batas wilayah:&lt;/div&gt;
&lt;table class=&quot;wikitable&quot; style=&quot;margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Utara&quot; title=&quot;Utara&quot;&gt;Utara&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Tengah&quot; title=&quot;Sulawesi Tengah&quot;&gt;Provinsi Sulawesi Tengah&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Selatan&quot; title=&quot;Selatan&quot;&gt;Selatan&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Konawe_Selatan&quot; title=&quot;Kabupaten Konawe Selatan&quot;&gt;Kabupaten Konawe Selatan&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;&lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Barat&quot; title=&quot;Barat&quot;&gt;Barat&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kolaka&quot; title=&quot;Kabupaten Kolaka&quot;&gt;Kabupaten Kolaka&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td bgcolor=&quot;#F2F2F2&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Timur&quot; title=&quot;Timur&quot;&gt;Timur&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Laut_Banda&quot; title=&quot;Laut Banda&quot;&gt;Laut Banda&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Laut_Maluku&quot; title=&quot;Laut Maluku&quot;&gt;Laut Maluku&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Luas_wilayah&quot;&gt;Luas wilayah&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Luas wilayah daratan &lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Konawe&lt;/strong&gt; 11.669,91 km² atau 42,43 persen dari luas wilayah daratan Sulawesi Tenggara,
 sedangkan luas wilayah perairan laut (termasuk perairan Kabupaten 
Konawe Selatan) ± 11.960 km² 2 atau 10,87 persen dari luas perairan 
Sulawesi Tenggara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain jazirah tenggara Pulau Sulawesi, terdapat juga pulau-pulau kecil, yaitu Wawonii, Karama, Bokori, Sponda Laut, Campada, Labengki, Bawulu, Saponda Darat dan Pulau Hari
 dengan potensi yang sangat menonjol, yaitu kekayaan hasil laut 
disamping juga memiliki panorama yang indah. Oleh karena itu perairan 
Kabupaten Konawe sangat cocok untuk pengembangan usaha perikanan laut 
dan pengembangan usaha bahari.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Topografi_dan_hidrologi&quot;&gt;Topografi dan hidrologi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Permukaan tanah pada umumnya bergunung dan berbukit yang diapit dataran rendah yang sangat potensial untuk pengembangan sektor pertanian.
 Berdasarkan garis ketinggian menurut hasil penelitian pada areal seluas
 1.556.160 ha. Jenis tanah meliputi Latosol 363.380 ha atau 23.35 
persen. Padzolik 438.110 ha 28,15 persen, Organosol 73.316 ha atau 4,80 
persen dan tanah campuran 553.838 ha 35,59 persen.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Konawe&lt;/strong&gt; mempunyai beberapa sungai besar yang cukup potensial untuk pengembangan pertanian, irigasi
 dan pembangkit tenaga listrik, seperti Sungai Konaweeha, Sungai 
Lahumbuti, Sungai Lapoa, Sungai Lasolo, Sungai Kokapi, Sungai Toreo, 
Sungai Andumowu dan Sungai Molawe.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Keadaan_iklim&quot;&gt;Keadaan iklim&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Curah hujan di tahun 2005 mencapai 2.851 mm dalam 205 hari hujan (hh)
 atau lebih tinggi dari tahun 2004 dengan curah hujan 1.556 mm dalam 132
 hh.&lt;sup class=&quot;noprint Inline-Template&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: nowrap;&quot; title=&quot;Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara keseluruhan, merupakan daerah bersuhu tropis. Menurut data yang diperoleh dari pangkalan udara Woltermongisidi kendari, selama tahun 2005
 suhu udara maksimum 34&amp;nbsp;°C dan maksimun 15&amp;nbsp;°C atau dengan rata-rata 
20&amp;nbsp;°C. Tekanan udara rata-rata 1.010,5 milibar dengan kelembaban udara 
rata-rata 87,7 persen. Kecepatan angin pada umumnya berjalan normal, 
yaitu disekitar 12,75 m/detik.&lt;sup class=&quot;noprint Inline-Template&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: nowrap;&quot; title=&quot;Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pemerintahan&quot;&gt;Pemerintahan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pemerintahan_Daerah&quot;&gt;Pemerintahan Daerah&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat serta berbagai pertimbangan lainnya, dari 22 wilayah kecamatan tahun 2004
 dimekarkan menjadi 30 wilayah, dengan 405 desa/kelurahan atau tepatnya 
322 desa definif, 38 desa persiapan dan 45 kelurahan pada tahun 2005.
 Dalam melaksanakan tugasnya dibantu 3 perangkat staf pemerintah daerah 
yaitu Sekretaris Daerah (SEKDA), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 
(BAPPEDA) dan Badan Pengawas.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;DPRD&quot;&gt;DPRD&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Konawe&lt;/strong&gt; memiliki wakil wakil rakyat sebanyak 30 orang dengan komposisi sebagai berikut: fraksi Golkar memperoleh 11 kursi atau 36,67 persen, fraksi Demokrat memperoleh 5 kursi atau 16,67 persen, fraksi PKS
 3 kursi atau 10 persen, fraksi Pembangunan 5 kursi atau 16,67 persen 
dan sisanya 6 kursi atau 20 persen adalah fraksi Amanat Kemerdekaan. 
Dari 30 kursi yang disediakan 3 kursi (10 persen ) di antaranya adalah 
perempuan, yaitu wakil dari 3 (tiga fraksi).&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Penduduk_dan_tenaga_kerja&quot;&gt;Penduduk dan tenaga kerja&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Jumlah_dan_laju_pertumbuhan&quot;&gt;Jumlah dan laju pertumbuhan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hasil sensus penduduk tahun 2000
 jumlah penduduk sebanyak 235.925 jiwa atau diperkirakan mengalami 
kenaikan sebesar 53,5 ribu jiwa selama periode 1990-2000. Berdasarkan 
hasil registrasi penduduk tahun 2005,
 penduduk di wilayah ini berjumlah 263.189 jiwa. Berdasarkan data 
tersebut, laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Konawe sebesar 2,67 persen
 per tahun atau sedikit lebih rendah dari pertumbuhan penduduk dalam 
dasawarsa 1980-1990 sekitar 4,37 persen, juga lebih rendah dibanding 
penduduk Sulawesi Tenggara dalam kurun waktu yang sama besar 2,86 persen.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Kepadatan_dan_penyebaran&quot;&gt;Kepadatan dan penyebaran&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kepadatan penduduk Kabupaten Konawe mengalami peningkatan dari 22,0 
jiwa per kilometer persegi tahun 2004 menjadi 22,6 jiwa pada tahun 2005.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penyebarannya yang tidak merata masih merupakan ciri yang paling 
menonjol dari penduduk Kabupaten Konawe. Hal ini ditandai dengan 
besarnya perbedaan kepadatan antara kecamatan satu dengan yang lainnya. 
Kecamatan Unaaha, Sampara, Wonggeduku, Soropia dan Wawotobi merupakan 
wilayah dengan tingkat kepadatan jauh diatas rata-rata, masing-masing 
5,6 jiwa, 1,9 jiwa, 1,1 jiwa dan 3,0 jiwa per kilometer persegi. 
Sementara kecamatan Asera, Langgikima, Wiwirano, Routa dan Latoma 
memilki tingkat kepadatan masing-masing dibawah 0,1 jiwa per kilometer 
persegi.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Struktur_umur_dan_jenis_kelamin&quot;&gt;Struktur umur dan jenis kelamin&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari 263.189 jiwa penduduk Kabupaten Konawe, 51,08 persen atau 134.437 jiwa adalah laki-laki dan 48,92 persen atau 128,752 jiwa adalah perempuan. Berarti rasio jenis kelamin (&lt;i&gt;sex ratio&lt;/i&gt;) penduduk adalah sebesar 104,4, artinya dalam setiap 204 penduduk terdapat 100 penduduk perempuan dan 104 penduduk laki-laki.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Ketenagakerjaan&quot;&gt;Ketenagakerjaan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berdasarkan hasil sensus pada tahun 2005,
 penduduk yang berusia 10 tahun ke atas sekitar 76,30 persen atau 
200.803 jiwa, terdiri dari angkatan kerja yang meliputi bekerja sebesar 
93,63 persen dan mencari kerja sebesar 39,37 persen serta bukan angkatan
 kerja yang meliputi sekolah 51.41 persen, mengurus rumah tangga sebesar
 35,10 persen dan lainnya 13,50 persen.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut status pekerja utama bagian terbesar penduduk adalah sebagai 
pekerja tidak dibayar (37,7 persen) kemudian diikuti secara 
berturut-turut, yaitu usaha/pekerja dibantu buruh tidak dibayar (29,6 
persen), usaha atau bekerja sendiri (16,4 persen), buruh/karyawan (13,8 
persen) usaha dibantu buruh dibayar (1,8 persen), pekerja bebas non 
pertanian (0,47 persen) dan pekerja bebas non pertanian (0,2 persen).&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Sosial&quot;&gt;Sosial&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pendidikan&quot;&gt;Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada tahun ajaran 2005/2006 tercatat sebanyak 134 buah TK
 dengan 187 orang guru dan 3.898 orang murid. Berarti rasio guru per 
sekolah sebesar 1,4 (dalam 10 buah TK terdapat 14 orang guru), rasio 
murid per guru sebesar 20,8 (satu guru anak 21 orang murid).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada tahun ajaran 2005/2006 tercatat sebanyak 385 buah SD
 dengan 4.519 orang guru dan 45.024 orang murid. Rasio guru per sekolah 
sebesar 11,7 (sekitar dua belas orang guru per sekolah) dan rasio murid 
per guru 10,0 (rata-rata satu guru untuk 10 murid).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada tingkat SLTP
 tercatat 71 buah sekolah dengan 1.210 orang guru dan 14.645 orang 
murid. Rasio guru per sekolah sebesar 17,0 dan rasio murid per guru 
sebesar 12,1.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada tahun anggaran 2005/2006 terdapat 32 buah SLTA
 dengan 458 orang murid. Dengan demikian rasio guru persekolah 14,3 
(rata-rata 14 guru per sekolah) dan rasio murid per guru 16,6 (satu guru
 untuk 17 murid).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada tahun anggaran 2005/2006 terdapat 2 buah perguruan tinggi, yaitu Universitas Lakidende dan Akademi Keperawatan (AKPER) Unaaha. Perguruan tinggi tersebut memiliki 64 orang dosen tetap dan 108 orang dosen luar biasa serta 485 orang mahasiswa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada tahun ajaran 2005/2006 tercatat 4.491 penyandang tiga buta 
(turun 48,41 persen dari tahun ajaran 2004/2005). Dari jumlah tersebut, 
telah dientaskan sebanyak 360 orang (8,02 persen), sehingga masih 
tersisa banyak 4.131 orang (91,98 persen).&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Kesehatan&quot;&gt;Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada tahun 2005, selain tersedia satu buah rumah sakit dengan kapasitas tempat tidur, juga tersedia 20 Puskesmas,
 72 Puskesmas Pembantu dan 370 Posyandu. Terdapat 25 orang dokter umum 
atau rata-rata satu dokter per kecamatan, tiga orang dokter gigi atau 
rata-rata satu dokter untuk empat hingga lima kecamatan, 86 orang bidang
 atau rata-rata 8 orang per kecamatan dan 101 perawat atau rata-rata 
tujuh hingga delapan per kecamatan. Sebagai prasarana penunjang 
kesehatan, pada tahun 2005, di Kabupaten Konawe terdapat 4 buah apotek 
dan 6 buah toko obat.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Agama&quot;&gt;Agama&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada tahun 2005, dari 263.189 jiwa penduduk Kabupaten Konawe, sebanyak 251.417 jiwa (95,63 persen) beragama Islam, 4.488 jiwa (1,62 persen) beragama Kristen Protestan, 456 jiwa (0,33 persen) beragama Kristen Katolik, 6.820 jiwa (2,60 persen) beragama Hindu dan 8 jiwa (0,02 persen) beragama Budha.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Ekonomi&quot;&gt;Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pertanian&quot;&gt;Pertanian&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Produksi padi tahun 2005
 tercatat sebanyak 117.688 ton atau naik 5.81 persen, jagung 2.378 ton 
atau naik 18,85 persen, ubi kayu 13.456 ton atau naik 21.94 persen, ubi 
jalar 4.130 ton atau naik 2.18 persen, sedangkan kacang tanah 657 ton 
atau turun 15,34 persen, kacang kedelai 640 ton atau turun 2.86 persen 
dan kacang hijau 640 ton atau turun 11,97 persen.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara umum jenis tanaman buah-buahan
 yang diusahakan meliputi 19 jenis tanaman. Dari 19 jenis tanaman 
buah-buahan yang diusahakan pada tahun 2005, produksinya terlihat 
sebagai berikut: pisang sebanyak 6.715 kuintal, jeruk 11.440 kuintal, 
nangka 6.113 kuintal, mangga 6.715 kuintal, rambutan 2.648 kuintal, 
pepaya 1.168 kuintal, langsat 20.367 kuintal, durian 4.138 kuintal, 
nenas 1.126 kuintal, jambu biji 1.527 kuintal, jambu air 1.379 kuintal 
dan 6 jenis lainnya, yaitu: sawo, belimbing, sirsak, salak, alpokat dan 
sukun yang produksinya dibawah 700 kuintal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada umumnya jenis tanaman sayur-sayuran
 yang diusahakan di kabupaten konawe hanya disajikan 18 unit tanaman 
yaitu: bawang merah, bawang putih, bawang daun, kubis, kentang, sawi, 
kacang merah, kacang panjang, cabe, wortel, tomat, terong, buncis, 
ketimun, labu, bayam, semangka dan kangkung. Produksi kacang panjang 
10,217 kuintal, terung 4,687 kuintal, ketimun 7.749 kuintal, tomat 2,572
 kuintal, kangkung 11,423 kuintal, bayam 4.014 kuintal, cabe 11,012 
kuintal, sawi 4,682 kuintal, bawang daun 818 kuintal, kubis 2.341 
kuintal dan labu 2.107 kuintal.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Perkebunan&quot;&gt;Perkebunan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jenis perkebunan
 rakyat yang diusahakan adalah kelapa, kopi, cengke, kakao, jambu mete, 
kapuk, kapas, kemiri, lada, pala, vanili, pinang, enau, tembakau dan 
sagu. Terlihat bahwa selama tahun 2005 luas tanaman dari beberapa jenis 
tanaman perkebunan rakyat yang terbesar adalah kakao seluas 18,059 ha, 
jambu mete seluas 15,579 ha dan kelapa seluas 9.128,7 ha, jenis tanama 
lainnya mempunyai luas tanaman dibawah 7000 ha.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari sisi produksi, jenis tanaman perkebunan terbesar adalah kakao 
6.618,6 ton dan kelapa sebesar 4.197 ton, jenis tanaman lainnya 
mempunyai produksi tanaman dibawah 3000 ton.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Peternakan&quot;&gt;Peternakan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Populasi ternak besar dan kecil seperti sapi, kerbau, kuda, kambing, domba dan babi pada tahun 2005
 berturut-turut tercatat sebesar 54.828 ekor, 584 ekor, 14 ekor, 12.375 
ekor, 0 ekor dan 8.814 ekor. Dibanding dengan tahun 2004 berturut-turut 
tercatat sebesar 54.120 ekor, 595 ekor, 13 ekor, 10,702 ekor, 0 ekor dan
 7.516 ekor. Berarti ternak yang mengalami peningkatan adalah sapi, 
kuda, kambing dan babi, sedangkan yang mengalami penurunan adalah 
kerbau.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Populasi unggas selama tahun 2005
 tercatat sebagai berikut: ayam buras 1.235.688 ekor, ayam ras 20.200 
ekor dan itik manila 87,864 ekor. Dibanding tahun sebelumnya ayam buras 
meningkat 180.713 ekor (17,13 persen), ayam ras meningkat 2.700 ekor 
atau (15,43 persen) dan itik manila meningkat 5.802 ekor (7,07 persen).&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Perikanan&quot;&gt;Perikanan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jumlah armada perahu/kapal
 yang digunakan untuk penangkapan ikan tahun 2005 tercatat sebanyak 
3.960 unit. Sebagian besar berupa perahu tidak bermotor, yaitu 80,37 
persen atau 3.197 unit, motor tempel sebesar 15,86 persen (628 unit) dan
 kapal motor sebesar 3,31 persen atau 131 unit.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Produksi perikanan
 selama tahun 2005 sebesar 20.994 ton dengan nilai 165.292,05 juta 
rupiah terdiri atas hasil budidaya 1474,2 ton dengan nilai 31.707,05 
juta rupiah serta hasil penagkapan di laut dan perairan umum sebanyak 
19.519,8 ton dengan nilai 133.585 juta rupiah, dibandingkan dengan tahun
 2003 yang berjumlah 20.286 ton dengan nilai 170.183 juta rupiah, 
terdiri atas hasil budidaya 1.387 ton dengan nilai 39.944 juta rupiah 
serta hasil pengkapan di laut dan perairan umum sebayak 18.899 ton 
dengan nilai 129.339 juta rupiah.&lt;sup class=&quot;noprint Inline-Template&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: nowrap;&quot; title=&quot;Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Industri&quot;&gt;Industri&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada tahun 2005 jumlah usaha industri
 kecil/kerajinan rumah tangga yang tercatat pada Dinas Perindag 
Kabupaten Konawe sebanyak 2.542 unit, menyerap 13.036 orang tenaga kerja
 yang terdiri dari 754 unit industri kecil formal dengan 4.779 orang 
tenaga kerja dan 1.788 unit industri kecil non formal dengan 8.257 orang
 tenaga kerja. Dari 2.542 unit industri kecil tersebut menghasilkan 
produksi sebesar 35.324,34 juta rupiah, masing-masing 29.854,60 juta 
rupiah dan 5.469,74 juta rupiah dari indutri kecil formal dan non 
formal.&lt;sup class=&quot;noprint Inline-Template&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: nowrap;&quot; title=&quot;Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Perdagangan&quot;&gt;Perdagangan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nilai ekspor tahun 2005
 mencapai US$ 2.747.290. Sekitar 58,90 persen atau sebesar US$ 343.210 
adalah hasil perikanan/kelautan dan sisanya 41,10 persen atau US$ 
339,700 merupakan hasil pertanian lainnya dan peralatan mesin genset.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jenis komoditi andalan adalah udang
 beku sebesar US$ 1.650.380 (60,07 persen). Selain itu peralatan mesin 
genset, ikan cakalang dan kayu olahan masing-masing sebesar US$ 839.290 
(30,55 persen), US$ 86.160 (3,14 persen) dan US$ 81.460 (2,97 persen), 
sementara 3 jenis komoditi lainnya masih dibawah 2 persen.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang&quot; title=&quot;Jepang&quot;&gt;Jepang&lt;/a&gt;
 merupakan negara tujuan ekspor utama. Seluruh ekspor hasil 
perikanan/kelautan, minus ikan moradji dan kulit kerang atau sekitar US$
 1.736.540 (63,21 persen) dari total ekspor ditujukan ke Jepang. Negara 
utama lainnya adalah Singapura, yaitu sekitar US$ 839.290 (30,55 
persen).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nilai perdagangan antar pulau selama tahun 2005 mencapai 15.540.178 juta rupiah.&lt;sup class=&quot;noprint Inline-Template&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: nowrap;&quot; title=&quot;Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;
 Hampir sebagian besar (49,65 persen) merupakan hasil sub sektor 
peternakan. Sub sektor perkebunan mencapai 41,47 persen dan sisanya 6,58
 persen dari sub sektor kehutanan serta 2,30 persen dari sub sektor 
tanaman pangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut jenis komoditi, sapi merupakan unggulan pertama, yaitu 
sekitar 48,26 persen. Komoditas unggulan yang lain adalah jambu mete 
gelondongan dan batang kelapa, masing-masing sebesar 20,37 dan 8,54 
persen. Komoditas lainnya masing-masing dibawah 5 persen.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Transportasi_dan_Komunikasi&quot;&gt;Transportasi dan Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Panjang_Jalan&quot;&gt;Panjang Jalan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Panjang jalan di &lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Kabupaten Konawe&lt;/strong&gt; pada tahun 2004
 mencapai 1.341,8 km yang terdiri atas Jalan Negara 118 km atau 5,80 
persen, Jalan Provinsi 476,0 km atau 43,43 persen dan Jalan Kabupaten 
747,8 km atau 50,81 persen.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut jenis permukaan, jalan beraspal 543,90 km atau 40,54 persen, 
jalan kerikil 582,90 km atau 43,44 persen, permukaan tanah 94,00 km atau
 7,01 persen dan tidak dirinci 124 km atau 9,01 persen.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pos_dan_Telekomunikasi&quot;&gt;Pos dan Telekomunikasi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada tahun 2005 tercatat 9 kantor pos dan giro pembantu, 9 unit pos keliling desa, 7 rumah pos dan 9 unit bis surat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengiriman benda pos dalam negeri dan luar negeri dari tahun ke tahun
 menunjukkan terus menurun. Pengiriman benda pos tahun 2004 mencapai 
46,342 kg, sedangkan penerimaan tercatat sebanyak 35,989 kg.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kapasitas sentral telepon otomat di Konawe pada tahun 2004 sebanyak 2.306 saluran, sementara sambungan induk 1.444 saluran.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/6587243615882507472/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/profil-kabupaten-konawe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/6587243615882507472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/6587243615882507472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/profil-kabupaten-konawe.html' title='Profil Kabupaten Konawe'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6AM4qxDDfN3xctB6QnmhpUd6wGH41HZa9wgAjTKtseg0iD6bWdQMSo_j_YViXQU2D_jnIPN9RBVQWd-OQKcPuHlw5wjIXf_0X1IqLDKYvolgu2NP_UfzREI_rXucZ0dCllFfFQxtDj6HB/s72-c/peta+konawe.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-8329628876858876909</id><published>2013-08-27T01:28:00.002-07:00</published><updated>2013-08-27T01:31:30.120-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Teknologi Budidaya Kelapa Sawit</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF3kMs0pW66e8WhFwJDFhO50xjmfET_5rBRIacop9Vkxpso-qA6yQe0LYGE1udS4QnMDKfwaTQQQOpT87vdKzYUnFZB-UzY6B4Uw7J1On6HrrjRJLFvhupLQbKbjo4yl0ja6Mi9kJsldsV/s1600/sawit.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF3kMs0pW66e8WhFwJDFhO50xjmfET_5rBRIacop9Vkxpso-qA6yQe0LYGE1udS4QnMDKfwaTQQQOpT87vdKzYUnFZB-UzY6B4Uw7J1On6HrrjRJLFvhupLQbKbjo4yl0ja6Mi9kJsldsV/s1600/sawit.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Agribisnis
 kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), baik yang berorientasi pasar 
lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan 
kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi. PT. Natural 
Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa 
sawit secara Kuantitas, Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian 
lingkungan (Aspek K-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;II. SYARAT PERTUMBUHAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.1. Iklim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lama
 penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari. Curah hujan tahunan 
1.500-4.000 mm. Temperatur optimal 24-280C. Ketinggian tempat yang ideal
 antara 1-500 m dpl. Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses 
penyerbukan.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.2. Media Tanam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tanah
 yang baik mengandung banyak lempung, beraerasi baik dan subur. 
Berdrainase baik, permukaan air tanah cukup dalam, solum cukup dalam (80
 cm), pH tanah 4-6, dan tanah tidak berbatu. Tanah Latosol, Ultisol dan 
Aluvial, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai dapat 
dijadikan perkebunan kelapa sawit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.1. Pembibitan&lt;br /&gt;&lt;i&gt;3.1.1. Penyemaian&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kecambah
 dimasukkan polibag 12x23 atau 15x23 cm berisi 1,5-2,0 kg tanah lapisan 
atas yang telah diayak. Kecambah ditanam sedalam 2 cm. Tanah di polibag 
harus selalu lembab. Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. 
Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bibit dari dederan 
dipindahkan ke dalam polibag 40x50 cm setebal 0,11 mm yang berisi 15-30 
kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah 
dengan POC NASA 5 ml atau 0,5 tutup per liter air. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90x90 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3.1.2. Pemeliharaan Pembibitan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Penyiraman
 dilakukan dua kali sehari. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan
 dengan pertumbuhan gulma. Bibit tidak normal, berpenyakit dan mempunyai
 kelainan genetis harus dibuang. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 
bulan. Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;   &lt;/span&gt;&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;   &lt;colgroup&gt;&lt;col width=&quot;97&quot;&gt;&lt;/col&gt;&lt;/colgroup&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;col width=&quot;262&quot;&gt;&lt;/col&gt;   &lt;/colgroup&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr height=&quot;20&quot; style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;     &lt;td colspan=&quot;2&quot; height=&quot;20&quot; width=&quot;359&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pupuk    Makro&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height=&quot;60&quot;&gt;     &lt;td height=&quot;60&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;15-15-6-4&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width=&quot;262&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Minggu    ke 2 &amp;amp; 3 (2 gram); minggu ke 4 &amp;amp; 5 (4gr); minggu ke 6 &amp;amp; 8 (6gr);    minggu ke 10 &amp;amp; 12 (8gr)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height=&quot;80&quot;&gt;     &lt;td height=&quot;80&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;12-12-17-2&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width=&quot;262&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Mingu
 ke 14, 15, 16 &amp;amp; 20 (8 gr); Minggu ke 22, 24, 26 &amp;amp; 28 (12gr), 
minggu ke 30, 32, 34 &amp;amp; 36 (17gr), minggu ke 38 &amp;amp; 40 (20gr).&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height=&quot;40&quot;&gt;     &lt;td height=&quot;40&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;12-12-17-2&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width=&quot;262&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Minggu    ke 19 &amp;amp; 21 (4gr); minggu ke 23 &amp;amp; 25 (6gr); minggu ke 27, 29 &amp;amp; 31    (8gr)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr height=&quot;40&quot;&gt;     &lt;td height=&quot;40&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;POC NASA&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width=&quot;262&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Mulai    minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali).&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small; font-weight: bold;&quot;&gt;Catatan :&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPERNASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit. 1 botol SUPERNASA
 diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. 
Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk 
penyiraman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;3.2. Teknik Penanaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3.2.1. Penentuan Pola Tanaman&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pola
 tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. Tanaman penutup tanah 
(legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting 
karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, 
mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan 
tanaman pengganggu (gulma). Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya 
dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3.2.2. Pembuatan Lubang Tanam&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Lubang
 tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50x40 cm sedalam
 40 cm. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. 
Jarak 9x9x9 m. Areal berbukit, dibuat teras melingkari bukit dan lubang 
berjarak 1,5 m dari sisi lereng.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3.2.3. Cara Penanaman&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Penanaman
 pada awal musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur. Sehari 
sebelum tanam, siram bibit pada polibag. Lepaskan plastik polybag 
hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang. Taburkan Natural GLIO
 yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di 
sekitar perakaran tanaman. Segera ditimbun dengan galian tanah atas. 
Siramkan POC NASA
 secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau 
semprot (dosis 3-4 tutup/tangki). Hasil akan lebih bagus jika 
menggunakan SUPERNASA. Adapun cara penggunaan SUPERNASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPERNASA
 diencerkan dalam 2 liter 2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian
 setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman 
setiap pohon. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;3.3. Pemeliharaan Tanaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3.3.1. Penyulaman dan Penjarangan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Tanaman
 mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan. Populasi 1 hektar + 
135-145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3.3.2. Penyiangan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Tanah di sekitar pohon  harus bersih dari gulma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3.3.3. Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Anjuran pemupukan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Pupuk Makro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;   &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;78&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Urea &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;210&quot;&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 dan 36 &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;84&quot;&gt;&lt;br /&gt;
225 kg/ha&lt;br /&gt;
1000 kg/ha&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;78&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TSP&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;210&quot;&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 dan 36 &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bulan ke 48 &amp;amp; 60 &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;84&quot;&gt;&lt;br /&gt;
115 kg/ha&lt;br /&gt;
750 kg/ha&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;78&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;MOP/KCl&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;210&quot;&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 dan 36 &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;84&quot;&gt;&lt;br /&gt;
200 kg/ha&lt;br /&gt;
1200 kg/ha&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;78&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kieserite&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;210&quot;&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 dan 36 &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;84&quot;&gt;&lt;br /&gt;
75 kg/ha&lt;br /&gt;
600 kg/ha&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;78&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Borax&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;210&quot;&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 dan 36 &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;84&quot;&gt;&lt;br /&gt;
20 kg/ha&lt;br /&gt;
40 kg/ha&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;i&gt;NB. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan 
(September - Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret- April).&lt;/i&gt;   &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;POC NASA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Dosis POC NASA mulai awal tanam  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;   &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;60&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;b&gt;0-36    bln&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;312&quot;&gt;2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar    pangkal batang, setiap 4 - 5 bulan sekali&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;60&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;b&gt;&amp;gt;36    bln&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;312&quot;&gt;3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar    pangkal batang, setiap 3 – 4 bulan   sekali&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;b. Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak  dari awal memakai POC NASA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; font-weight: bold;&quot;&gt;Tahap 1&lt;/span&gt; : Aplikasikan 3 - 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4 tutup/ pohon&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; font-weight: bold;&quot;&gt;Tahap 2 &lt;/span&gt;: Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis 3-4 tutup/ pohon&lt;br /&gt;Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPERNASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3.2.3.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3.3.4. Pemangkasan Daun&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;Pemangkasan pasir.&amp;nbsp;Membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;Pemangkasan produksi.&amp;nbsp;Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen  umur 20-28 bulan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;Pemangkasan 
pemeliharaan.&amp;nbsp;Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada 
pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3.3.5. Kastrasi Bunga&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3.3.6. Penyerbukan Buatan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah, dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau  serangga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;a. Penyerbukan oleh manusia.&lt;br /&gt;Dilakukan
 saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif 
(bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). Ciri bunga 
represif adalah kepala putik terbuka, warna kepala putik kemerah-merahan
 dan berlendir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Cara penyerbukan&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;1. Bak seludang bunga.&lt;br /&gt;2.
 Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Serbuk sari diambil 
dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium, 
semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby 
duster/puffer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;b. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit.&lt;br /&gt;Serangga
 penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. 
Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Keunggulan cara ini 
adalah tandan buah lebih besar, bentuk buah lebih sempurna, produksi 
minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 
30%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;3.4. Hama dan Penyakit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3.4.1. Hama&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;a. Hama Tungau&lt;br /&gt;Penyebab:
 tungau merah (Oligonychus). Bagian diserang adalah daun. Gejala: daun 
menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ulat Setora&lt;br /&gt;Penyebab:
 Setora nitens. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun dimakan 
sehingga tersisa lidinya saja. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4.2. Penyakit&lt;br /&gt;a. Root Blast&lt;br /&gt;Penyebab:
 Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Bagian diserang akar. Gejala: 
bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi
 pembusukan akar. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, 
pemberian air irigasi di musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih 
dari 11 bulan. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Garis Kuning&lt;br /&gt;Penyebab:
 Fusarium oxysporum. Bagian diserang daun. Gejala: bulatan oval berwarna
 kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. 
Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan
 dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Dry Basal Rot&lt;br /&gt;Penyebab:
 Ceratocyctis paradoxa. Bagian diserang batang. Gejala: pelepah mudah 
patah, daun membusuk dan kering; daun muda mati dan kering. 
Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi 
penyakit.&lt;br /&gt;Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan 
menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida
 kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata 
dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810,
 dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) 
agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.5. Panen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3.5.1. Umur Panen&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Mulai
 berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. 
Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah 
telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. 
Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh 
dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah 
yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatan Tambahan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #222222; display: inline ! important; float: none; font-family: Verdana,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 19px; orphans: 2; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;Dalam
 artikel kali ini akan dibahas tetang cara menanam kelapa sawit secara 
efisien sehingga biaya yang diperlukan akan semakin rendah. Saat ini 
agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), baik yang 
berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan 
kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas 
produksi.&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 12pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; line-height: 150%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 12pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; line-height: 150%;&quot;&gt;Untuk
 dapat tumbuh dengan baik maka sawit membutuhkan Lama penyinaran 
matahari rata-rata 5-7 jam/hari. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm. 
Temperatur optimal 24-280C. Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m 
dpl. Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Tanah yang baik mengandung banyak lempung, beraerasi baik dan subur. 
Berdrainase baik, permukaan air tanah cukup dalam, solum cukup dalam (80
 cm), pH tanah 4-6, dan tanah tidak berbatu. Tanah Latosol, Ultisol dan 
Aluvial, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai dapat 
dijadikan perkebunan kelapa sawit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Berikut akan diuraikan cara menanam kelapa sawit yang efektif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Pertama yang harus kita ketahui adalah jenis - jenis bibit kelapa sawit
 yang unggul dimana sudah di ulas dalam artikel sebelumnya karena kita 
akan bergantung pada produksi kelapa sawit tersebut selama 25 tahun 
sehingga jika bibit tidak baik maka kita akan merugi selama 25 tahun 
tersebut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/8329628876858876909/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/teknologi-budidaya-kelapa-sawit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/8329628876858876909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/8329628876858876909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/teknologi-budidaya-kelapa-sawit.html' title='Teknologi Budidaya Kelapa Sawit'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF3kMs0pW66e8WhFwJDFhO50xjmfET_5rBRIacop9Vkxpso-qA6yQe0LYGE1udS4QnMDKfwaTQQQOpT87vdKzYUnFZB-UzY6B4Uw7J1On6HrrjRJLFvhupLQbKbjo4yl0ja6Mi9kJsldsV/s72-c/sawit.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-4230540659767501087</id><published>2013-08-27T01:20:00.000-07:00</published><updated>2013-08-27T01:20:07.635-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Teknologi Budidaya Jagung</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;CARA MENANAM JAGUNG&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;clear: right; float: right; font-size: small; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-N9nqpOzRNhM/UcqiI9Z7RqI/AAAAAAAAA6o/uhh-1vsZAFE/s1600/jagung.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Cara praktis 
budidaya jagung yang akan saya uraikan di sini merupakan cara menanam 
jagung dengan sistem Tanpa Olah Tanah (TOT). Maksud dan tujuan dari 
penulisan artikel ini adalah untuk memanfaatkan lahan bekas pertanaman 
padi sebagai alternatif penggiliran tanaman. Dengan asumsi bahwa 
penggiliran tanaman sangat diperlukan untuk menjaga kesuburan tanah 
serta menekan perkembangan hama penyakit pada tanaman sejenis atau 
sefamili.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;SYARAT TUMBUH TANAMAN JAGUNG&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Tanaman
 jagung tumbuh optimal pada daerah berketinggian tempat antara 200-800 
mdpl. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh tanpa naungan, suhu 
udara berkisar 22-26°C, pH tanah 6-7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tanaman jagung termasuk tanaman sensitif dan rakus terhadap unsur hara 
nitrogen, sehingga pemberian pupuk nitrogen sangat mutlak diberikan 
untuk menunjang keberhasilan budidaya jagung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;


&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;PELAKSANAAN BUDIDAYA JAGUNG&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Persiapan Lahan Budidaya Jagung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Persiapan
 lahan budidaya jagung meliputi, pemberian pupuk organik atau pupuk 
kandang fermentasi. Pupuk organik diberikan dengan cara menaburkan pupuk
 membentuk larikan/baris disesuaikan dengan baris yang akan digunakan 
sebagai tempat penanaman jagung. Dosis pemberian pupuk organik cukup 2 
ton/Ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengapuran perlu dilakukan untuk meningkatkan pH pada tanah asam hingga 
mendekati normal. Kondisi pH normal memungkinkan tanaman jagung tumbuh 
maksimal, karena penyerapan unsur hara menjadi optimal. Dosis pengapuran
 untuk mayoritas tanah di pulau Jawa sebanyak 400 kg/Ha. Pemberian kapur
 dilakukan seperti pemberian pupuk kandang, yaitu ditaburkan membentuk 
larikan/baris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pembuatan atau perbaikan drainase untuk melancarkan pembuangan air saat 
musim hujan. Pembersihan gulma menggunakan herbisida pra-tumbuh, 
dosis/konsentrasi sesuai petunjuk kemasan. Setelah penyemprotan 
herbisida pratumbuh lahan dibiarkan selama 10 hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Persiapan Benih dan Penanaman Budidaya Jagung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Persiapan
 benih sebanyak 6 Kg/Ha, termasuk cadangan penyulaman. Sebelum ditanam, 
benih terlebih dahulu direndam dalam larutan insektisida selama 1 jam, 
contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah profenofos, betasiflutrin,
 klorpirifos, atau lamdasihalotrin, dosis/konsentrasi sesuai petunjuk 
kemasan. Tujuan perendaman benih jagung ini adalah untuk mengantisipasi 
serangan semut setelah benih jagung ditanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Buat lubang tanam berjarak 40 cm sekaligus buat lubang sebagai tempat 
pemupukan dengan jarak 10 cm dari lubang tanam. Jarak antarbaris selebar
 70 cm. Tanam benih jagung yang sudah direndam dalam larutan insektisida
 sebanyak dua butir per lubang tanam. Setelah itu lakukan pemupukan pada
 lubang pemupukan yang sudah dipersiapkan dengan perbandingan 2 NPK 
15-15-15 dan 1 urea. Dosis pemupukan sebanyak 1 sendok makan per lubang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;


&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Pemeliharaan Tanaman Pada Budidaya Jagung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Penyulaman Budidaya Jagung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Penyulaman
 budidaya jagung dilakukan umur tanaman 7 hari setelah penanaman. 
Penyulaman dilakukan untuk mengganti benih jagung yang tidak tumbuh atau
 benih jagung yang terserang hama, seperti ulat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Sanitasi Lahan Pada Budidaya Jagung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Sanitasi
 lahan budidaya jagung meliputi pengendalian gulma, pengaturan air. 
Pengendalian gulma dikukan dengan cara penyiangan menggunakan cangkul. 
Pencangkulan dilakukan tipis hanya untuk memotong gulma di permukaan. 
Setelah itu tanah bekas cangkulan dibalik lalu digunakan untuk menimbun 
batang tanaman jagung agar lebih kuat bila diterpa angin. Pengaturan air
 dilakukan dengan memperbaiki saluran irigasi saat musim hujan, atau 
penggenangan lahan bila diperlukan saat musim kemarau.&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; name=&quot;more&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Pemupukan Susulan Budidaya Jagung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Pupuk
 akar diberikan dengan cara membuat lubang pemupukan berjarak 15 cm dari
 batang, kemudian pupuk diberikan pada lubang yang sudah dibuat lalu 
ditutup lagi menggunakan tanah. Pemupukan pertama diberikan umur 25 hari
 dengan perbandingan 2 NPK 15-15-15 dan 1 urea. Berikan pupuk sebanyak 1
 sendok makan per lubang tanam. Pemupukan kedua diberikan saat tanaman 
jagung berumur 50 hari menggunakan NPK 15-15-15. Dosis pemupukan 1 
sendok makan per-lubang tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pupuk daun berkandungan nitrogen tinggi diberikan saat umur 15, 22, 29, 
dan 36 hari, sedangkan pupuk daun berkandungan phosphat dan kalium 
tinggi diberikan saat umur 40, 47, 54, 61 hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;


&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;HAMA PENYAKIT TANAMAN JAGUNG&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;HAMA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Ulat Tanah (&lt;i&gt;Agrotis sp.&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Hama
 jenis ini menyerang tanaman jagung muda di malam hari, sedangkan siang 
harinya bersembunyi di dalam tanah. Ulat tanah menyerang batang  tanaman
 jagung muda dengan cara memotongnya, sehingga sering dinamakan juga 
ulat pemotong. Pengendalian hama ulat tanah dapat dilakukan menggunakan 
 insektisida biologi dari golongan bakteri seperti Bacilius 
thuringiensis  atau insektisida biologi dari golongan jamur seperti &lt;b&gt;Beauvaria bassiana&lt;/b&gt;.
  Secara kimiawi bisa dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif 
 profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau  
lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk kemasan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Belalang (&lt;i&gt;Locusta sp.,&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Oxya chinensis&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Seperti
  ulat tanah, hama jenis ini menyerang tanaman jagung saat masih muda, 
yaitu dengan cara memakan tunas jagung yang baru tumbuh. Pengendalian  
secara kimiawi bisa dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif  
profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau  
lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk kemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Hama belalang tanaman jagung merupakan hama migran dimana tingkat 
kerusakannya tergantung jumlah populasinya serta tipe tanaman yang 
diserang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gejala serangan :&lt;br /&gt;
Hama ini menyerang terutama pada bagian daun tanaman jagung, daun 
terlihat rusak karena serangan dari belalang tersebut, jika populasinya 
banyak lalu belalang sedang dalam keadaan kelaparan, hama ini bisa 
menghabiskan sekaligus dengan tulang-tulang daunnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Kumbang Bubuk (&lt;i&gt;Sitophilus zeamais&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Kerusakan  biji oleh kumbang bubuk dapat mencapai 85% dengan penyusutan bobot  biji 17%. &lt;i&gt;Sitophilus zeamais&lt;/i&gt; dikenal dengan &lt;i&gt;Maize weevil&lt;/i&gt; atau kumbang bubuk, merupakan serangga bersifat polifag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Selain menyerang buah jagung, hama kumbang bubuk juga menyerang beras, 
gandum, kacang tanah, kacang kapri, kacang kedelai, kelapa, jambu mente.
 Namun, &lt;i&gt;S. Zeamais&lt;/i&gt; lebih dominan menyerang buah jagung dan beras daripada lainnya. &lt;i&gt;S. zeamais&lt;/i&gt; juga merusak biji jagung dalam penyimpanan serta juga dapat menyerang tongkol jagung yang masih berada di areal budidaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Telur diletakkan satu per satu pada lubang gerekan di dalam biji, 
Keperidian imago sekitar 300-400 butir telur, stadia telur kurang lebih 
enam hari pada suhu 250 derajat celcius. Larva menggerek biji dan hidup 
di dalam biji, umur kurang lebih 20 hari pada suhu 250derajat celcius 
dan kelembaban nisbi 70%. Pupa terbentuk di dalam biji dengan stadia 
pupa berkisar 5-8 hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Imago yang terbentuk  berada di dalam biji selama beberapa hari sebelum 
membuat lubang keluar. Imago dapat bertahan hidup cukup lama yaitu 
dengan makan sekitar 3-5 bulan jika tersedia makanan serta sekitar 36 
hari jika tanpa makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Siklus hidup sekitar 30-45 hari pada kondisi suhu optimum 290 derajat 
celcius, kadar air biji 14%, kelembaban nisbi 70%. Perkembangan populasi
 menjadi sangat cepat bila bahan simpanan kadar airnya di atas 15%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
a) Pengelolaan Tanaman Jagung&lt;br /&gt;
Serangan selama tanaman areal budidaya dapat terjadi jika tongkol 
terbuka. Tanaman jagung yang kekeringan, dengan pemberian pupuk yang 
rendah menyebabkan tanaman jagung mudah terserang busuk tongkol sehingga
 dapat diinfeksi oleh kumbang bubuk. Ketepatan waktu panen saat buah 
jagung mencapai masak fisiologis harus dilakukan, bertujuan mencegah &lt;i&gt;Sitophilus zeamais&lt;/i&gt;, karena panen yang tertunda dapat menyebabkan meningkatnya kerusakan biji jagung di tempat penyimpanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
b) Varietas Jagung Resisten/Tahan&lt;br /&gt;
Penggunaan varietas jagung dengan kandungan asam fenolat tinggi dan 
kandungan asam aminonya rendah dapat menekan kumbang bubuk, dan 
penggunaan varietas yang mempunyai penutupan kelobot yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
c) Kebersihan dan Pengelolaan Gudang Tempat Penyimpanan Jagung&lt;br /&gt;
Kebanyakan hama gudang cenderung bersembunyi atau melakukan hibernasi 
sesudah gudang tersebut kosong. Untuk itu, perlu dilakukan pembersihan 
semua struktur gudang serta membakar semua biji yang terkontaminasi lalu
 membuangnya jauh dari area gudang penyimpanan jagung. Selain itu, 
karung-karung bekas yang masih berisi sisa biji jagung juga harus 
dibuang jauh. Memperbaiki semua struktur gudang, termasuk dinding retak 
karena pada dinding retak tersebut serangga ini dapat bersembunyi, lalu 
berikan juga perlakuan insektisida baik pada dinding maupun plafon 
gudang tempat penyimpanan jagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
d) Persiapan Biji Jagung yang Disimpan&lt;br /&gt;
Kadar air biji jagung ≤ 12% dapat menghambat perkembangan kumbang bubuk.
 Perkembangan populasi kumbang bubuk akan meningkat pada kadar air 15% 
atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
e) Fisik dan Mekanis&lt;br /&gt;
Pada suhu lebih rendah dari 50derajat celcius dan di atas 350 derajat 
celcius perkembangan serangga akan berhenti. Penjemuran biji jagung 
dapat menghambat perkembangan kumbang bubuk. Sortasi perlu dilakukan 
dengan memisahkan biji jagung rusak terinfeksi oleh serangga dengan biji
 sehat(utuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
f) Bahan Tanaman &lt;br /&gt;
Bahan nabati yang dapat digunakan yaitu daun &lt;i&gt;Annona sp., Hyptis spricigera,  Lantana camara, Ageratum conyzoides, Chromolaena odorata,&lt;/i&gt; akar dari  &lt;i&gt;Khaya senegelensis, Acorus calamus&lt;/i&gt;, bunga dari &lt;i&gt;Pyrethrum sp., Capsicum sp.,&lt;/i&gt; dan tepung biji dari &lt;i&gt;Annona sp. dan Melia sp.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
g) Hayati&lt;br /&gt;
Penggunaan agensia patogen dapat mengendalikan kumbang bubuk seperti &lt;b&gt;Beauveria bassiana&lt;/b&gt;
  pada konsentrasi 109 konidia/ml takaran 20 ml/kg biji dapat mencapai  
mortalitas 50%. Penggunaan parasitoid Anisopteromalus calandrae (Howard)
 juga mampu menekan kumbang bubuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
h) Fumigasi&lt;br /&gt;
Fumigan merupakan senyawa kimia yang dalam suhu dan tekanan tertentu 
berbentuk gas, fumigasi dapat membunuh serangga/hama melalui sistem 
pernapasan. Fumigasi dapat dilakukan pada tumpukan komoditas jagung 
kemudian ditutup rapat menggunaakn lembaran plastik. Fumigasi dapat pula
 dilakukan pada penyimpanan kedap udara seperti penyimpanan dalam silo, 
dengan menggunakan kaleng  yang dibuat kedap udara atau pengemasan 
menggunakan jerigen  plastik, botol yang diisi sampai penuh kemudian 
mulut botol atau jerigen  dilapisi parafin untuk penyimpanan skala 
kecil. Jenis fumigan yang paling banyak digunakan adalah phospine (PH3),
 dan Methyl Bromida (CH3Br).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;














&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Lalat Bibit (&lt;i&gt;Atherigona sp.&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Lalat
  bibit hanya ditemukan di daerah Jawa dan Sumatera. Hama lalt bibit ini
 dapat merusak budidaya jagung hingga 80% dan bahkan puso. Lama hidup 
serangga dewasa bervariasi antara lima sampai 23 hari, serangga betina 
hidup dua kali lebih lama daripada serangga jantan. Serangga dewasa 
sangat aktif terbang, juga sangat tertarik pada kecambah atau tanaman 
jagung muda yang baru muncul di atas permukaan tanah. Imago kecil 
berukuran panjang 2,5-4,5 mm.&lt;br /&gt;
Telur Imago betina mulai meletakkan telur tiga sampai lima hari setelah 
kawin dengan jumlah telur tujuh sampai 22 butir atau  bahkan hingga 70 
butir. Imago betina meletakkan selama tiga sampai tujuh  hari, 
diletakkan secara tunggal, berwarna putih, memanjang, diletakkan dibawah
 permukaan daun.&lt;br /&gt;
Larva terdiri dari tiga instar berwarna putih krem pada awalnya kemudian
 selanjutnya menjadi kuning hingga kuning gelap. Larva yang baru menetas
 melubangi batang, kemudian membuat terowongan sampai dasar batang, 
sehingga tanaman jagung menjadi kuning, akhirnya mati.&lt;br /&gt;
Pupa terdapat pada pangkal batang tanaman jagung dekat atau di bawah 
permukaan tanah, umur pupa 12 hari pada pagi atau sore hari. Puparium 
berwarna coklat kemerah-merahan sampai coklat, berukuran panjang 4,1 mm.
 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian&lt;br /&gt;
a) Hayati&lt;br /&gt;
- Parasitoid &lt;i&gt;Trichogramma spp.&lt;/i&gt; Yang memarasit telur, &lt;i&gt;Opius sp. dan Tetrastichus sp.&lt;/i&gt; Memarasit larva.&lt;br /&gt;
- Predator &lt;i&gt;Clubiona japonicola&lt;/i&gt; yang merupakan predator imago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
b) Kultur Teknis&lt;br /&gt;
Oleh karena aktivitas lalat bibit hanya selama satu sampai dua bulan 
saat musim hujan, dengan mengubah waktu tanam, pergiliran tanaman dengan
 tanaman bukan famili jagung, serta tanam serempak dapat menghindari 
serangan lalat bibit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
c) Varietas Resisten&lt;br /&gt;
Galur-galur jagung QPM putih tahan terhadap lalat bibit adalah 
MSQ-P1(S1)-C1-11, MSQ-P1(S1)-C1-12, MSQ-P1(S1)-C1-44, MSQ-P1(S1)-C1-45. 
Galur-galur jagung QPM kuning tahan terhadap serangga hama ini adalah 
MSQ-K1(S1)-C1-16, MSQ-K1(S1)-C1-35, MSQ-K1(S1)-C1-50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
d) Kimiawi&lt;br /&gt;
Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida dapat dilakukan dengan 
perlakuan benih (seed dressing) yaitu thiodikarb dengan dosis 7,5-15 g 
b.a./kg (bahan aktif/kg) benih atau karbofuran dengan dosis 6 g b.a./kg 
benih. Selanjutnya setelah tanaman jagung berumur 5-7 hari, tanaman 
jagung disemprot menggunakan karbosulfan, dosis 0,2 kg b.a./ha atau 
thiodikarb 0,75 kg b.a/ha. Penggunaan insektisida hanya dianjurkan di 
daerah endemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gejala :&lt;br /&gt;
tanaman jagung muda baru tumbuh menguning karena larva baru menetas 
melubangi batang, kemudian membuat terowongan hingga ke dasar batang 
sehingga tanaman jagung menguning dan akhirnya mati. Jika tanaman jagung
 kemudian mengalami recovery (proses penyembuhan), maka pertumbuhannya 
akan kerdil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;






&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Ulat Grayak (&lt;i&gt;Spodoptera sp.&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Larva
 yang masih kecil merusak daun tanaman jagung lalu menyerang secara 
serentak berkelompok, meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas, 
transparan serta tinggal tulang-tulang daun saja. Biasanya larva berada 
di permukaan bawah daun tanaman jagung, umumnya terjadi saat musim 
kemarau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian secara fisik dapat dilakukan menggunakan alat perangkap 
ngengat sexferomonoid sebanyak 40 buah/Ha semenjak tanaman jagung 
berumur 2 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penggunaan agensia hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami seperti : &lt;i&gt;Cendawan Cordisep, Aspergillus flavus, &lt;b&gt;Beauveria bassina, Nomuarea rileyi,&lt;/b&gt;  dan Metarhizium anisopliae&lt;/i&gt;. Serta dari golongan bakteri yaitu &lt;i&gt;Bacillus  thuringensis&lt;/i&gt;.
 Pemanfaatan patogen virus untuk ulat ini juga dapat dilakukan 
menggunakan Sl-NPV (Spodoptera litura-Nuclear  Polyhedrosis Virus). 
Parasit lain yang dapat dimanfaatkan adalah &lt;i&gt;Parasitoid Apanteles sp., Telenomus spodopterae, Microplistis similis,  dan Peribeae sp.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian secara kimiawi bisa dilakukan penyemprotan insektisida 
berbahan aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau 
lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk kemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kemampuan ulat grayak merusak tanaman jagung berkisar antara 5-50%. 
Ngengat aktif malam hari, sayap bagian depan berwarna coklat atau 
keperak-perakan, sayap belakang berwarna keputihan. Telur berbentuk 
hampir bulat dengan bagian datar melekat pada daun (kadang tersusun 2 
lapis), warna coklat kekuning-kuningan, berkelompok (masing-masing 
berisi 25–500 butir) tertutup bulu seperti beludru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Larva mempunyai warna bervariasi, ulat baru menetas berwarna hijau muda,
 bagian sisi coklat tua atau hitam kecoklatan, hidup berkelompok. Ulat 
menyerang tanaman jagung di malam hari, sedangkan siang harinya 
bersembunyi dalam tanah (tempat-tempat lembab). Biasanya ulat berpindah 
dari tanaman jagung satu ke tanaman lain secara bergerombol dalam jumlah
 besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pupa, ulat berkepompong dalam tanah, membentuk pupa tanpa rumah pupa 
(kokon) berwana coklat kemerahan dengan panjang sekitar 1,6 cm.&lt;br /&gt;
Siklus hidup berkisar antara 30 – 60 hari (lama stadium telur 2–4 hari, 
larva terdiri dari 5 instar : 20-46 hari, pupa 8–11 hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tanaman Inang hama ini bersifat polifag, selain jagung juga menyerang 
tomat, kubis, cabai, buncis, bawang merah, terung, kentang, kangkung, 
bayam, padi, tebu, jeruk, pisang, tembakau, kacang-kacangan, tanaman 
hias, gulma &lt;i&gt;Limnocharis sp., Passiflora foetida, Ageratum sp., Cleome sp., Trema sp.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;








&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Penggerek Tongkol (&lt;i&gt;Heliotis armigera, Helicoverpa armigera.&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Imago
 betina akan meletakkan telur pada silk (rambut) jagung. Rata-rata 
produksi telur imago betina adalah 730 butir, telur menetas dalam tiga 
hari setelah diletakkan, sesaat setelah menetas larva akan menginvasi 
masuk kedalam tongkol lalu akan memakan biji jagung yang sedang 
mengalami perkembangan. Infeksi serangga ini akan menurunkan kualitas 
dan kuantitas tongkol jagung.&lt;br /&gt;
pada lubang-lubang bekas gorokan hama ini terdapat kotoran-kotoran yang 
berasal dari hama tersebut, biasanya  hama ini lebih dahulu menyerang 
pada tangkai bunga tanaman jagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Musuh alami yang digunakan sebagai pengendali hayati dan cukup efektif untuk mengendalikan penggerek tongkol adalah Parasit, &lt;i&gt;Trichogramma spp&lt;/i&gt; yang  merupakan parasit telur dan &lt;i&gt;Eriborus argentiopilosa (Ichneumonidae)&lt;/i&gt;  parasit pada larva muda. Cendawan &lt;i&gt;Metarhizium anisopliae&lt;/i&gt; menginfeksi  larva. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian kimiawi setelah terbentuk rambut jagung pada tongkol dan selang 1-2 hari hingga rambut jagung berwarna coklat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Penggerek Batang (&lt;i&gt;Ostrinia fumacalis&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Hama
 ini menyerang semua bagian tanaman jagung pada seluruh fase 
pertumbuhan. Kehilangan hasil akibat serangannya dapat mencapai 80%. 
Merupakan salah satu hama utama pada tanaman jagung sehingga perlu 
diwaspadai. Besarnya  kehilangan hasil dipengaruhi oleh padat populasi 
larva serta umur tanaman saat terserang. Ngengat aktif malam hari, 
menghasilkan beberapa generasi per tahun, umur imago/ngengat dewasa 7-11
 hari. Telur　berwarna putih, diletakkan berkelompok, satu kelompok telur
 beragam antara 30-50 butir, seekor ngengat betina mampu meletakkan 
telur 602-817 butir, umur telur 3-4 hari. Ngengat betina lebih menyukai 
meletakkan telur pada tanaman jagung yang tinggi lalu telur di letakkan 
pada permukaan bagian bawah daun utamanya pada daun ke 5-9, umur telur 
3-4 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Larva baru menetas berwarna putih kekuning-kuningan, makan 
berpindah-pindah, larva muda makan pada bagian alur bunga jantan,  
setelah instar lanjut menggerek batang, umur larva 17-30 hari. Pupa 
biasanya terbentuk di dalam batang, berwarna coklat kemerah merahan, 
umur pupa 6-9 hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gejala Serangan&lt;br /&gt;
Larva &lt;i&gt;O. furnacalis&lt;/i&gt; ini mempunyai karakteristik kerusakan pada 
setiap bagian tanaman jagung yaitu lubang kecil pada daun tanaman 
jagung, lubang gorokan pada batang, bunga jantan, atau pangkal tongkol, 
batang dan tassel yang mudah patah, tumpukan tassel yang rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Kultur teknis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Waktu tanam yang tepat,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Tumpangsari jagung dengan kedelai atau kacang tanah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Pemotongan sebagian bunga jantan (4 dari 6 baris tanaman) (dettaselling)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
Hayati&lt;br /&gt;
Pemanfaatan musuh alami seperti :&lt;br /&gt;
- Parasitoid &lt;i&gt;Trichogramma spp.&lt;/i&gt; Parasitoid tersebut dapat memarasit telur &lt;i&gt;O. furnacalis&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
- Predator &lt;i&gt;Euborellia annulata&lt;/i&gt; memangsa larva dan pupa &lt;i&gt;O. furnacalis&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
- Bakteri &lt;i&gt;Bacillus thuringiensis Kurstaki&lt;/i&gt; mengendalikan larva &lt;i&gt;O. furnacalis&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
- Cendawan &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://kiospertanianonline.blogspot.com/2013/04/pestisida-organik-top-bn.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Beauveria bassiana&lt;/b&gt; &lt;/a&gt;dan Metarhizium anisopliae&lt;/i&gt; mengendalikan larva &lt;i&gt;O. furnacalis.&lt;/i&gt; Ambang ekonomi 1 larva/tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kimiawi&lt;br /&gt;
Pengendalian secara kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif 
monokrotofos, triazofos, diklhrofos, karbofuran efektif untuk menekan 
serangan penggerek batang jagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gejala :&lt;br /&gt;
Kerusakan pada setiap bagian tanaman jagung yaitu lubang kecil pada 
daun, lubang gorokan pada batang tanaman jagung, bunga jantan, atau 
pangkal tongkol, batang dan tassel yang mudah patah, tumpukan tassel 
yang rusak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Kutu Daun (&lt;i&gt;Mysus persicae&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Hama  kutu daun pada tanaman jagung adalah &lt;i&gt;Mysus persicae&lt;/i&gt;.
 Hama ini mengisap cairan tanaman jagung terutama pada daun muda, 
kotorannya berasa manis sehingga menggundang semut dan berpotensi 
menimbulkan serangan sekunder yaitu cendawan jelaga. Serangan parah 
menyebabkan daun tanaman jagung mengalami  klorosis(kuning), dan 
menggulung. Kutu ini juga menjadi serangga vektor  penular virus mosaik.
 Pengendalian hama &lt;i&gt;Mysus persicae&lt;/i&gt; dengan penyemprotan insektisida
 berbahan aktif abamektin, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, 
sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk 
kemasan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;PENYAKIT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Hawar Daun (&lt;i&gt;Helmithosporium turcicum&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Gejala&lt;br /&gt;
Pada awal terinfeksi maka gejala berupa bercak kecil, berbentuk oval 
kemudian bercak semakin memanjang berbentuk ellips dan berkembang  
menjadi nekrotik yang disebut hawar, warnanya hijau keabu-abuan atau 
coklat. Panjang hawar 2,5_15 cm, bercak muncul dimulai pada daun 
terbawah kemudian berkembang menuju daun atas. Infeksi berat dapat 
mengakibatkan tanaman jagung cepat mati atau mengering, dan cendawan ini
 tidak  menginfeksi tongkol atau klobot. Cendawan ini dapat bertahan 
hidup dalam bentuk miselium dorman pada daun tanaman jagung atau pada 
sisa sisa tanaman jagung di areal budidaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyebab&lt;br /&gt;
Penyakit hawar daun disebabkan oleh &lt;i&gt;Helminthosporium turcicum&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian&lt;br /&gt;
- Menanam varietas tahan Bisma, Pioner-2, pioner-14, Semar-2 dan semar-5.&lt;br /&gt;
- Pemusnahan seluruh bagian tanaman jagung sampai ke akarnya (Eradikasi tanaman) yang terinfeksi bercak daun.&lt;br /&gt;
- Penggunaan fungisida, bahan aktif mankozeb dan dithiocarbamate.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Busuk Pelepah (&lt;i&gt;Rhizoctonia solani&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Gejala&lt;br /&gt;
Penyakit busuk pelepah pada tanaman jagung umumnya terjadi pada pelepah 
daun, gejala bercak berwarna agak kemerahan kemudian berubah menjadi 
abu-abu, selanjutnya bercak meluas dan seringkali diikuti pembentukan 
sklerotium dengan bentuk yang tidak beraturan berwarna putih kemudian 
berubah menjadi cokelat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gejala penyakit ini dimulai dari bagian tanaman jagung yang paling dekat
 dengan permukaan tanah dan menjalar ke bagian atas, pada varietas yang 
tidak tahan penyakit ini (rentan) serangan cendawan dapat mencapai pucuk
 atau tongkol jagung. Cendawan ini bertahan hidup sebagai miselium dan 
sklerotium pada biji jagung, di tanah dan pada sisa-sisa tanaman jagung 
di areal budidaya. Keadaan tanah basah, lembab, serta drainase kurang 
baik akan merangsang pertumbuhan miselium maupun sklerotia, sehingga 
merupakan sumber inokulum utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyebab&lt;br /&gt;
Penyebab penyakit busuk pelepah adalah &lt;i&gt;Rhizoctonia solani&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian&lt;br /&gt;
- Menggunakan varietas/galur tahan sampai agak tahan terhadap penyakit hawar pelepah, seperti : Semar-2, Rama, Galur GM 27.&lt;br /&gt;
- Diusahakan agar pertanaman tidak terlalu rapat sehingga kelembaban tidak terlalu tinggi.&lt;br /&gt;
- Lahan mempunyai drainase yang baik.&lt;br /&gt;
- Pergiliran tanaman, tidak budidaya jagung secara terus menerus di lahan yang sama.&lt;br /&gt;
- Penggunaan fungisida, bahan aktif mancozeb dan karbendazim.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;




&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Penyakit Bulai (&lt;i&gt;Peronosclerospora maydis&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Penyakit
 bulai merupakan penyakit utama tanaman jagung. Penyakit ini menyerang 
tanaman jagung khususnya varietas rentan hama penyakit dan umur muda  
(antara 1 - 2 minggu setelah tanam). Kehilangan hasil jagung akibat  
penularan penyakit bulai dapat mencapai 100% pada varietas rentan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gejala&lt;br /&gt;
Gejala khas bulai adalah adanya warna khlorotik memanjang sejajar tulang
 daun dengan batas yang jelas antara daun sehat. Pada daun permukaan 
atas dan bawah terdapat warna putih seperti tepung, akan terlihat sangat
 jelas di pagi hari. Selanjutnya pertumbuhan tanaman jagung akan 
terhambat, termasuk pembentukan tongkol jagung, bahkan tongkol jagung 
tidak terbentuk, daun-daun tanaman jagung menggulung serta terpuntir, 
bunga jantan berubah menjadi massa daun yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyakit bulai tanaman jagung menyebabkan gejala sistemik yang meluas ke
 seluruh bagian tanaman jagung dan menimbulkan gejala lokal (setempat). 
Gejala sistemik terjadi bila infeksi cendawan mencapai titik tumbuh 
sehingga semua daun tanaman jagung yang dibentuk  terinfeksi. Tanaman 
jagung yang terinfeksi penyakit bulai ketika berumur masih muda umumnya 
tidak menghasilkan buah, tetapi bila terinfeksi pada tanaman yang sudah 
tua namun masih terbentuk buah, umumnya pertumbuhannya kerdil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyebab&lt;br /&gt;
Penyakit bulai di Indonesia disebabkan oleh cendawan &lt;i&gt;Peronosclerospora maydis dan Peronosclerospora  philippinensis&lt;/i&gt; yang luas sebarannya, sedangkan &lt;i&gt;Peronosclerospora sorghii&lt;/i&gt; hanya ditemukan di dataran tinggi Berastagi Sumatera Utara dan Batu  Malang Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian&lt;br /&gt;
- Menanam varietas tahan: Bima 1, Bima 3, Bima 9, Bima 14, Bima 15, Lagaligo, dan Gumarang. &lt;br /&gt;
- Melakukan periode waktu yang bebas tanaman jagung minimal dua minggu sampai satu bulan.&lt;br /&gt;
- Penanaman jagung secara serempak.&lt;br /&gt;
- Pemusnahan seluruh bagian tanaman jagung sampai keakarnya (Eradikasi tanaman) yang terserang penyakit bulai.&lt;br /&gt;
- Penggunaan fungisida metalaksil pada benih jagung (perlakuan benih), dosis 2 gram (0,7 g bahan aktif) per kg benih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;





&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Busuk Tongkol&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;a. Busuk tongkol Fusarium&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Gejala&lt;br /&gt;
Gejala  penyakit ini permukaan biji pada tongkol berwarna merah jambu 
sampai coklat, kadang-kadang diikuti oleh pertumbuhan miselium seperti 
kapas berwarna merah jambu. Cendawan berkembang pada sisa tanaman jagung
 serta di dalam tanah, cendawan ini dapat terbawa benih, dan 
penyebarannya dapat melalui angin atau tanah.; &lt;br /&gt;
Penyakit busuk tongkol Fusarium disebabkan oleh infeksi cendawan &lt;i&gt;Fusarium moniliforme&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;b. Busuk tongkol Diplodia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Gejala&lt;br /&gt;
Kelobot yang terinfeksi pada umumnya berwarna coklat, infeksi pada 
kelobot  setelah 2 minggu keluarnya rambut jagung, menyebabkan biji 
berubah  menjadi coklat, kisut dan busuk. Miselium berwarna putih, 
piknidia  berwarna hitam tersebar pada kelobot. Infeksi dimulai pada 
dasar tongkol  berkembang ke bongkol kemudian merambat ke permukaan biji
 dan menutupi  kelobot. Cendawan dapat bertahan hidup dalam bentuk spora
 dan piknidia  yang berdinding tebal pada sisa tanaman di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gejala busuk tongkol Diplodia disebabkan oleh infeksi cendawan Diplodia maydis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;


&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;c. Busuk tongkol Gibberella&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Gejala&lt;br /&gt;
Tongkol  yang terinfeksi dini oleh cendawan ini dapat menjadi busuk dan 
 kelobotnya saling menempel erat pada tongkol, buah berwarna biru hitam 
 di permukaan kelobot dan bongkol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gejala busuk tongkol Gibberella disebabkan oleh infeksi cendawan Gibberella roseum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian :&lt;br /&gt;
- Menggunakan pemupukan berimbang.&lt;br /&gt;
-  Tidak membiarkan tongkol terlalu lama mengering di lapangan, jika 
musim  hujan bagian batang dibawah tongkol dipotong agar ujung tongkol 
tidak  mengarah keatas. &lt;br /&gt;
Pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan termasuk padi-padian, karena patogen ini mempunyai banyak tanaman inang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Busuk Batang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Gejala&lt;br /&gt;
Penyakit  busuk batang jagung dapat menyebabkan kerusakan pada varietas 
rentan  hingga 65%. Tanaman jagung yang terserang penyakit ini tampak 
layu atau  kering seluruh daunnya. Umumnya gejala tersebut terjadi pada 
stadia  generatif, yaitu setelah fase pembungaan. Pangkal batang yang 
terinfeksi  berubah warna dari hijau menjadi kecoklatan, bagian dalam 
batang busuk,  sehingga mudah rebah, dan bagian kulit luarnya tipis. 
Pada pangkal  batang yang terinfeksi akan memperlihatkan warna merah 
jambu, merah  kecoklatan atau coklat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyakit busuk batang jagung  dapat disebabkan oleh delapan 
spesies/cendawan seperti Colletotrichum  graminearum, Diplodia maydis, 
Gibberella zeae, Fusarium moniliforme,  Macrophomina phaseolina, Pythium
 apanidermatum, Cephalosporium maydis,  dan Cephalosporium acremonium. 
Di Sulawesi Selatan penyebab penyakit  busuk batang yang telah berhasil 
diisolasi adalah Diplodia sp., Fusarium  sp. dan Macrophomina sp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penularan&lt;br /&gt;
Cendawan  patogen penyebab penyakit busuk batang memproduksi konidia 
pada  permukaan tanaman inangnya. Konidia dapat disebarkan oleh angin, 
air  hujan ataupun serangga. Pada waktu tidak ada tanaman, cendawan 
dapat  bertahan pada sisa-sisa tanaman yang terinfeksi dalam fase hifa 
atau  piknidia dan peritesia yang berisi spora. Pada kondisi lingkungan 
yang  sesuai untuk perkembangannya, spora akan keluar dari piknidia atau
  peritesia. Spora pada permukaan tanaman jagung akan tumbuh dan  
menginfeksi melalui akar ataupun pangkal batang. Infeksi awal dapat  
melalui luka atau membentuk sejenis apresoria yang mampu masuk ke  
jaringan tanaman. Spora/konidia yang terbawa angin dapat menginfeksi ke 
 tongkol, dan biji yang terinfeksi bila ditanam dapat menyebabkan  
penyakit busuk batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian&lt;br /&gt;
1. Menanam  varietas tahan, hasil seperti BISI-1, BISI-4, BISI-5, Surya,
 Exp.9572,  Exp. 9702, Exp. 9703, CPI-2, FPC 9923, Pioneer-8, 
Pioneer-10,  Pioneer-12, Pioneer-13, Pioneer-14, Semar-9, Palakka, dan 
J1-C3.&lt;br /&gt;
2. Pergiliran tanaman.&lt;br /&gt;
3. Pemupukan berimbang, menghindari pemberian N tinggi dan K rendah.&lt;br /&gt;
4. Drainase yang baik.&lt;br /&gt;
5. Pengendalian penyakit busuk batang (Fusarium) secara hayati dapat dilakukan dengan cendawan antagonis &lt;b&gt;Trichoderma sp&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;




&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Karat Daun (&lt;i&gt;Puccinia polysora&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Bercak-bercak
  kecil (uredinia) berbentuk bulat sampai oval terdapat pada permukaan  
daun jagung di bagian atas dan bawah, uredinia menghasilkan uredospora  
yang berbentuk bulat atau oval dan berperan penting sebagai sumber  
inokulum dalam menginfeksi tanaman jagung yang lain dan sebarannya  
melalui angin. Penyakit karat dapat terjadi di dataran rendah sampai  
tinggi dan infeksinya berkembang baik pada musim penghujan atau musim  
kemarau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyebab&lt;br /&gt;
Penyakit karat disebabkan oleh Puccinia polysora&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian&lt;br /&gt;
- Menanam varietas tahan : Lamuru, Sukmaraga, Palakka, Bima-1 dan Semar- 10&lt;br /&gt;
- Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai keakarnya (Eradikasi tanaman) yang terinfeksi karat daun dan gulma&lt;br /&gt;
- Penggunaan fungisida dengan bahan aktif benomil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Bercak Daun (&lt;i&gt;Bipolaris maydis Syn.&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Gejala&lt;br /&gt;
Penyakit  bercak daun pada tanaman jagung dikenal dua tipe menurut ras 
patogennya  yaitu ras O dan T. Ras O bercak berwarna coklat kemerahan 
dengan ukuran  0,6 x (1,2_1,9) cm, sedangkan Ras T bercak berukuran 
lebih besar yaitu  (0,6_1,2) x (0,6_2,7) cm. Ras T berbentuk kumparan 
dengan bercak  berwarna hijau kuning atau klorotik kemudian menjadi 
coklat kemerahan.  Kedua ras ini, ras T lebih berbahaya (virulen) 
dibanding ras O dan pada  bibit jagung yang terserang menjadi layu atau 
mati dalam waktu 3_4  minggu setelah tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tongkol yang terserang/terinfeksi  dini, biji akan rusak dan busuk, 
bahkan tongkol dapat gugur. Bercak  pada ras T terdapat pada seluruh 
bagian tanaman (daun, pelepah, batang,  tangkai kelobot, biji, dan 
tongkol). Permukaan biji yang terinfeksi  ditutupi miselium berwarna 
abu-abu sampai hitam sehingga dapat  menurunkan hasil yang cukup besar. 
Cendawan ini dalam bentuk miselium  dan spora dapat bertahan hidup dalam
 sisa tanaman di lapang atau pada  biji di penyimpanan. Konidia yang 
terbawa angin atau percikan air hujan  dapat menimbulkan infeksi pertama
 pada tanaman jagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyebab&lt;br /&gt;
Penyakit bercak daun penyebabnya adalah : Bipolaris maydis Syn. Pada B. maydis ada dua ras yaitu ras O dan ras T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian&lt;br /&gt;
- Menanam varietas tahan : Bima-1, Srikandi Kuning-1, Sukmaraga dan Palakka&lt;br /&gt;
- Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai akarnya (Eradikasi tanaman) yang terinfeksi bercak daun&lt;br /&gt;
- Penggunaan fungisida dengan bahan aktif mancozeb dan carbendazim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;




&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Virus Mosaik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Gejala&lt;br /&gt;
Gejala  penyakit ini tanaman menjadi kerdil, daun berwarna mosaik atau 
hijau  dengan diselingi garis-garis kuning, dan dilihat secara 
keseluruhan  tanaman tampak berwarna agak kekuningan mirip dengan gejala
 bulai namun  permukaan daun bagian bawah dan atas dipegang tidak terasa
 adanya serbuk  spora. Penularan virus dapat terjadi secara mekanis atau
 melalui  serangga Myzus percicae dan Rhopalopsiphum maydis secara non 
persisten.  Tanaman yang terinfeksi virus ini umumnya terjadi penurunan 
hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian&lt;br /&gt;
Mencabut  tanaman yang terinfeksi seawal mungkin agar tidak menjadi 
sumber  infeksi bagi tanaman sekitarnya ataupun pertanaman yang akan 
datang.&lt;br /&gt;
Mengadakan pergiliran tanaman, tidak menanam jagung terus menerus di lahan yang sama. &lt;br /&gt;
Penggunaan peptisida apabila di lapangan populasi vektor cukup tinggi.&lt;br /&gt;
Tidak penggunakan benih yang berasal dari tanaman yang terinfeksi virus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/4230540659767501087/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/teknologi-budidaya-jagung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/4230540659767501087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/4230540659767501087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/teknologi-budidaya-jagung.html' title='Teknologi Budidaya Jagung'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-N9nqpOzRNhM/UcqiI9Z7RqI/AAAAAAAAA6o/uhh-1vsZAFE/s72-c/jagung.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-6782277139050721216</id><published>2013-08-27T01:15:00.002-07:00</published><updated>2013-08-27T01:15:36.160-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Teknis Budidaya Jagung</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU-ZaKTwupPRfXzq0WlGSuQFh5VgRUyCxvlurYlXMZ9R3F2gmDASO6zS07zAeVwPzRSCRjsut8VS4lXlATR_eq-YH1QrY4sDUaSHsp58bOXZ_3vYlREjxi90pee112pkXmxKjcV-AaXCA/s1600/teknis+budidaya+jagung.jpg&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;184&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU-ZaKTwupPRfXzq0WlGSuQFh5VgRUyCxvlurYlXMZ9R3F2gmDASO6zS07zAeVwPzRSCRjsut8VS4lXlATR_eq-YH1QrY4sDUaSHsp58bOXZ_3vYlREjxi90pee112pkXmxKjcV-AaXCA/s320/teknis+budidaya+jagung.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Di Indonesia jagung merupakan komoditi tanaman pangan penting, namun 
tingkat produksi belum optimal. CV Reski surya Prima berupaya 
meningkatkan produksi tanaman jagung secara kuantitas, kualitas dan 
ramah lingkungan /berkelanjutan ( Aspek K-3).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;II. SYARAT PERTUMBUHAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;
Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase 
pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya 
ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar
 matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan 
memberikan hasil biji yang tidak optimal. Suhu optimum antara 230 C - 
300 C. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah 
yang gembur, subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH tanah 
antara 5,6-7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah 
kurang dari 8 %. Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, 
sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. Ketinggian antara 
1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;A. Syarat benih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;
Benih sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi (benih 
hibryda). Daya tumbuh benih lebih dari 90%. Kebutuhan benih + 20-30 
kg/ha. Sebelum benih ditanam, sebaiknya direndam dalam POC NASA (dosis 
2-4 cc/lt air semalam).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
B. Pengolahan Lahan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;
Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa tanaman yang cukup 
banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dicangkul 
dan diolah dengan bajak. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 
15-20 cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m dibuat saluran drainase 
sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm. 
Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek.Di daerah 
dengan pH kurang dari 5, tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara 
menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, + 1 bulan sebelum tanam. 
Sebelum tanam sebaiknya lahan disebari GLIO yang sudah dicampur dengan 
pupuk kandang matang untuk mencegah penyakit layu pada tanaman jagung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
C. Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td rowspan=&quot;2&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;84&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu&lt;/b&gt;      &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td colspan=&quot;3&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;144&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dosis Pupuk Makro (per ha)&lt;/b&gt;        &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td rowspan=&quot;2&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;126&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dosis Pupuk&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Urea (kg)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TSP (kg)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KCl (kg)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;84&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Perendaman benih&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;126&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
2 - 4 cc/ lt air&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;84&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Pupuk dasar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        120&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        80&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        25&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;126&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
20 - 40 tutup/tangki&lt;br /&gt;
( siram merata )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;84&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
2 minggu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;126&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
4 - 8 tutup/tangki&lt;br /&gt;
( semprot/siram)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;84&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Susulan I      (3 minggu)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        115&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        55&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;126&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;84&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
4 minggu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;126&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
4 - 8 tutup/tangki&lt;br /&gt;
( semprot/siram )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;84&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Susulan II (6minggu)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        115&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;48&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;        -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;126&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
4 - 8 tutup/tangki&lt;br /&gt;
( semprot/siram )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Catatan :&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;akan lebih baik pupuk dasar menggunakan SUPER NASA dosis ± 1 botol/1000 m2 dengan cara :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;alternatif
 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 lt air (jadi larutan induk). 
Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk 
menyiram bedengan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;alternatif 2 : 1 gembor (10-15 lt) beri 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 m bedengan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;D. Teknik Penanaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;1. Penentuan Pola Tanaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;a. Tumpang sari ( intercropping ),&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;melakukan
 penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). Contoh: 
tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai; tumpang sari beda 
umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;b. Tumpang gilir ( Multiple Cropping ),&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;dilakukan
 secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor 
lain untuk mendapat keuntungan maksimum. Contoh: jagung muda, padi gogo,
 kedelai, kacang tanah, dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;c. Tanaman Bersisipan ( Relay Cropping ):&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;pola
 tanam dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain 
tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang 
berbeda). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang
 panen disisipkan kacang panjang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;d. Tanaman Campuran ( Mixed Cropping ) :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;penanaman
 terdiri beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun 
larikannya, semua tercampur jadi satu. Lahan efisien, tetapi riskan 
terhadap ancaman hama dan penyakit. Contoh: tanaman campuran seperti 
jagung, kedelai, ubi kayu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;2. Lubang Tanam dan Cara Tanam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;Lubang
 tanam ditugal, kedalaman 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir 
benih. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin 
panjang umurnya jarak tanam semakin lebar. Jagung berumur panen lebih 
100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40x100 cm (2 tanaman /lubang). 
Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25x75 cm (1 
tanaman/lubang).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;E. Pengelolaan Tanaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Penjarangan dan Penyulaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau 
gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara 
langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain 
yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih 
yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (hst). Jumlah 
dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu 
penanaman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;
2. Penyiangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung 
yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll. 
Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur 
tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah maka dilakukan 
setelah tanaman berumur 15 hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3. Pembumbunan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh 
posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang 
bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat
 tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Tanah di 
sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian 
ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang
 memanjang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
4. Pengairan dan Penyiraman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila 
tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun 
menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga 
perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;F. Hama dan Penyakit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Hama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;a. Lalat bibit (Atherigona exigua Stein)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Gejala:&lt;/b&gt; daun berubah warna menjadi kekuningan, bagian yang 
terserang mengalami pembusukan, akhirnya tanaman menjadi layu, 
pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. Penyebab: lalat bibit 
dengan ciri-ciri warna lalat abu-abu, warna punggung kuning kehijauan 
bergaris, warna perut coklat kekuningan, warna telur putih mutiara, dan 
panjang lalat 3-3,5 mm. Pengendalian: (1) penanaman serentak dan 
penerapan pergiliran tanaman. (2) tanaman yang terserang segera dicabut 
dan dimusnahkan. (3) Sanitasi kebun. (4) semprot dengan PESTONA.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;b. Ulat Pemotong&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Gejala: tanaman terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah, ditandai 
dengan bekas gigitan pada batangnya, akibatnya tanaman yang masih muda 
roboh. Penyebab: beberapa jenis ulat pemotong: Agrotis ipsilon; 
Spodoptera litura, penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis), dan 
penggerek buah jagung (Helicoverpa armigera). Pengendalian: (1) Tanam 
serentak atau pergiliran tanaman; (2) cari dan bunuh ulat-ulat tersebut 
(biasanya terdapat di dalam tanah); (3) Semprot PESTONA, VITURA atau 
VIREXI.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;
2. Penyakit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
a. Penyakit bulai (Downy mildew)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Penyebab: cendawan Peronosclerospora maydis dan P. javanica serta P. 
philippinensis, merajalela pada suhu udara 270 C ke atas serta keadaan 
udara lembab. Gejala: (1) umur 2-3 minggu daun runcing, kecil, kaku, 
pertumbuhan batang terhambat, warna menguning, sisi bawah daun terdapat 
lapisan spora cendawan warna putih; (2) umur 3-5 minggu mengalami 
gangguan pertumbuhan, daun berubah warna dari bagian pangkal daun, 
tongkol berubah bentuk dan isi; (3) pada tanaman dewasa, terdapat 
garis-garis kecoklatan pada daun tua. Pengendalian: (1) penanaman 
menjelang atau awal musim penghujan; (2) pola tanam dan pola pergiliran 
tanaman, penanaman varietas tahan; (3) cabut tanaman terserang dan 
musnahkan; (4) Preventif diawal tanam dengan GLIO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;b. Penyakit bercak daun (Leaf bligh)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Penyebab: cendawan Helminthosporium turcicum. Gejala: pada daun tampak 
bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna 
coklat, bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal 
daun, semula bercak tampak basah, kemudian berubah warna menjadi coklat 
kekuning-kuningan, kemudian berubah menjadi coklat tua. Akhirnya seluruh
 permukaan daun berwarna coklat. Pengendalian: (1) pergiliran tanaman. 
(2) mengatur kondisi lahan tidak lembab; (3) Prenventif diawal dengan 
GLIO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;c. Penyakit karat (Rust)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Penyebab: cendawan Puccinia sorghi Schw dan P.polypora Underw. Gejala: 
pada tanaman dewasa, daun tua terdapat titik-titik noda berwarna merah 
kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk berwarna kuning 
kecoklatan, serbuk cendawan ini berkembang dan memanjang. Pengendalian: 
(1) mengatur kelembaban; (2) menanam varietas tahan terhadap penyakit; 
(3) sanitasi kebun; (4) semprot dengan GLIO.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;d. Penyakit gosong bengkak (Corn smut/boil smut)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Penyebab: cendawan Ustilago maydis (DC) Cda, Ustilago zeae (Schw) Ung, 
Uredo zeae Schw, Uredo maydis DC. Gejala: masuknya cendawan ini ke dalam
 biji pada tongkol sehingga terjadi pembengkakan dan mengeluarkan 
kelenjar (gall), pembengkakan ini menyebabkan pembungkus rusak dan spora
 tersebar. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban; (2) memotong bagian 
tanaman dan dibakar; (3) benih yang akan ditanam dicampur GLIO dan POC 
NASA .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;e. Penyakit busuk tongkol dan busuk biji&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Penyebab: cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae 
(Schw), Gibberella fujikuroi (Schw), Gibberella moniliforme. Gejala: 
dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol, biji-biji jagung 
berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah menjadi 
warna coklat sawo matang. Pengendalian: (1) menanam jagung varietas 
tahan, pergiliran tanam, mengatur jarak tanam, perlakuan benih; (2) GLIO
 di awal tanam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida 
alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang 
dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak 
mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5
 ml (1/2 tutup)/tangki.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;G. Panen dan Pasca Panen&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Ciri dan Umur Panen&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Umur panen + 86-96 hari setelah tanam. Jagung untuk sayur (jagung muda, 
baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh (diameter tongkol 1-2 
cm), jagung rebus/bakar, dipanen ketika matang susu dan jagung untuk 
beras jagung, pakan ternak, benih, tepung dll dipanen jika sudah matang 
fisiologis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Cara Panen&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Putar tongkol berikut kelobotnya/patahkan tangkai buah jagung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;
3. Pengupasan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Dikupas saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai, 
agar kadar air dalam tongkol dapat diturunkan sehingga cendawan tidak 
tumbuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;4. Pengeringan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Pengeringan jagung dengan sinar matahari (+7-8 hari) hingga kadar air + 9% -11 % atau dengan mesin pengering.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;5. Pemipilan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Setelah kering dipipil dengan tangan atau alat pemipil jagung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;
6. Penyortiran dan Penggolongan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Biji-biji jagung dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak 
dikehendaki (sisa-sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa, 
dll). Penyortiran untuk menghindari serangan jamur, hama selama dalam 
penyimpanan dan menaikkan kualitas panenan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/6782277139050721216/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/teknis-budidaya-jagung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/6782277139050721216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/6782277139050721216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/teknis-budidaya-jagung.html' title='Teknis Budidaya Jagung'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU-ZaKTwupPRfXzq0WlGSuQFh5VgRUyCxvlurYlXMZ9R3F2gmDASO6zS07zAeVwPzRSCRjsut8VS4lXlATR_eq-YH1QrY4sDUaSHsp58bOXZ_3vYlREjxi90pee112pkXmxKjcV-AaXCA/s72-c/teknis+budidaya+jagung.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-3243152513456172905</id><published>2013-08-27T01:04:00.003-07:00</published><updated>2013-08-27T01:05:39.445-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Sistem TABELA pada Budidaya Padi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAv2Ok8wEg2h6yC9LBLTwu-OuSGhIACQyD7SSsB0mTqGF9vkwsPUsprsDrDMtq3GOM0rBS0oU56OUMWjcVkOhrXwOHAJ0cXgS3j0ipjwx9YFdbuEYkIW0R4uOuB7Ef-MorQ-FHywUThm7Q/s1600/index2.jpeg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;133&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAv2Ok8wEg2h6yC9LBLTwu-OuSGhIACQyD7SSsB0mTqGF9vkwsPUsprsDrDMtq3GOM0rBS0oU56OUMWjcVkOhrXwOHAJ0cXgS3j0ipjwx9YFdbuEYkIW0R4uOuB7Ef-MorQ-FHywUThm7Q/s200/index2.jpeg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tanam padi sistem&lt;b&gt; TABELA&lt;/b&gt; ( Tabur Benih Langsung ) memang memberikan beberapa keunggulan atau kelebihan dari &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD6&quot;&gt;cara&lt;/span&gt; tanam konvensional karena lebih efisien, namun disisi lain ternyata kurang cocok &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD12&quot;&gt;bila&lt;/span&gt;
 dilakukan saat musim penghujan. Bahkan disinyalir turut menumbuhkan 
biji gulma untuk tumbuh lebih awal sehingga mendorong gulma tumbuh 
cepat. Maka pemilihan &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD1&quot;&gt;herbisida&lt;/span&gt; yang selektif dan efektif mutlak dibutuhkan untuk mengendalikan pertumbuhan gulma tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Tanaman padi (Oriza sativa) adalah salah satu jenis serealia yang 
umumnya dibudidayakan melalui sistem persemaian terlebih dahulu. Baru 
setelah bibit tumbuh sampai berumur + 3 minggu dilakukan pemindahan 
tanaman bibit ke lapangan yang telah dipersiapkan sebelumnya yang 
dikenal dengan istilah transplanting. Cara ini merupakan suatu cara yang umum digunakan oleh petani padi di &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD9&quot;&gt;seluruh&lt;/span&gt; Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Namun, ada beberapa kelemahan yang dimiliki dari sistem transplanting 
tersebut, diantaranya : (a) pada saat bibit dicabut dari tempat 
persemaian maka bibit akan mengalami kerusakan pada sistem perakarannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Monochoria vaginalis, gulma berdaun lebar yang sering mengganggu pertanaman padi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Keadaan ini akan mempengaruhi &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD3&quot;&gt;proses&lt;/span&gt; adaptasi tanaman, dimana bibit padi tersebut akan berhenti mengabsorbsi air, sedangkan di lain pihak proses transpirasinya tetap berlangsung. Bila
 keadaan ini berlangsung dalam interval waktu yang agak panjang maka 
bibit akan mengalami kekurangan air, terjadi penurunan tekanan turgor 
dari guard cell (sel penjaga), stomata tertutup, difusi CO2 tertekan dan
 pada akhirnya terhentinya proses fotosintesis. (b) Pada saat bibit 
tanaman padi dicabut dari persemaian akan terjadi pelukaan pada sistem 
perakarannya, hal ini mempengaruhi daya tahan tanaman dimana luka yang 
ada akan menyebabkan bibit penyakit dapat masuk ke dalam tanaman. (c) 
Pada saat bibit tanaman padi dicabut dari persemaian dan dipindahkan ke 
sawah, akan terjadi proses stagnasi dimana pertumbuhan bibit tanaman 
akan terhenti sementara sampai dapat beradaptasi dengan lingkungan 
barunya, (d) sistem budidaya melalui persemaian lebih cocok untuk musim 
penghujan karena proses transpirasi (penguapan) dapat ditekan lajunya sehingga bibit padi dapat terhindar dari proses kelayuan dan terakhir (e) sistem budidaya melalui persemaian akan membutuhkan &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD2&quot;&gt;tenaga&lt;/span&gt; kerja lebih banyak dimana untuk luasan satu hektar akan membutuhkan kurang lebih 10 orang tenaga
 kerja transplanting dan membutuhkan waktu + 8 jam dengan besar biaya + 
Rp. 250.000,- (standart di Kabupaten Sindrap, Sulawesi Selatan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Untuk mengatasi keadaan ini perlu dilakukan &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD4&quot;&gt;alternatif&lt;/span&gt;
 teknik budidaya lain misalnya tekhnologi budidaya tanaman padi dengan 
menggunakan sistem tabela atau tabur benih langsung. Pada sistem tabela 
ini, sebelum benih ditabur ke lapangan terlebih dahulu di kecambahkan di
 dalam karung yang basah selama 2 hari sampai calon akarnya kelihatan, 
kemudian barulah dimasukkan langsung ke dalam lubang-lubang yang dibuat 
terlebih dahulu menggunakan kayu sederhana (tugal) yang berfungsi 
sebagai alat pembuat lubang dan sekaligus untuk mengatur jarak tanam. 
Sebelumnya lahan perlu diairi sampak agak basah tetapi tidak sampai 
menggenang atau becek sehingga mempermudah pembuatan lubang-lubang 
tanam. Benih hasil peraman yang telah kelihatan calon akarnya dimasukkan
 ke dalam lubang dengan menggunakan telunjuk jari tengah dan ibu jari + 
20 – 25 benih ke dalam satu lubang. Perlakuan ini dengan estimasi bahwa 
satu rumpun padi yang optimal terdiri dari 20 – 25 anakan. Jarak tanam 
yang baik adalah + 25 x 25 cm dengan kebutuhan benih + 60 kg/ha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Benih padi yang sudah muncul titik tumbuhnya dimasukkan ke dalam lubang dengan menggunakan jari telunjuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Di Sulawesi Selatan, sistem tabela ini sudah mulai memasyarakat dan 
banyak digunakan oleh petani padi sawah terutama di Kabupaten Sindrap, 
Pinrang dan Bone. Adapun beberapa keuntungan budidaya padi dengan sistem
 tabela diantaranya : (a) sistem tabela memastikan jarak tanam lebih 
tepat dan teratur sehingga produksi yang diperoleh petani lebih banyak 
500 – 1000 kg gabah kering per hektar bila dibandingkan dengan sistem 
persemaian. Konsekuensi yang diperoleh dari jarak tanam yang teratur 
akan mengurangi kompetisi untuk mendapatkan faktor-faktor produksi antar
 tanaman. Yang terpenting adalah bahwa jarak tanam yang tepat dan 
teratur akan menyebabkan Leaf Area Indeks (LAI) yang optimum karena 
semua lapisan daun sempurna sehingga proses fotosintesis tanaman dapat 
berlangsung secara optimal. Keadaan inilah yang dapat menunjang kenaikan
 produksi lebih tinggi pada sistem budidaya padi dengan menabur benih 
langsung tanpa melewati proses persemaian. (b) sistem tabela menyebabkan tanaman terhindar dari proses
 transpirasi yang berlebihan yang dapat menyebabkan kelayuan saat 
kekurangan air , (c) tanaman terhindar dari stagnasi (d) tanaman 
terhindar dari proses penggabungan akar yang biasa terjadi saat 
transplanting sehingga banyak akar yang rusak dan putus dan (e) Dengan 
sistem tabela kebutuhan tenaga kerja penanam untuk luasan 1 hektar adalah &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD7&quot;&gt;lima&lt;/span&gt; orang tenaga
 kerja dengan waktu + 4 jam sehingga besar biaya akan jauh lebih murah (
 + Rp. 125.000) jika dibandingkan dengan budidaya sistem persemaian. 
Dengan sistem tabela dapat menghasilkan 6 – 6,5 ton gabah, sedangkan 
melalui sistem persemaian konvensional menghasilkan 5 – 5,5 ton gabah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Namun disamping memiliki kelebihan-kelebihan tersebut, sistem budidaya 
padi secara tabela ini juga memiliki beberapa kelemahan/kekurangan 
diantaranya (a) Sistem tabela hanya dapat digunakan pada musim kemarau. Bila
 digunakan pada saat musim penghujan benih yang dimasukkan ke dalam 
lubang akan keluar dan tersebar kemana-mana menyebabkan jarak tanam 
menjadi tidak teratur, (b) Dengan sistem tabela, karena air dimasukkan 
lebih awal pada saat akan membuat lubang, dapat menyebabkan biji-biji 
gulma berkecambah dan tumbuh lebih awal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Dari beberapa jenis gulma yang tumbuh ternyata ada dua jenis gulma yang sering menyulitkan para petani padi, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
1. Echinocloa crussgalli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Gulma ini seringkali dijumpai pada tanaman padi. Biasanya disetiap daerah memiliki nama yang berlainan. Orang &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD8&quot;&gt;Sunda&lt;/span&gt; menyebutnya sebagai rumput jajagoan, sedangkan istilah Orang Sulawesi seringkali disebut &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD10&quot;&gt;sari&lt;/span&gt; beteng.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Jajagoan, salah satu gulma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
yang sering mengganggu pertanaman padi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Jenis gulma ini adalah gulma berdaun sempit dan sulit dibedakan dari tanaman utama yaitu padi karena memiliki penampakkan &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD5&quot;&gt;yang hampir sama&lt;/span&gt;.
 Selain memiliki ciri yang sama, jajagoan ini juga biasanya tumbuh 
menjadi satu dengan anakan padi dalam satu rumpun. Perbedaan mencolok 
dari gulma ini dapat dilihat pada saat tanaman jajagoan mengalami 
pembungaan. Pada saat pembungaan inilah biasanya kompetisi dalam 
memperebutkan unsur &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD11&quot;&gt;hara&lt;/span&gt; yang 
ada dalam tanah berlangsung sehingga dapat mengakibatkan penurunan 
produksi padi berkisar antara 15 – 20 %. Karena sifatnya yang mirip dan 
menyatu dengan rumpun padi itulah pengendalian gulma harus diupayakan 
sedini mungkin dan memilih herbisida yang selektif, efektif dan bersifat pra tumbuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
2. Monochoria vaginalis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Berbeda dengan jenis jajagoan, gulma ini merupakan jenis tanaman yang 
berdaun lebar. Orang seringkali menyebutnya dengan eceng gondok. Jenis 
gulma ini biasanya berkembang biak sangat cepat terutama bila hujan deras. Keadaan ini menyebabkan petani semakin mengalami kesulitan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Pengendalian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Keberadaan gulma yang sangat mengganggu produktivitas tersebut kini 
selain dapat dikendalikan secara mekanis, juga dapat dilakukan secara 
kimia. Penggunaan herbisida merupakan langkah pengendalian gulma secara 
kimia namun relatif aman baik bagi pengguna maupun bagi tanaman utama 
itu sendiri. Dengan banyaknya jenis herbisida yang beredar di pasaran 
tentulah hal ini cukup membingungkan karena masing-masing merk 
menawarkan berbagai keunggulannya. Namun demikian, seperti yang 
dijelaskan sebelumnya pemilihan herbisida ini hendaknya sangat hati-hati dan selektif. Efektivitas suatu herbisida tergantung pada jenis gulma dan bahan aktif yang dikandung herbisida tersebut. Perlu diketahui bahwa tidak semua jenis herbisida
 mampu memberantas semua jenis gulma karena pada bahan aktif tertentu 
hanya efektif/manjur pada karakteristik gulma tertentu saja. Tidak 
terlepas dari bagaimana sifat/karakteristik suatu bahan aktif dalam 
efektivitasnya membasmi gulma, maka di beberapa tempat di Sulawesi 
Selatan seperti di Kab. Sindrap, Pinrang dan Bone khususnya pada 
budidaya padi yang menggunakan sistem tabela, telah mengadakan beberapa 
percobaan baik yang dilakukan sendiri oleh petani maupun bersama-sama. 
Hasilnya memuaskan dimana dari beberapa herbisida yang dicoba, ternyata 
hanya ada dua jenis yang paling unggul dan terbukti efektif dalam 
membasmi gulma jenis jajagoan maupun eceng gondok. Herbisida yang 
dimaksud adalah Billy 20WP dan Queen 25WP yang didistribusikan oleh PT. 
Tanindo Subur Prima-Surabaya dengan merk dagang Cap Kapal Terbang. 
Keunggulan dari dua jenis herbisida ini ternyata dari sifatnya selektiif
 pada padi dimana bahan aktif yang dimiliki baik oleh Billy 20WP maupun 
Queen 25WP tersebut efektif dalam membasmi gulma namun tidak mematikan 
tanaman padi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Herbisida Billy 20WP merupakan herbisida sistemik yang berbahan aktif 
Etil pirazosulfuron 20 %. Herbisida ini dapat digunakan pada saat pra 
tumbuh sampai awal purna tumbuh, disamping selektif juga mampu 
mengendalikan gulma berdaun sempit maupun berdaun lebar. Billy 20WP ini 
berbentuk tepung yang berwarna abu-abu. Sifat selektivitas yang 
dimilikinya ini bila ditinjau secara biokimia erat kaitannya dengan 
keberadaan bahan aktif etil pirazosulfuron dimana senyawa yang 
dihasilkannya akan memutus cabang asam amino pada tanaman gulma yang 
lama-kelamaan akan menyebabkan kematian, namun tidak berpengaruh pada 
tanaman padi. Hal ini disebabkan bila kontak dengan tanaman padi maka 
senyawa tersebut akan membentuk senyawa hidroksil yang tidak beracun 
sehingga tetap aman bagi padi. Berdasarkan pengalaman para petani yang 
ada, maka agar didapatkan hasil yang optimal penggunaan dosis untuk 
memberantas gulma jajagoan adalah sekitar 5 gram/2 tangki air (28 liter)
 per hektar. Sedangkan untuk memberantas gulma eceng gondok dapat 
digunakan dosis 5 gram/1 tangki air (14 liter) per hektar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Herbisida Queen 25WP tidak berbeda jauh dengan “kerabat”-nya yaitu Billy
 20WP. Baik dilihat dari segi manfaat maupun keunggulan yang dimiliki 
baik Billy 20WP maupun Queen 25WP hampir sama. Hanya saja herbisida 
Queen 25WP ini mengandung bahan aktif Kuinklorak sebesar 25 %. Queen 
25WP ini merupakan herbisida sistemik yang dapat digunakan pada pra 
tumbuh dan awal purna tumbuh berbentuk tepung dan berwarna krem yang 
dapat disuspensikan. Herbisida Queen ini lebih cocok digunakan pada 
gulma berdaun sempit seperti jajagoan. Dosis yang dapat digunakan untuk 
memberantas gulma ini adalah + 50 gram/2 tangki air untuk luasan satu 
hektar tanaman padi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Dari hasil percobaan dan pengalaman petani setempat, ternyata bila kita 
menggunakan herbisida berbahan aktif metil metsulfuron maupun 2,4-D pada
 budidaya padi dengan sistem tabela ini akan menyebabkan keracunan pada 
tanaman padi yang dicirikan dengan daun berwarna kemerahan dan akhirnya 
berwarna coklat kehitaman seperti terbakar. Untuk itu maka penggunaan 
herbisida berbahan aktif metil metsulfuron maupun 2,4 –D ini baru dapat 
digunakan pada saat tanaman padi berumur + 18 hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Berdasarkan uraian di atas maka pengambilan keputusan untuk pengendalian
 gulma secara kimia harus dibuat sebijak mungkin dan hati-hati dengan 
mempertimbangkan efektivitas dan biayanya. Sehingga pemilihan herbisida 
yang benar-benar tepat yaitu efektif dan selektif juga aman bagi tanaman
 padi mutlak dipertimbangkan. Dengan keunggulan yang dimiliki , maka 
baik Billy 20WP maupun Queen 25 WP merupakan alternatif herbisida yang 
tepat dan efektif dalam mengendalikan sekaligus mencegah adanya tanaman 
gulma. Penggunaan herbisida pada sistem tabela dapat memberantas gulma 
sedini mungkin tanpa merusak tanaman padi itu sendiri. Sehingga hal itu 
tidak dapat memberikan kesempatan kepada gulma untuk berkompetisi dengan
 tanaman padi dalam mendapatkan unsur hara, air, cahaya, maupun CO2 
untuk perkembangan dan pertumbuhannya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/3243152513456172905/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/sistem-atabel-pada-budidaya-padi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/3243152513456172905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/3243152513456172905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/sistem-atabel-pada-budidaya-padi.html' title='Sistem TABELA pada Budidaya Padi'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAv2Ok8wEg2h6yC9LBLTwu-OuSGhIACQyD7SSsB0mTqGF9vkwsPUsprsDrDMtq3GOM0rBS0oU56OUMWjcVkOhrXwOHAJ0cXgS3j0ipjwx9YFdbuEYkIW0R4uOuB7Ef-MorQ-FHywUThm7Q/s72-c/index2.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-6671012077073169087</id><published>2013-08-27T01:00:00.002-07:00</published><updated>2013-08-27T01:00:31.062-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Pupuk Super Tani Cocok untuk Tanaman Jagung</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgp700H3eoxvgf9kwyV71ZWzMqw5FrlXgqccII5joqpk0tP47bqVbcWA6OyKT0i0YoM0-aF99Kxc9DkFHQcq0mSPUBXZDjKLmrlb4ONkQystKF8CdydPvx_ksamRJasNDv3A0BFgvmCYRlo/s1600/demplot+jagung+super+tani.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgp700H3eoxvgf9kwyV71ZWzMqw5FrlXgqccII5joqpk0tP47bqVbcWA6OyKT0i0YoM0-aF99Kxc9DkFHQcq0mSPUBXZDjKLmrlb4ONkQystKF8CdydPvx_ksamRJasNDv3A0BFgvmCYRlo/s1600/demplot+jagung+super+tani.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Manfaat &amp;amp; Kegunaan Pupuk Super Tani:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Meningkatkan hasil dan kualitas produksi tanaman (minimal peningkatan produksi 20%).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Merangsang pertumbuhan bunga, buah, daun, batang, dan akar tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Memperkuat perakaran tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Memperbesar diameter kayu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit dan lebih adaptif terhadap lingkungan tumbuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Penggunaan dapat disemprotkan atau dikocorkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt; Mudah diserap oleh tanaman dan dapat diaplikasikan bersama dengan pestisida.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt; Pemakaian berlebihan TIDAK akan menyebabkan efek samping, tetapi justru akan memberikan HASIL MAKSIMAL.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Gambar di atas merupakan foto hasil &lt;/b&gt;&lt;span&gt;kunjungan di Desa Tocinnong&amp;nbsp; Kecamatan Amali&amp;nbsp; 28 Juni 2013 dalam rangka 
memantau
 hasil aplikasi pupuk Super Tani pada Tanaman Jagung . Hasil Demplot 
menunjukkan penggunaan Pupuk Super Tani sangat tepat untuk tanaman 
jagung. &quot; Jika Anda menginginkan tanaman jagung tumbuh subur maka 
gunakan saja pupuk Super Tani.&quot; ungkap Syarif&amp;nbsp; salah seorang petani 
jagung di kecamatan Amali yang didampingi Penyuluh pertanian Amali Andi 
Mappapole&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/6671012077073169087/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/pupuk-super-tani-cocok-untuk-tanaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/6671012077073169087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/6671012077073169087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/pupuk-super-tani-cocok-untuk-tanaman.html' title='Pupuk Super Tani Cocok untuk Tanaman Jagung'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgp700H3eoxvgf9kwyV71ZWzMqw5FrlXgqccII5joqpk0tP47bqVbcWA6OyKT0i0YoM0-aF99Kxc9DkFHQcq0mSPUBXZDjKLmrlb4ONkQystKF8CdydPvx_ksamRJasNDv3A0BFgvmCYRlo/s72-c/demplot+jagung+super+tani.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-2849715224776030075</id><published>2013-08-27T00:46:00.002-07:00</published><updated>2013-08-27T00:46:59.659-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Pupuk Organik Solusi Peningkatan Produksi Padi Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqMK-d_UgXK1Ip4V6usXk_6kKZ_E3PSV9uPV5TFV5TH5vHOrKpX1Cui4H97x8d-X6DpJcrbv6ihPIuBYpe8QLmTEBpQezWYyUdzGkdeBlfXMcwuaeGtrUNax_Q62jhLWKLdEfwzrrQUc6Q/s1600/demplot+supertani.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqMK-d_UgXK1Ip4V6usXk_6kKZ_E3PSV9uPV5TFV5TH5vHOrKpX1Cui4H97x8d-X6DpJcrbv6ihPIuBYpe8QLmTEBpQezWYyUdzGkdeBlfXMcwuaeGtrUNax_Q62jhLWKLdEfwzrrQUc6Q/s1600/demplot+supertani.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp;Demplot Pupuk Super Tani di kabupaten Bone&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada empat (4) tahun terakhir (2007-2010)&amp;nbsp; Indonesia telah berswasembada beras dengan laju peningkatan produksi&amp;nbsp; 4,5% per tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
 
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp; Peningkatan produksi tersebut tercapai setelah Pemerintah gencar 
melaksanakan program P2BN (Program Peningkatan Produksi Beras Nasional) 
dengan memberikan berbagai&amp;nbsp; subsidi,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
bantuan langsung dan insentif bagi petani&amp;nbsp; dalam bentuk benih unggul 
termasuk padi hibrida, pupuk kimia (N,P, K ) dan pupuk organik pada 
petani dan&amp;nbsp; kelompok tani melalui Gapoktan. Kegiatan penyuluhan petani 
ditingkatkan dengan menambah kuantitas dan kualitas tenaga PPL yang 
disebarkan sampai ke semua&amp;nbsp;&amp;nbsp; desa.&amp;nbsp; Tujuan&amp;nbsp; utama kegiatan P2BN adalah 
peningkatan produksi padi setiap tahun yang ditargetkan 5% guna 
mengimbangi pertambahan kebutuhan pangan akibat pertambahan&amp;nbsp; penduduk&amp;nbsp; 
serta&amp;nbsp; kebutuhan sektor lain akan&amp;nbsp; tanaman pangan. &lt;br /&gt;Menuju 
kemandirian dan ketahanan pangan nasional, program peningkatan produksi 
beras nasional dilakukan dengan beberapa skenario, yaitu 1) peningkatan 
produksi beras nasional melalui program intensifikasi khusus, 2) 
perluasan areal padi melalui program ekstensifikasi khusus, dan 3) 
gabungan/kombinasi program intensifikasi dan ekstensifikasi.&lt;br /&gt;Peningkatan
 produksi beras nasional melalui program intensifikasi khusus salah 
satunya dapat dilakukan dengan memaksimalkan input pupuk organik saat 
pengolahan lahan. Maksimalisasi input pupuk organik bukan bertujuan 
untuk menghilangkan penggunaan pupuk anorganik, tetapi bertujuan untuk 
memperbaiki kondisi unsur hara tanah sehingga dapat berproduksi secara 
maksimal saat input produksi lainnya seperti penggunaan pupuk N,P,K dan 
bibit unggul dilaksanakan secara maksimal.&lt;br /&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Masalah &lt;br /&gt;Seiring 
dengan digalakkannya program peningkatan produksi beras nasioanl (P2BN),
 maka salah satu masalah yang sering dihadapi di lapangan adalah 
terbatasnya jumlah produksi pupuk organik di kalangan petani. Padahal 
pupuk organik merupakan salah satu input produksi yang memiliki peranan 
yang sangat penting dalam rangka memperbaiki unsur hara tanah yang saat 
ini kondisinya sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;Pemakaian pupuk an-organik 
secara berlebihan dan berlangsung terus menerus tanpa diimbangi dengan 
pemakaian pupuk organik menyebabkan kualitas tanah menurun dan tidak 
optimal untuk usaha pertanian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan 
79% lahan pertanian di Indonesia khususnya sawah memiliki kadar 
C-Organik tanah &amp;lt;2%, padahal kadar C-Organik dalam tanah yang baik 
untuk pertanian minimal 5%. Satu-satunya solusi untuk mengembalikan 
kesuburan tanah atau untuk meningkatkan kadar hara tanah adalah dengan 
menggunakan pupuk organik atau bahan-bahan organik. Dengan demikian 
dapat disimpulkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi dalam 
meningkatkan produksi beras nasional adalah rendahnya kandungan 
C-organik tanah sehingga tidak mampu berproduksi secara maksimal. &lt;br /&gt;B.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tujuan&lt;br /&gt;Tulisan
 ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait pentingnya peranan 
pupuk organik dalam peningkatan produksi pertanian, khususnya dalam 
rangka meningkatkan produksi padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ruang Lingkup &lt;br /&gt;Ruang lingkup bahasan dalam tulisan ini adalah peranan pupuk organik dalam peningkatan produksi beras nasional. &lt;br /&gt;I.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;PUPUK ORGANIK DAN PERANANNYA DALAM PENINGKATAN PRODUKSI PADI NASIONAL &lt;br /&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Peranan Pupuk Organik dalam Peningkatan Produksi Pertanian&lt;br /&gt;Sejarah
 penggunaan pupuk pada dasarnya merupakan bagian daripada sejarah 
pertanian. Penggunaan pupuk organik diperkirakan sudah dimulai sejak 
permulaan manusia mengenal bercocok tanam, yaitu sekitar 5.000 tahun 
yang lalu. Bentuk primitif dari penggunaan pupuk dalam memperbaiki 
kesuburan tanah dimulai dari kebudayaan tua manusia di daerah aliran 
sungai-sungai Nil, Euphrat, Indus, Cina, dan Amerika Latin. &lt;br /&gt;Di 
Indonesia, pupuk organik sudah lama dikenal para petani. Penduduk 
Indonesia sudah mengenal pupuk organik sebelum diterapkannya revolusi 
hijau. Setelah revolusi hijau, kebanyakan petani lebih suka menggunakan 
pupuk buatan karena praktis menggunakannya, jumlahnya jauh lebih sedikit
 dari pupuk organik, harganyapun relatif murah, dan mudah diperoleh. &lt;br /&gt;Kebanyakan
 petani sudah sangat tergantung pada pupuk buatan, sehingga dapat 
berdampak negatif terhadap perkembangan produksi pertanian.&amp;nbsp; Tumbuhnya 
kesadaran para petani akan dampak negatif penggunaan pupuk buatan dan 
sarana pertanian modern lainnya terhadap lingkungan telah membuat mereka
 beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik. Meskipun 
demikian, agar kuantitas produksi tetap terjaga maka penggunakan pupuk 
anorganik tetap dianjurkan untuk digunakan secara berimbang. &lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Jenis-jenis pupuk organik dan manfaatnya&lt;br /&gt;Saat
 ini petani terkadang masih bingung memilih jenis pupuk organik yang 
baik untuk digunakan di lahan persawahan. Karena begitu banyak ragam 
merek pupuk organik yang beredar dipasaran yang terkadang tidak 
diimbangi dengan kualitas. Oleh karena itu, langkah terbaik sesungguhnya
 untuk menyelesaikan persoalan ini adalah memberikan pengetahuan kepada 
petani untuk membuat pupuk organik secara mandiri. Namun demikian, 
sebelum membuat pupuk organik alangkah baiknya jika setiap masyarkat 
mengenal manfaat dari jenis jenis-jenis pupuk organik berikut ini :&lt;br /&gt;1)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pupuk kandang&lt;br /&gt;Pupuk
 kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Hewan yang 
kotorannya sering digunakan untuk pupuk kandang adalah hewan yang bisa 
dipelihara oleh masyarakat, seperti kotoran kambing, sapi, domba, dan 
ayam. Selain berbentuk padat, pupuk kandang juga bisa berupa cair yang 
berasal dari air kencing (urine) hewan. &lt;br /&gt;Pupuk kandang mengandung 
unsur hara makro dan mikro. Pupuk kandang padat (makro) banyak 
mengandung unsur fosfor, nitrogen, dan kalium. Unsur hara mikro yang 
terkandung dalam pupuk kandang di antaranya kalsium, magnesium, 
belerang, natrium, besi, tembaga, dan molibdenum. Kandungan nitrogen 
dalam urine hewan ternak tiga kali lebih besar dibandingkan dengan 
kandungan nitrogen dalam kotoran padat.&amp;nbsp; Pupuk kandang terdiri dari dua 
bagian, yaitu: pupuk kandang dingain dan pupuk kandang panas.&lt;br /&gt;Pupuk dingin adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan&lt;br /&gt;Secara
 perlahan oleh mikroorganime sehingga tidak menimbulkan panas, contohnya
 pupuk yang berasal dari kotoran sapi, kerbau, dan babi. Pupuk panas 
adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan 
mikroorganisme secara cepat sehingga menimbulkan panas, contohnya pupuk 
yang berasal dari kotoran kambing, kuda, dan ayam. &lt;br /&gt;Pupuk kandang 
bermanfaat untuk menyediakan unsur hara makro dan mikro dan mempunyai 
daya ikat ion yang tinggi sehingga akan mengefektifkan bahan - bahan 
anorganik di dalam tanah, termasuk pupuk anorganik. Selain itu, pupuk 
kandang bisa memperbaiki struktur tanah, sehingga pertumbuhan tanaman 
bisa optimal. &lt;br /&gt;Pupuk kandang yang telah siap diaplikasikan memiliki 
cirri – cirri : dingin, remah, wujud aslinya tidak tampak, dan baunya 
telah berkurang. Jika belum memiliki ciri-ciri tersebut, pupuk kandang 
belum siap digunakan. &lt;br /&gt;Penggunaan pupuk yang belum matang akan 
menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan bisa mematikan tanaman. 
Penggunaan pupuk kandang yang baik adalah dengan cara dibenamkan, 
sehingga penguapan unsur hara akibat proses kimia dalam tanah dapat 
dikurangi. Penggunaan pupuk kandang yang berbentuk cair paling baik 
dilakukan setelah tanaman tumbuh, sehingga unsur hara yang terdapat 
dalam pupuk kandang cair ini akan cepat diserap oleh tanaman.&lt;br /&gt;2)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pupuk hijau&lt;br /&gt;Pupuk
 hijau adalah pupuk organik yang berasal dari tanaman atau berupa sisa 
panen. Bahan tanaman ini dapat dibenamkan pada waktu masih hijau atau 
setelah dikomposkan. Sumber pupuk hijau dapat berupa sisa-sisa tanaman 
(sisa panen) atau tanaman yang ditanam secara khusus sebagai penghasil 
pupuk hijau, seperti sisa–sisa tanaman, kacang-kacangan, dan tanaman 
paku air (Azolla). &lt;br /&gt;Jenis tanaman yang dijadikan sumber pupuk hijau 
diutamakan dari jenis legume, karena tanaman ini mengandung hara yang 
relatif tinggi, terutama nitrogen dibandingkan dengan jenis tanaman 
lainnya. Tanaman legume juga relatif mudah terdekomposisi sehingga 
penyediaan haranya menjadi lebih cepat.&amp;nbsp; Pupuk hijau bermanfaat untuk 
meningkatkan kandungan bahan organik dan unsur hara di dalam tanah, 
sehingga terjadi perbaikan sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, yang 
selanjutnya berdampak pada peningkatan produktivitas tanah dan ketahanan
 tanah terhadap erosi. Pupuk hijau digunakan dalam: &lt;br /&gt;Penggunaan 
tanaman pagar, yaitu dengan mengembangkan sistem pertanaman lorong, 
dimana tanaman pupuk hijau ditanam sebagai tanaman pagar berseling 
dengan tanaman utama.&lt;br /&gt;Penggunaan tanaman penutup tanah, yaitu dengan 
mengembangkan tanaman yang ditanam sendiri, pada saat tanah tidak 
ditanami tanaman utama atau tanaman yang ditanam bersamaan dengan 
tanaman pokok bila tanaman pokok berupa tanaman tahunan.&lt;br /&gt;3)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kompos&lt;br /&gt;Kompos
 merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan 
limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fermentasi. 
Jenis tanaman yang sering digunakan untuk kompos di antaranya jerami, 
sekam padi, tanaman pisang, gulma, sayuran yang busuk, sisa tanaman 
jagung, dan sabut kelapa. Bahan dari ternak yang sering digunakan untuk 
kompos di antaranya kotoran ternak, urine, pakan ternak yang terbuang, 
dan cairan biogas. Tanaman air yang sering digunakan untuk kompos di 
antaranya ganggang biru, gulma air, eceng gondok, dan azola. Beberapa 
kegunaan kompos adalah: &lt;br /&gt;a)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Memperbaiki struktur tanah. &lt;br /&gt;b)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Memperkuat daya ikat agregat (zat hara) tanah berpasir. &lt;br /&gt;c)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Meningkatkan daya tahan dan daya serap air. &lt;br /&gt;d)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Memperbaiki drainase dan pori - pori dalam tanah. &lt;br /&gt;e)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menambah dan mengaktifkan unsur hara. &lt;br /&gt;Kompos
 digunakan dengan cara menyebarkannya di sekeliling tanaman. Kompos yang
 layak digunakan adalah yang sudah matang, ditandai dengan menurunnya 
temperatur kompos (di bawah 400 c). &lt;br /&gt;4)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Humus&lt;br /&gt;Humus adalah 
material organik yang berasal dari degradasi ataupun pelapukan 
daun-daunan dan ranting-ranting tanaman yang membusuk (mengalami 
dekomposisi) yang akhirnya merubah humus menjadi (bunga tanah), dan 
kemudian menjadi tanah. Bahan baku untuk humus adalah dari daun ataupun 
ranting pohon yang berjatuhan, limbah pertanian dan peternakan, industri
 makanan, agro industri, kulit kayu, serbuk gergaji (abu kayu), kepingan
 kayu, endapan kotoran, sampah rumah tangga, dan limbah-limbah padat 
perkotaan. Humus merupakan sumber makanan bagi tanaman, serta berperan 
baik bagi pembentukan dan menjaga struktur tanah. Senyawa humus juga 
berperan dalam pengikatan bahan kimia toksik dalam tanah dan air. &lt;br /&gt;Selain
 itu, humus dapat meningkatkan kapasitas kandungan air tanah, membantu 
dalam menahan pupuk anorganik larut-air, mencegah penggerusan tanah, 
menaikan aerasi tanah, dan juga dapat menaikkan fotokimia dekomposisi 
pestisida atau senyawa-senyawa organik toksik. Kandungan utama dari 
kompos adalah humus. Humus merupakan penentu akhir dari kualitas 
kesuburan tanah, jadi penggunaan humus sama halnya dengan penggunaan 
kompos.&lt;br /&gt;5)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pupuk organik buatan&lt;br /&gt;Pupuk organik buatan adalah 
pupuk organik yang diproduksi di pabrik dengan menggunakan peralatan 
yang modern. Beberapa manfaat pupuk organik buatan, yaitu: &lt;br /&gt;a)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Meningkatkan kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. &lt;br /&gt;b)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Meningkatkan produktivitas tanaman. &lt;br /&gt;c)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun. &lt;br /&gt;d)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menggemburkan dan menyuburkan tanah. &lt;br /&gt;Pada
 umumnya, pupuk organik buatan digunakan dengan cara menyebarkannya di 
sekeliling tanaman, sehingga terjadi peningkatan kandungan unsur hara 
secara efektif dan efisien bagi tanaman yang diberi pupuk organik 
tersebut.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pupuk Organik bukan pengganti pupuk anorganik&lt;br /&gt;Setelah
 memahami manfaat dan jenis-jenis pupuk organik, maka pertanyaan yang 
mungkin muncul di benak kita adalah “apakah pupuk organik merupakan 
pengganti dari pupuk anorganik?” Pertanyaan ini seringkali muncul 
seiring semakin tingginya animo masyarakat untuk menggunakan produk 
organik. Slogan “back to nature” sudah mulai ramai dibicarakan di 
masyarakat, khususnya masyarakat perkotaan yang memiliki kategori&amp;nbsp; kelas
 menengah ke atas. Seiring dengan kondisi tersebut, masyarakat juga 
semakin memiliki rasa keingin tahuan yang tinggi terkait penggunaan 
pupuk dalam proses produksi pertanian. Oleh karena itu, dibutuhkan 
jawaban yang cerdas sekaligus memberikan solusi atas 
pertanyaan-pertanyaan tersebut.&lt;br /&gt;Budidaya pertanian organik memang 
sudah memungkinkan dilaksanakan untuk komoditas tertentu, misalnya 
tanaman hortikultura. Meskipun demikian tidak semua tanaman hortikultura
 dapat diperlakukan dengan menggunakan sistem pertanian organik murni. 
Hal ini sangat tergantung pada tingkat kesuburan tanah. Pengalaman yang 
dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, khususnya 
pada lahan pertanian organik menunjukkan bahwa jenis tanaman 
hortikultura yang dapat tumbuh dengan baik melalui sistem pertanian 
organik adalah terong, cabai, kangkung, sawi, mentimun dan seledri. 
Perlakuan yang diberikan adalah pada tahap awal sebelum ditanami 
ditaburkan pupuk organik sebanyak 10 ton perhektar, dan 2 ton/ha setiap 
selesai panen. Hasilnya adalah pertanaman tumbuh dengan sangat baik 
meskipun tidak menggunakan pupuk anorganik. &lt;br /&gt;Ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh melalui sistem pertanian organik pada tanaman hortikultura, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;1)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Umur produksi tanaman lebih panjang&lt;br /&gt;2)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Perakaran tidak dalam sehingga mudah dicabut saat masa produksi sudah tidak ekonomis&lt;br /&gt;3)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Hasil produksi memiliki rasa lebih gurih dan renyah untuk beberapa jenis sayuran.&lt;br /&gt;4)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Limbah tanaman lebih cepat lapuk.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;
 Sedangkan pada tanaman pangan khususnya pertanaman padi belum 
memungkinkan untuk dilaksanakan sistem pertanian organik secara 
menyeluruh. Apalagi dengan adanya program peningkatan produksi beras, 
maka yang terbaik dilakukan adalah melakukan pemupukan secara berimbang.
 Meskipun demikian, pada lokasi-lokasi yang tanahnya sudah memiliki 
kandungan unsur hara yang memadai, khususnya yang sudah memiliki 
C-organik di atas 5%, maka pertanian organik sudah memungkinkan untuk 
dilaksanakan. Tetapi jika menggunakan varietas hibrida, maka penggunaan 
pupuk anorganik tetap dibutuhkan. Hal ini karena padi hibrida 
membutuhkan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas non 
hibrida. &lt;br /&gt;Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahwa penggunaan 
pupuk organik saja tidak dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan 
ketahanan pangan. Oleh karena itu sistem pengelolaan hara terpadu yang 
memadukan pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik perlu digalakkan.&amp;nbsp;
 Sistem pertanian yang disebut sebagai LEISA (Low External Input and 
Sustainable Agriculture) menggunakan kombinasi pupuk organik dan 
anorganik yang berlandaskan konsep good agricultural practices perlu 
dilakukan agar degredasi lahan dapat dikurangi dalam rangka memelihara 
kelestarian lingkungan. Pemanfaatan pupuk organik dan pupuk anorganik 
untuk meningkatkan produktivitas lahan dan produksi pertanian perlu 
dipromosikan dan digalakkan. Program-program pengembangan pertanian yang
 mengintegrasikan ternak dan tanaman (crop-livestock) serta penggunaan 
tanaman legum baik berupa tanaman lorong (alley cropping) maupun tanaman
 penutup tanah (cover crop) sebagai pupuk hijau maupun kompos perlu 
diintensifkan.&lt;br /&gt;Sedangkan pertanian yang hanya berfokus pada 
penggunaan pupuk anorganik sebagai input produksi tanpa menggunakan 
pupuk organik sebagai suplemen untuk memperbaiki hara tanah telah 
terbukti memberikan efek negatif terhadap kondisi tanah. Tanah menjadi 
keras sehingga memiliki aerasi yang rendah. Akibatnya pertanaman tidak 
bisa menyerap makanan yang tersedia dalam tanah dengan baik.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Mengapa Pupuk Organik bisa menjadi Solusi Peningkatan Produksi Padi Nasional?&lt;br /&gt;Hasil
 penelitian di Kab. Selayar Provinsi Sulawesi Selatan yang dilakukan 
oleh Abd. Syukur (2011) Peneliti BPTP Makassar menunjukkan bahwa dengan 
input teknologi, telah terjadi peningkatan produksi padi secara 
signifikan, yaitu dari rata-rata 4 ton / ha menjadi 8,48 ton/ha. Adapun 
perlakuan teknologinya adalah :&lt;br /&gt;1)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Perbaikan varietas dengan menggunakan verietas Impari 7, 8, dan 10.&lt;br /&gt;2)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tanam pindah dengan umur 16 – 20 hari. Artinya adalah tidak ada penanaman bibit yang sudah berusia lebih dari 20 hari.&lt;br /&gt;3)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sistem tanam jajar legowo 2:1 dengan jumlah bibit perlubang antara 1-3 helai.&lt;br /&gt;4)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pemupukan berimbang, yaitu tepat dosis dan tepat waktu.&lt;br /&gt;5)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengendalian hama terpadu.&lt;br /&gt;Secara
 umum digambarkan bahwa rata-rata produksi padi masyarakat sebelum 
adanya input teknologi adalah 4 ton/ha. Setelah diadakan input teknologi
 maka terjadi peningkatan produksi yang sangat bervariasi, yaitu 8 
ton/ha, 8,48 ton/ha, 10,4 ton/ha dan 10,16 ton/ha. Adanya perbedaan 
jumlah produksi padi setelah diberikan input teknologi disebabkan oleh 
beberapa faktor, yaitu :&lt;br /&gt;1)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Produksi 8 ton/ha, perilaku petani biasanya pasrah. Artinya petani jarang melakukan penyiangan pada lahan sawah.&lt;br /&gt;2)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Produksi padi 8,4 ton/ha. Petani rajin melakukan penyiangan.&lt;br /&gt;3)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Produksi 10,48 dan 10,16 ton/ha, sawah merupakan tempat berkumpulnya kerbau ketika musim pasca panen.&lt;br /&gt;Dari
 keterangan tersebut dapat diketahui bahwa sawah yang biasa digunakan 
oleh petani untuk menyimpan ternak memiliki produksi yang lebih tinggi 
dibandingkan dengan sawah yang tidak biasa ditempati oleh ternak. Kenapa
 demikian? Karena sawah yang biasa ditempati ternak untuk makan/minum 
atau untuk istirahat memiliki kandungan bahan organik yang lebih baik 
dibandingkan sawah lainnya. Bahan organik ini dihasilkan dari kotoran 
ternak, baik kotoran padat maupun kotoran cair yang kemudian 
terdegradasi secara alami. Dengan demikian, maka salah satu tantangan 
yang menarik untuk dikaji lebih dalam lagi adalah apakah terdapat 
perbedaan yang signifikan pada kandungan c-organik tanah yang dijadikan 
lokasi penelitian?. Meskipun demikian, berdasarkan hasil penelitian 
tersebut dapat diasumsikan bahwa tanah yang memiliki produksi lebih 
tinggi memiliki kandungan bahan organik lebih baik dibandingkan dengan 
tanah yang memiliki produksi lebih rendah. Sehingga dapat disimpulkan 
bahwa pemberian pupuk organik yang maksimal akan berdampak pada 
peningkatan kadar C-organik tanah. &lt;br /&gt;Terjadinya peningkatan kadar 
C-organik tanah akan mengakibatkan terjadinya peningkatan produksi padi.
 Dengan kata lain, pemberian pupuk organik secara maksimal pada lahan 
sawah akan meningkatkan produksi padi / beras nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;PENUTUP&lt;br /&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kesimpulan&lt;br /&gt;1)&amp;nbsp;&amp;nbsp;
 &amp;nbsp;Dalam rangka&amp;nbsp; membangun pertanian yang berkelanjutan, maka hal utama 
yang harus dibangun adalah mindset petani terkait pentingnya penggunaan 
pupuk organik.&lt;br /&gt;2)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus
 tanpa diimbangi dengan penggunaan pupuk organik akan mengakibatkan 
kerusakan pada tanah. &lt;br /&gt;3)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pupuk organik memiliki peranan yang sangat besar dalam memperbaiki unsur hara tanah.&lt;br /&gt;4)&amp;nbsp;&amp;nbsp;
 &amp;nbsp;Penggunaan pupuk organik dan anorganik secara berimbang disertai 
dengan input teknologi lainnya yang memadai akan meningkatkan produksi 
padi.&lt;br /&gt;5)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pupuk organik merupakan solusi dalam rangka peningkatan produksi padi nasional.&lt;br /&gt;B.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Saran&lt;br /&gt;1)&amp;nbsp;&amp;nbsp;
 &amp;nbsp;Sebaiknya setiap aparatur negara, khususnya yang terkait dengan bidang
 pertanian lebih fokus lagi dalam mensosialisasikan manfaat penggunaan 
pupuk organik.&lt;br /&gt;2)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pemberian hibah mesin pengolah pupuk organik 
kepada petani sebainya disertai dengan pembinaan berkelanjutan sehingga 
petani dapat memahami dan menyadari pentingnya penggunaan pupuk organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Andoko, Agus. 2007. Budidaya Padi Secara Organik. Jakarta: Penebar Swadaya&lt;br /&gt;Anonim, Abdul Syukur. 2011. Input Teknologi pada Budidaya Padi di Kab. Selayar. BPTP Makassar.&lt;br /&gt;Ibid. 2007. Metode Analisis Biologi Tanah, Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. &lt;br /&gt;Anonim,
 2006. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya, Bogor: Balai Besar 
Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian&lt;br /&gt;Anonim, 2004. Pupuk Tanah Sawah dan Teknologi Pengelolaannya, Bogor, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat.&lt;br /&gt;Lingga, Pinus; Marsono. 2009. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/2849715224776030075/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/pupuk-organik-solusi-peningkatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/2849715224776030075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/2849715224776030075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/pupuk-organik-solusi-peningkatan.html' title='Pupuk Organik Solusi Peningkatan Produksi Padi Indonesia'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqMK-d_UgXK1Ip4V6usXk_6kKZ_E3PSV9uPV5TFV5TH5vHOrKpX1Cui4H97x8d-X6DpJcrbv6ihPIuBYpe8QLmTEBpQezWYyUdzGkdeBlfXMcwuaeGtrUNax_Q62jhLWKLdEfwzrrQUc6Q/s72-c/demplot+supertani.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-4419269261634314492</id><published>2013-08-27T00:27:00.001-07:00</published><updated>2013-08-27T00:31:09.445-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Sejatinya Investor Domestik Harus Diperkuat </title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;
 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyp2Y4PN4P05qrlLtw7chAOI-gOJ_wCo861N86qDvZyKLOuJaiCZGCFqI-cH5Z6yI8C5HHVKh5jOPiB9M1OXMzL4PtUaWQMUmIhWt4nVjFQFte482kb7fFrxA0spNR2hrF2YWYS22aUBMo/s1600/mogok+buruh.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyp2Y4PN4P05qrlLtw7chAOI-gOJ_wCo861N86qDvZyKLOuJaiCZGCFqI-cH5Z6yI8C5HHVKh5jOPiB9M1OXMzL4PtUaWQMUmIhWt4nVjFQFte482kb7fFrxA0spNR2hrF2YWYS22aUBMo/s1600/mogok+buruh.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;Aksi mogok nasional dan unjuk rasa secara besar-besaran yang dilakukan 
kalangan buruh/pekerja diperkirakan akan berdampak serius terhadap iklim
 investasi di Tanah Air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;dd style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;Selain memengaruhi masuknya investasi asing, tuntutan buruh yang terus 
marak juga akan mengancam hengkangnya investor asing untuk memindahkan 
usahanya ke negara lain.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&quot;Namun, kekhawatiran (investor asing-Red) terhadap penghapusan sistem 
alih daya atau outsourcing dan upah murah itu justru bisa dimanfaatkan 
untuk lebih memperkuat posisi investor/pemodal domestik,&quot; kata ekonom 
Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Revrisond Baswir kepada Suara 
karya di Jakarta, Jumat (5/10).&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;Kondisi itu, menurut dia, diharapkan bisa memicu bangkitnya 
pemodal/pengusaha lokal sekaligus bisa menguasai pasar domestik. 
Apalagi, selama ini Indonesia merupakan pasar yang besar bagi berbagai 
produk dunia. &quot;Saya rasa ini momentum di mana perusahaan/pengusaha lokal
 harus bangkit dan memperkuat pemodal dalam negeri. Sebab, hanya sedikit
 pengusaha lokal yang menggunakan jasa tenaga kerja outsourcing. 
Artinya, mereka sangat menghargai para pekerja di negaranya sendiri, 
sehingga dampak kisruh buruh tidak memengaruhi kinerja pengusaha lokal,&quot;
 ujar Revrisond.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;Menurut dia, selama ini sistem tenaga kerja kontrak dan outsourcing 
serta upah murah menjadi daya tarik bagi pemodal dan pengusaha asing 
untuk mengembangkan bisnis, tanpa harus terbebani biaya yang besar 
dibanding menerima karyawan tetap. Dia menilai, sistem tersebut sangat 
menguntungkan mereka karena tidak mewajibkan perusahaan pengguna tenaga 
outsourcing untuk memberikan upah layak dan tunjangan-tunjangan kepada 
para pekerjanya. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&quot;Mereka hanya membayar kepada perusahaan tempat tenaga outsourcing itu 
dikontrak. Dan, selebihnya untuk pembiayaan pekerja bukan lagi tanggung 
jawab perusahaan pengguna, melainkan tanggung jawab perusahaan asal 
tempat para pekerja itu direkrut,&quot; ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;Di lain pihak, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar 
mengatakan, pemerintah sulit untuk menghapus praktik outsourcing di 
Indonesia. Namun, pemerintah akan mempertegas pekerjaan yang boleh 
di-outsourcing dan tidak diperbolehkan.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;Menurut dia, saat ini pemerintah sedang menggodok peraturan terkait 
tenaga kerja langsung yang tidak boleh di-outsourcing. Berdasarkan 
Undang-Undang (UU) Nomor 13/2003 hanya ada lima pekerjaan yang boleh 
di-outsourcing, yakni pekerjaan untuk tenaga kebersihan, keamanan, 
transportasi, katering, dan penunjang pertambangan. &quot;Selain itu tidak 
boleh, kecuali nanti ada asosiasi yang mengajukan tambahan sebagai jenis
 baru,&quot; ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;Dia mengatakan, Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi 
(Permenaketrans) yang mengatur tenaga kerja langsung tersebut 
ditargetkan selesai dan diterbitkan pada akhir Oktober 2012. &quot;Jadi, 
semua pekerjaan inti tidak boleh di-outsourcing. Dengan keluarnya aturan
 itu, maka masalah outsourcng akan makin jelas,&quot; ucapnya.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;dd&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;
 Selain itu, dia menambahkan, seluruh perusahan diwajibkan melakukan 
registrasi ulang. Jika tidak dan melanggar registrasi, maka akan 
dikenakan sanksi berupa pencabutan izin usaha. &quot;Dalam registrasi ulang 
ini, kita mengimbau bupati, wali kota, dan gubernur untuk mulai 
menginventarisasi seluruh perusahaan yang ada di wilayahnya,&quot; katanya. 
(Bayu)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;dd&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;(Suara Karya) &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/4419269261634314492/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/investor-domestik-harus-diperkuat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/4419269261634314492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/4419269261634314492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/investor-domestik-harus-diperkuat.html' title='Sejatinya Investor Domestik Harus Diperkuat '/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyp2Y4PN4P05qrlLtw7chAOI-gOJ_wCo861N86qDvZyKLOuJaiCZGCFqI-cH5Z6yI8C5HHVKh5jOPiB9M1OXMzL4PtUaWQMUmIhWt4nVjFQFte482kb7fFrxA0spNR2hrF2YWYS22aUBMo/s72-c/mogok+buruh.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-6226583734111364642</id><published>2013-08-27T00:16:00.001-07:00</published><updated>2013-08-27T00:16:56.282-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Pengusaha Lokal Harus Jadi Mitra Utama Pemerintah Daerah</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBXn5lP9gbWy_pQ7pOH5VdhPAnOGAGR7R9OBWSpSaqUSLf-Aw6B-PGtJ-I-bpDzaTzuqMrkWN4ImR_4HO8lkvhX9o_FWw7jc3BaZ4ckzLZky8PrQ_IBVtJT5zqpNXfIIKhpWB-f72wTf-W/s1600/bupati+bone.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBXn5lP9gbWy_pQ7pOH5VdhPAnOGAGR7R9OBWSpSaqUSLf-Aw6B-PGtJ-I-bpDzaTzuqMrkWN4ImR_4HO8lkvhX9o_FWw7jc3BaZ4ckzLZky8PrQ_IBVtJT5zqpNXfIIKhpWB-f72wTf-W/s1600/bupati+bone.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Selain itu, para pengusaha khususnya rekanan (kontraktor-red) jangan 
hanya mengharap bingkisan proyek pembangunan dari pemerintah, tetapi 
harus berani mengeluarkan modal melihat peluang lain yang dapat menyerap
 tenaga kerja, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat 
daerah.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;“Pengusaha dan kontraktor lokal harus bangkit dan berani melihat peluang
 lain yang ada di daerah kita sendiri. Dengan modal sedikit peluang 
bisnis itu bisa dikembangkan dan bahkan mampu menyerap tenaga kerja yang
 banyak,” tegas Bupati Bone. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
Dengan begitu diharapkan perekonomian masyarakat Bone&amp;nbsp; bisa 
ditingkatkan. Selama ini, para pengusaha khususnya kontraktor hanya 
berharap proyek setiap tahun dari pemerintah. Ini sama saja bekerja pada
 pemerintah dan tidak bisa meniingkatkan lapangan kerja dan lebih-lebih 
meningkatkan perekonomian masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
Menurutnya, Fahsar&amp;nbsp; tidak akan mampu mensejahterakan masyarakat 
tanpa adanya dukungan pengusaha dan kontraktor lokal. Karena itu, para 
pengusaha dan kontraktor diminta bisa bekerjasama dengan pemerintah 
daerah dalam pengembangan sektor ekonomi lainnya, termasuk pengusaha 
perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
Banyak tempat usaha yang selama ini dikelola Pemkab Bone , namun dinilainya 
kurang berkembang. Di antaranya objek wisata Tanjung Pallette.. Aset-aset daerah itu 
diharapkan dapat dikelola secara professional oleh pengusaha lokal 
dengan sistem kerjasama dengan PemkabBone.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
“Ini peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Kalau ada pengusaha lokal 
buat apa kita serahkan kepada pengusaha dari daerah lain. Usaha ini 
diharapkan akan menyerap tenaga kerja yang luar biasa serta meningkatkan
 perekonomian masyarakat,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
Pengusaha Domestik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
Selama ini, sebut Sarjani, sudah banyak datang pengusaha domestik untuk 
mengembangkan usaha di Kabupaten Bone. Namun itu belum disahuti serius
 oleh Pemkab karena ingin memberi peluang terlebih dahulu kepada para 
pengusaha lokal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
“Ada juga investor datang dari China, Malaysia, Singapura, Jakarta dan 
sebagainya untuk menanamkan modal pada sektor perkebunan, namun itu 
semua sedang dalam penjajakan lokasi areal,” sebutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
Karena sejauh ini pemanfaatan pengusaha dan kontraktor lokal itu tidak 
lain sebagai salah satu upaya membangkitkan pengusaha lokal. Hal ini 
diharapkan dapat disambut baik para pengusaha lokal, sebab dengan adanya
 kerjasama secara tidak langsung pengusaha dan kontraktor lokal juga 
sudah membantu masyarakat. Karena mereka memberikan kontribusi dalam 
pembangunan dan peningkatan perekonomian masyarakat.(ri)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/6226583734111364642/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/pengusaha-lokal-harus-jadi-mitra-utama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/6226583734111364642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/6226583734111364642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/pengusaha-lokal-harus-jadi-mitra-utama.html' title='Pengusaha Lokal Harus Jadi Mitra Utama Pemerintah Daerah'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBXn5lP9gbWy_pQ7pOH5VdhPAnOGAGR7R9OBWSpSaqUSLf-Aw6B-PGtJ-I-bpDzaTzuqMrkWN4ImR_4HO8lkvhX9o_FWw7jc3BaZ4ckzLZky8PrQ_IBVtJT5zqpNXfIIKhpWB-f72wTf-W/s72-c/bupati+bone.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-5929322175471259195</id><published>2013-08-27T00:07:00.002-07:00</published><updated>2013-08-27T00:07:50.490-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Pemuda harus jadi pelopor kreatif</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSHg_utVPdutjTupIdE0-X-c9-DKlCtiJZiwmAeZV3W6HEQRg1unCZTTObZu9I6uslnme-GdJsmHZcNgNtKMFZVSrPUCSeyhz5RvlcaGLsHrOZjyMgCWQHkA0qpEW7ND0rkm7xJokPqppl/s1600/rapefield800x146_cropped.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;87&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSHg_utVPdutjTupIdE0-X-c9-DKlCtiJZiwmAeZV3W6HEQRg1unCZTTObZu9I6uslnme-GdJsmHZcNgNtKMFZVSrPUCSeyhz5RvlcaGLsHrOZjyMgCWQHkA0qpEW7ND0rkm7xJokPqppl/s320/rapefield800x146_cropped.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormalCxSpFirst&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;b&gt;TES&lt;/b&gt;, “Krisis
 global bukan masalah besar !” Kalimat itu yang harus kita tanamkan 
sebagai seorang pemuda Indonesia yang selalu menginginkan kemajuan. 
Bukan mau berbicara omong-kosong atau sekedar mengajak pemuda berlega 
hati. Memang kenyataan bahwa itu bukan masalah besar. Mengapa? Karena 
masalah besar yang kita hadapi saat ini adalah rasa takut dan 
ketidakpercayaan diri. Kita sudah terlampau jauh memikirkan masalah 
dampak krisis global yang sangat mendunia. Tanpa kita sadari bahwa di 
negara kita ini banyak sekali aset Tuhan yang bisa kita jadikan solusi 
dalam pemecahan masalah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormalCxSpFirst&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Salah satu asetnya adalah kita sendiri (pemuda) &lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan
 kekayaan alam. 350 tahun Indonesia dijajah oleh Belanda yang ingin 
menguasai sumber daya alam kita karena kaya akan rempah-rempah. Berbagai
 jenis rempah-rempah yang tidak tumbuh di negara lain tumbuh di tanah 
Indonesia. Luar biasa bukan? Berapa jumlah industri kecantikan di dunia?
 mereka akan sangat membutuhkan rempah-rempah yang keberadaannya di 
negara mereka sangat kurang. Mengingat Negara mereka sudah penuh dengan 
gedung-gedung perkantoran. Selain itu, hampir setiap kota di dunia 
memiliki sesuatu yang khas yaitu kuliner. Sekarang siapapun orangnya, ke
 mana ia pergi pasti mencari kuliner yang khas. Hampir di setiap sudut 
jalan berdiri restoran-restoran karena semakin tingginya permintaan 
masyarakat akan kepuasan di tingkat kebutuhan pangan. Dunia usaha atau 
bisnis kuliner telah mengalami kenaikan yang sangat signifikan pada 
dekade terakhir ini. Semakin banyak warga masyarakat di negara Indonesia
 tercinta ini yang kreatif dan telaten memproduksi atau sekedar 
menjualkan produk-produk kuliner tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormalCxSpFirst&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Contoh kekayaan lainnya adalah limbah. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;color: black;&quot;&gt;Adanya
 potensi sumber daya alam lokal yang sangat besar yaitu limbah tempurung
 kelapa hendaknya dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan
 pendapatan, dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi maka beberapa 
hasil samping pertanian kelapa khususnya tempurung dan sabut dapat 
diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti arang 
tempurung kelapa yang sangat potensial untuk diolah menjadi arang aktif 
dan asap cair yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang 
multifungsi, bisa sebagai pengawet, disinfektan bahkan pupuk organik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormalCxSpFirst&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;color: black;&quot;&gt;Contoh
 lainnya, jika kita lihat dari sektor peternakan, banyak ditemukan 
kemerosoton pendapatan sapi potong dikarenakan sapi yang kurus. Sapi 
yang kurus tentunya akan mempengaruhi produktivitas ternak. Kurusnya 
sapi-sapi potong tersebut dapat dikarenakan pasasit cacing yang 
berkembang di dalam sistem pencernaan si sapi yang berasal dari hijauan 
yang mereka makan. Apa peran pemuda di sini? Pemuda harus mampu mecari 
celah dengan memberikan solusi terhadap masalah yang ada dan 
mendatangkan keuntungan bagi pemuda itu sendiri. Tanaman obat yang dapat
 digunakan sebagai anti parasit cacing adalah temulawak dan temu ireng. 
Tentunya akan sangat menguntungkan berbagai pihak jika kita mampu 
mengembangkan suatu produk obat-obatan untuk mengatasi masalah cacingan 
tersebut. Akan lebih bagus jika kita mampu membudidayakannya, mengingat 
angka peternakan di Inonesia yang cukup tinggi sehingga produk tersebut 
pasti akan sangat dibutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormalCxSpFirst&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Nah, sekarang mengapa pemuda memiliki potensi yang sangat besar bagi Indonesia di tengah krisis global? &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Tentu
 saja, karena pemuda memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan 
negara-pemuda yang peka tentunya. Pemuda penuh dengan solusi. Pemuda 
yang peka akan berfikir bahwa semua masalah yang ada terjadi di negara 
kita hanya dapat diselesaikan oleh kita, bukan orang lain. Kita tidak 
perlu meminjam uang untuk membayar hutang. Tapi kita harus bekerja. Kita
 tidak perlu menjual harta benda yang kita kita punya untuk menghasilkan
 uang. Tapi bagaimana mengolah harta benda yang kita punya sehingga 
menghasilkan uang dan bisa membayar hutang. Kita harus bias menjadikan 
suatu barang yang terlihat biasa menjadi sebuah sebuah benda yang 
memiliki nilai guna. Kekayaan alam di Indonesia, banyak yang terabaikan 
sia-sia. Pemuda yang peka akan mampu berfikir bahwa&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menjadikan kekayaan alam&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sebuah
 bisnis untuk meningkatkan perekonomin Indonesia. Berapa banyak industri
 kuliner baik kelas menengah maupun atas yang ada di Indonesia saat ini?
 Seperti yang sudah dikatakan dia atas, tentunya mereka akan sangat 
bergantung dengan rempah-rempah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormalCxSpFirst&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Seorang
 pemuda yang optimis harus berani mengambil resiko, resiko untuk sukses 
atau resiko untuk belum sukses-karena sejatinya kegagalan tidak pernah 
ada ketika seseorang telah berusaha, kegagalan hanyalah sebuah cara 
pandang sesorang menilai suatu hasil. Adapun menjadi seorang 
entrepreneur muda adalah salah satu langkah yang baik sebagai solusi 
yang sangat diperlukan terhadap dampak krisis global. Seorang 
entrepreneur&lt;span&gt; &lt;/span&gt;adalah mereka yang mampu mengambil peluang 
dari berbagai sudut. Dan saat ini keberadaan sumber daya alam hayati 
adalah suatu potensi bisnis yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sangat menguntungkan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia dan menjadikan Indonesia yang mandiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormalCxSpFirst&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Sebagai
 pemuda kita harus berani berkata “Kita ini loh yang bisa membawa 
Indonesia menjadi lebih baik” atau “Kita ini loh penyelamat Indonesia” 
atau mungkin “Jadilah entrepereneur muda dan Indonesia akan berjaya”. 
Menjadi seorang entrepreneur tidak hanya mendatangkan keuntungan bagi 
diri sendiri, namun juga memberikan keberuntungan bagi orang lain karena
 tentunya akan membuka peluang pekerjaan. Seorang entrepreneur mampu 
menciptakan kekayaan, bukan mencari kekayaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormalCxSpFirst&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Terlepas
 dari semua itu, kepercayaan dirilah yang paling penting. Bukan berapa 
banyak pemuda di Indonesia? Tapi seberapa besar kepercayaan pemuda untuk
 membangun Indonesia? Kepercayaan dirilah yang harus ditanamkan sejak 
awal. Sebagai pemuda yang tangguh, kita harus berfikir jauh ke depan dan
 terus menggali ide-ide kreatif dari hasil pemikiran kita dan 
permasalahan yang ada. Kita tidak boleh pesimis karena setelah tetua 
telah tiada, pemudalah yang memegang peran selanjutnya mengembangkan dan
 memajukan Indonesia ke posisi yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Indonesia
 belum terpuruk. Adalah salah ketika orang menyebut Negara Indonesia 
kian terpuruk. Indonesia hanya sedang diminta untuk berfikir dan 
beraksi. Dan PEMUDA, ayo kita beraksi !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/5929322175471259195/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/pemuda-harus-jadi-pelopor-kreatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/5929322175471259195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/5929322175471259195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/pemuda-harus-jadi-pelopor-kreatif.html' title='Pemuda harus jadi pelopor kreatif'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSHg_utVPdutjTupIdE0-X-c9-DKlCtiJZiwmAeZV3W6HEQRg1unCZTTObZu9I6uslnme-GdJsmHZcNgNtKMFZVSrPUCSeyhz5RvlcaGLsHrOZjyMgCWQHkA0qpEW7ND0rkm7xJokPqppl/s72-c/rapefield800x146_cropped.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3074573240447076214.post-1947601750338012692</id><published>2013-08-27T00:00:00.003-07:00</published><updated>2013-08-27T00:00:45.309-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>SDA harus menjadi motor penggerak di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcSL5qG3tSj0wKNufoBr_2eA_sjXy7v023-J8UtWYSDOuaZDzlJRR9-Cy9vzoT8Hue6-12kAD2HRxBsog0wKz3ZQjS5uVUErq7bkgorKr-VdWH3kGAY9dN2mnnZdhSE3lWZo6d_x__yFLb/s1600/logo_tes.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;148&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcSL5qG3tSj0wKNufoBr_2eA_sjXy7v023-J8UtWYSDOuaZDzlJRR9-Cy9vzoT8Hue6-12kAD2HRxBsog0wKz3ZQjS5uVUErq7bkgorKr-VdWH3kGAY9dN2mnnZdhSE3lWZo6d_x__yFLb/s320/logo_tes.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan, Indonesia saat ini masih sering menjual sumber daya alam (SDA) dalam bentuk bahan mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mineral-mineral yang ada di Indonesia dijual dalam bentuk mentah. Ini membuat SDA semakin sedikit sementara nilai jualnya tidak terlalu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatta menuturkan, kedepannya mineral-mineral di Indonesia seperti batu bara, besi, nikel tidak boleh dijual dalam bentuk bahan mentah lagi. SDA, kata Hatta, harus menjadi penggerak perekonomian di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perlu dibangun industri di dalam negeri yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi yang siap dikonsumsi,” ujarnya di Jakarta, Sabtu, (29/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum DPP PAN itu menerangkan, menjual produk jadi yang inovatif akan menggerakkan perekonomian lokal. Sebab, semua tenaga kerja digerakkan untuk melakukan proses produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, hal itu juga berarti penciptaan lapangan pekerjaan. “Selain itu produk inovatif juga harganya lebih tinggi di pasaran,” terangnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/feeds/1947601750338012692/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/sda-harus-menjadi-motor-penggerak-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/1947601750338012692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3074573240447076214/posts/default/1947601750338012692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tehnikenergiselebes.blogspot.com/2013/08/sda-harus-menjadi-motor-penggerak-di.html' title='SDA harus menjadi motor penggerak di Indonesia'/><author><name>Tehnik Energi Selebes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07106903265335385315</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcSL5qG3tSj0wKNufoBr_2eA_sjXy7v023-J8UtWYSDOuaZDzlJRR9-Cy9vzoT8Hue6-12kAD2HRxBsog0wKz3ZQjS5uVUErq7bkgorKr-VdWH3kGAY9dN2mnnZdhSE3lWZo6d_x__yFLb/s72-c/logo_tes.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>